Maxim menggeliat di tempat tidur. Merenggangkan tulang kakunya pelan-pelan. Untuk kali ini Maxim terbangun setelah lebih dari dua belas jam tertidur, bukan karena terlalu lama tapi karena kedinginan. Pembantunya pasti tidak tahu kalau dia tidak mematikan pendingin ruangan dan tidur tanpa selimut untuk waktu yang begitu lama. Ketika Maxim hendak turun dari ranjang, dia melihat sekelebat bayangan dari bawah pintu kamar. Ada seseorang di depan pintu. Maxim tidak yakin itu pembantunya. Pukul satu malam tidak mungkin ada pembantunya yang masih terjaga
Mengingat Maxim pernah terlibat dengan masalah Markus, dia bisa jadi target pembunuhan juga. Walau penjahatnya sudah ditangkap, tapi dalang di balik kejahatan itu masih ada di luar sana. Kalau benar teori itu, maka seseorang yang ada di luar kama