Separuh terhenyak mengetahui bahwa ia menghalangiku dari tangan hitam legam yang tadi hendak menusukku “sudah kukatakan untuk tidak mengikutiku, kenapa kau selalu seperti itu Adrea??” aku tidak mengerti… dari banyaknya suara kegaduhan yang dahsyat, hanya suara Minorlah yang mampu kudengar saat ini, tubuhku lemas melihatanya yang kini masih menahan lengan yang menusuknya tepat di perutnya.
SRAANGGGG!!!
Lengan itu terputus dan kulirik Rasonlah pelakunya, aku masih tertegun di sana ketika ia menghampiri serta menopang tubuh Minor yang terhuyung, aku tak dapat mendengar ucapan mereka namun detik kemudian Rason melepasnya yang kini terduduk lemas di depan sana dan memilih untuk berjalan kearahku “kenapa sedikitpun kau tidak pernah menurut, Adrea?!” pertanyaannya membungkamku yang kini memi