Wajah Shinta mulai pudar pasi. Dia terdiam seketika tidak bisa berbicara apapun.
Apa Dellon tahu aku tadi? Apa dia juga masuk ke toilet laki-laki? Gimana jika dia tahu? Apa dia akan marah? Berbagai pertanyaan muncul di otak Shinta. Dia takut sangat takut hubungan dengan Dellin berakhir. Shinta hanya bisa diam, menarik napasnya dalam-dalam. Memutar otaknya sejenak. Mulai memikirkan cara bagaimana dia bisa pergi dari Dellon.
"Em.. Kamu tadi, dari mana?" tanya Shinta gugup.
"Dari toilet laki-laki."
Kedua mata Shinta membulat seketika. Dia menelan ludahnya susah payah. Jemari tangannya mulai gemetar. Bahkan bibirnya tidak bisa berkata apa-apa lagi. Keringat mulai keluar bercucuran dari kening Shinta.
"Ada apa?" tanya Dellon. Mengerutkan keningnya bingung.
"Memangnya kamu dari mana?"