Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh Sunny
Apa yang terjadi kalau seorang detektif berkencan buta dengan seorang dokter? Saat itu, Rhea Adhisti menggantikan sahabatnya yang bernama Inka Garini untuk kencan buta dengan sosok Barra Abrisam. Rhe mengaku sebagai Inka dan menemui Barra dengan satu tujuan, yaitu membuat lelaki tersebut tidak menyukainya. Sudah bisa ditebak, rencananya berhasil dan kencan buta itu gagal total! Tidak ada cinta, yang ada hanya rasa kesal. Meski ia mengakui kalau Barra adalah sosok lelaki yang tampan dan terlihat baik, Rhe bertekad tidak bertemu lelaki itu lagi. Dalam pikirannya, itu adalah pertemuan pertama dan terakhir. Di sisi lain, Barra yang selalu tenang pun merasakan kalau emosinya meluap. Bagaimana mungkin seorang perempuan bersikap kasar dan jauh dari kesan lembut? Ia hanya berharap, untuk tidak lagi bertemu dengan perempuan itu. Sampai suatu hari, ada kasus di Rumah Sakit Husada Nuswantara (RSHN). Penyelidikan harus berlangsung secara rahasia, karena melibatkan tokoh ternama. Rhe bergerak menuju RSHN bersama partnernya Galang Mahendra. Ia memasuki ruang rapat rumah sakit dan bertemu dengan sosok yang tidak asing. Sosok itu menatapnya kaget lalu mengulurkan tangannya, “Head of Trauma Center, Barra Abrisam..” Rhe hanya pasrah menerima uluran tangan itu, “Detektif Kriminal Tim 1, Rhea Adhisti.” *** SEKILAS MENGENAI TOKOH UTAMA Rhea Adhisti, perempuan berambut sebahu ini memiliki penampilan yang menawan. Siapapun tidak akan menyangka dibalik kecantikannya, ia berprofesi sebagai seorang detektif. Rhe, itu nama panggilannya. Awalnya, ia bercita-cita menjadi seorang dokter dengan spesialisasi psikiatri. Namun kejadian yang menimpa ayahnya membuat Rhe mengambil jalan hidup yang berbeda. Ia adalah perempuan pemberani yang tidak menyukai ketidakadilan. Meski sosoknya terlihat kalem, tapi sesungguhnya meledak-ledak, spontan dan selalu berterus terang apa adanya. Barra Abrisam, seorang dokter spesialis bedah trauma yang tampan, tenang dan cerdas. Tipikal orang yang selalu berpikir sebelum bertindak dan berbicara. Bagi Barra, profesinya sebagai dokter adalah prioritasnya, rumah sakit adalah rumahnya dan pasien adalah keluarganya. Ada trauma masa kecil yang membuatnya bertekad untuk selalu berupaya yang terbaik menyelamatkan nyawa pasien.
Karena kamu suka Romansa · Drama, mungkin kamu suka ini juga:
FiraDorayakiii
Drama · Romansa