Dava terdiam sesaat ketika mendengar apa yang gadis itu katakan. Ia tidak tahu kenapa ia terburu-buru mencium Nayla tadi karena gemas ketika melihat Nayla bicara.
"Maaf, sayang... maaf," ucap Dava sembari mengusap lembut salah satu sisi wajah Nayla saat itu.
"Kenapa kamu terus meminta maaf Dav, nggak apa-apa, hanya saja tadi sedikit..." sahut Nayla yang tertahan karena Dava saat itu sudah menarik ujung dagu Nayla kembali dan mendaratkan satu kecupan lembutnya tepat di ujung bibir Nayla di sana. Sangat lembut Nayla rasakan saat itu.
"Gimana? maaf soal yang tadi ya Nay, soalnya itu juga ciuman pertama aku," sahut Dava kemudian dengan jawabannya. Nayla tersenyum sembari mengangguk. Ia juga baru tahu kalau lelaki dewasa di sampingnya itu ternyata juga baru pertama berciuman. Dava pun turut