Sudah saat nya kamu melangkah lebih jauh, lepaskan semua rutinitas mu . Enak saja kau bicara tanpa melihat realita yang terjadi !!
Memang sulit tapi coba lakukan perlahan demi perlahan.
Kau ini orang macam apa ? Yang tidak pernah tau bagaimana sulit nya mencari kebahagiaan walaupun hanya sedikit, kamu itu hanya anak kecil yang tidak tau apa-apa !! Dasar bocah bodoh !
Kenapa tidak kau jual saja logika mu ke orang-orang yang patah semangat .
Setiap malam aku selalu bicara pada diriku sendiri seperti orang gila, tanpa rokok atau tidak aku selalu melamun di setiap malam yang dingin, keluar pintu rumah di atas jam 12 malam, merenung melihat langit lalu menampar pipi ku sendiri dengan pelan, lalu sedikit keras dengan pukulan yang bertenaga tapi tetap menjaga irama suara agar tidak terdengar .
Aku seperti merasa kesepian , hidup sebatang kara , isi rumah memang banyak kepala tapi seperti tidak di anggap .
Lebih baik aku menjadi iblis saja, meracuni pikiran orang-orang untuk tidak memusingkan hidup yang kejam, tapi apa daya ,, atau sesekali aku menggeledah isi gudang mencari laba-laba raksasa untuk memaksa dia menggigit tangan ku supaya aku menjadi spider-Man .
Tidak , benar-benar aku sudah gila !!
Di sepanjang aku hidup ternyata baru di saat seperti ini otak ku bekerja, memahami semua logika yang ada, menelaah prinsip-prinsip orang lain yang katanya hidup itu fana, tidak usah di pikirkan. Kau seduh kopi saja lalu hilang beban yang kau rasa, tambahlah satu atau 2 batang rokok lalu tersenyum lah sendiri di bawah langit yang bergerak, minta pendapat bintang yang bersinar, lalu potret rembulan yang telanjang . Simpan memori nya lalu pergilah tidur , maka kamu akan mimpi indah dan terbangun layak nya pangeran yang hidup dengan bahagia di dalam istana .
Bajingan !!! .. aku sudah mempraktekkan nya 150 kali dalam 1 tahun , mimpi ku sudah overload, tidak ada slot lagi untuk menampung kegembiraan ku dalam mimpi.
Tapi tetap saja aku masih merasa sendiri ..
AKAN KU CERITAKAN KISAH SEORANG ANAK YANG TIDAK HANYA BROKEN HOME TAPI JUGA DI BUANG SAAT USIA NYA MASIH BELIA.
BERKUMPULAH KALIAN PARA PEMBACA YANG MEMBENCI KEHIDUPAN.
AKAN KU BERIKAN REFERENSI TENTANG BAGAIMANA CARA NYA MEMBUNUH DUNIA TAPI DIRIMU BUKAN TERSANGKA ..
~Saat aku masih duduk di bangku SD dan SMP~
Aku tidak terlalu berbakat bicara, apalagi membicarakan tentang kehidupan.
Aku tau sampai pada titik ini aku kurang bersosialisasi , jika sudah punya beberapa teman yang cocok aku hanya ingin bersama mereka, ntah harus aku yang selalu di ejek bahkan di bully tidak masalah asal kita bisa tertawa bersama.
Tapi aku tidak pernah kalah dalam hal ejek - mengejek .
Julukan ku adalah si kurang waras dari Rt 06 tempat ku tinggal .
Unik nya saat ini aku menulis di atas meja dalam kelas yang sedang tidak ada pelajaran karena semua guru sedang sibuk mengurus calon kepala sekolah baru .
Rumor yang ku dengar pencapaian kepala sekolah yang nanti akan naik ini berawal dari tukang es limun di kantin sekolah ku .
Tapi hari ini aku sedang tidak mood untuk membahas calon kepala sekolah .
Mungkin cerita hidup ku kali ini lebih bagus dari penjual limun yang Hoki itu , b*****t lah 15 menit ku terbuang hanya untuk merangkai kata menggali tentang jerih payah nya.
Nama ku erwan , aku tinggal di pusat kota jakarta Selatan . Tepat nya di kawasan mampang prapatan buncit 1 belakang TRANS TV .
Aku tinggal disini sedari kecil, bisa di bilang aku adalah pribumi.
bukan berarti aku sombong karena mengatasnamakan ke pribumian ku .
Aku hanya bangga bisa di besarkan di lingkungan ini.
Bisa di bilang aku adalah tukang kompor, bukan dalam artian berjualan untuk mencari sesuap nasi , aku hanya pandai bersilat lidah ( kata teman-temanku ) . Membuat suasana jadi gaduh, membuat masalah dari hal-hal yang sebenar nya baik-baik saja, mengadu domba antara 1 teman ku dan teman ku yang lain nya, pandai membujuk , merayu , dan boom semua sesuai yang aku harapkan. Dalam ranah pertemanan aku juga cukup di segani, bukan karena aku lebih unggul dari segi pelajaran atau pun arogan dan berlagak seperti preman. Tapi di segani karena dalam soal bercanda dan ejek-mengejek aku yang paling tidak mau di kalah kan hahahaha..
Kebetulan budaya seperti ini di tempat kami sangat bergengsi sekali, terlihat sepele tapi ini lah nilai pertemanan kami di wilayah tempat kami nongkrong .
