“Ada apa denganmu?” tanya Markus sambil menerima kupasan jeruk dari Dennis. Dia bukan bertanya pada temannya, tapi bertanya pada Bryan yang duduk lemas di sofa. Sejak Bryan memasuki ruang rawat sampai saat ini, dia belum mengatakan apa pun selain salam sapa di awal kedatangannya tadi. “Brey, aku bertanya padamu?”
“Tidak apa-apa,” jawabnya malas.
“Kau ada masalah di kantor?” tanya Dennis ikut-ikutan.
“Tidak. Aku hanya sedikit lelah.”
Doble lelah menurut Bryan. Lelah karena orang tua Ren tiba-tiba memutuskan hubungannya dengan putra mereka. Lelah juga karena Sandy ternyata sudah punya kekasih. Padahal belum sampai sebulan sejak kejadian Sandy datang ke kamarnya malam itu, sekarang dia sudah punya kekasih. Pantas saja siang tadi lelaki itu tidak begitu tertarik dengannya. Ternyata Bryan k