Kiandra memandang suaminya yang tertidur pulas. Hatinya berdesir menatap suaminya. Semakin kesini, rasa cinta dihatinya semakin besar. Terlebih lagi dengan perhatian-perhatian suaminya, Kiandra merasa sangat dicintai oleh suaminya itu.
“Bagaimana aku bisa membentengi hatiku untuk tidak semakin mencintaimu, Mas. Dekat denganmu seperti ini saja, aku tidak bisa menghentikan detak jantungku yang berdetak dengan cepat. Aku takut kalau aku terlalu besar mencintaimu, kamu risih denganku,” batin Kiandra. Kiandra berjalan ke balkon kamarnya. Menghirup udara sore hari. Dia berdiri sambil memejamkan matanya. Mencoba merasakan hembusan angin yang menerpa tubuhnya. Tiba-tiba Kiandra merasa ada yang memeluknya dari belakang. Dia pun menoleh dan melihat suaminya yang sedang memeluknya dari belakang.