Aku di besarkan dari keluarga keturunan betawi tulen, mamah ku PNS ayah ku sudah pergi dari aku kecil , kemungkinan itu juga masih simpang siur beritanya karena aku hanya dapat cerita dari posisi mamah ku, secara info aku dapat cuma dari satu sisi saja tapi karena aku tidak terlalu mau ambil pusing ku iyakan saja semua cerita yang ku dengar agar semua nya terlihat baik-baik saja. Lagi pula usia ku juga masih 10 tahun waktu itu .
Aku punya seorang kakak perempuan dan adik perempuan. Kita hanya tinggal berempat saja dan aku satu satunya laki-laki di rumah yang kami tempati bersama .
“ Wan !! “
Dan hari itu . . . ( aku yang masih sibuk menulis )
“ Wan !! “
Ternyata kawan ku Rizal yang sejak tadi memanggil tapi aku tidak dengar. Karena jika sudah fokus mengerjakan suatu hal aku merasa tidak perlu siapa-siapa lagi selain imajinasi .
Budi !!! , ett buset ni anak k*****t banget di panggil-panggil dari tadi . “ teriak teman ku Rizal sambil mencopot earphone yang sedang aku pakai untuk mendengarkan lagu .
Budi itu di artikan ( b***k DIkit ) . Haha b*****t banget ya kalo punya temen yang sering gonta ganti nama orang .
Ternyata Bel sekolah tanda istirahat sudah berbunyi , teman-teman ku yang lain lekas berlarian ke kantin untuk jajan. Dan aku masih dengan gerak yang sangat lambat tidak terlalu senang mendengar jam istirahat dan tidak mau beranjak dari tempat duduk.
Kalian pikir karena aku adalah orang yang hemat ??
Bacottt lah , ini terpaksa karena aku tidak di kasih uang jajan gara-gara mamah ku habis dapat telpon dari wali kelas yang memberitahu bahwa kemarin aku cabut sekolah.
Habis di sidang di ruang tamu saat itu padahal masih SMP, di sidang tanpa presentasi Plus sedikit tamparan 5 jari dewa di pipi kiri .
* Gue kasih tau, kalo nyokap lu marah sama lu dan lu bener anak laki-laki , jangan pernah lu tatap mata nya, nunduk aja. Berharap dia main tangan sama lu berharap dia ngasih lu pelajaran dengan cara di tampar atau di cubit .
Biarkan dia keluarkan rasa kekesalan nya dia , Sesekali lu bikin dia seneng dengan cara masang badan dan terima luapan emosi nya. Gak perlu lu jelasin apa-apa. *
Padahal SMP ku ini belakang rumah , cuma emang gabisa langsung dri belakang rumah pintu di buka trus sekolah, tetep juga aku harus muteri kampung dulu .
Justru karena harus muteri kampung itu aku jadi kebablasan muterin beberapa kampung.
Aku memang dari SD sudah suka yang namanya cabut sekolah, dan itu kebawa terus sampai aku SMA dan kuliah .
Mungkin dengan adanya penulisan Hobi waktu aku SD itu memang tidak berpengaruh apa-apa .
Ingin rasanya ku tulis di situ hobi : cabut sekolah .
Kegemaran ku padahal dari kelas 4 SD adalah cabut sekolah , sebelum berangkat minta di bikinin sarapan sama bibi buat makan di tempat rental PS .
Dari rumah jalan 30 meter belok kiri masuk gang kecil mampir di warung nya mpok uut beli rokok djarum super 4000 .
Memang aku mulai merokok dari kelas 4 SD karena pergaulan di lingkungan rumah ku.
Pok uut ? Beli pok biasa .. “ enak nya kalo udah langganan begini, irit omongan tinggal teriak aja seperti biasa “ hahaha
“ iyee bentar ..” sahut pok uut dari dalam rumah.
Yah ini sih bocah yang kerjaan nye ngabisin duit orang tua doang ni, bolos sekolah mulu “ di tambah celetukan khas emak-emak dasteran belakang komplek.
“ bukan begitu mpok, justru ini bagian dari peduli sesama, peduli tetangga, ngelarisin dagangan tetangga mah hal mulia juga pok “ ku tanggapi dengan bercanda..
“ bodo amat , yang penting dagangan gue laku “ sahut pok uut lagi .
Sembari kita akhiri dengan tertawa bersama.
Watak nya pok uut ini emang terkenal emak-emak julid di daerh rumah ku, tapi dia juga tidak mungkin lapor ke mamah ku jika aku merokok dan bolos sekolah lagi..
Karena pas sewaktu aku kelas 1 SMP dia pernah melapor ke mamah ku , tapi dia lupa kalau anak nya yang bernama ikhsan itu junior ku di sekolah .
Jadi di sekolah tempat ku ini jadi 1 dari SD sampai SMA walaupun yang SD beda gedung, dia ada di depan.
Setelah aku di marahi mamah ku terkait laporan dari pok uut , esokan hari nya di sekolah anak nya ikhsan selalu aku paksa untuk membelikan aku jajanan pas istirahat .
Lalu aku bilang k ikhsan, aku akan berhenti memalak dia sampai ibu nya bilang ke mamah ku kalau waktu itu ibu nya salah lihat, bahwa bukan aku yang merokok dan bolos tapi teman ku.
Mendengar aduan dari anak nya mpok uut juga tidak berani melawan dan malah tambah kesal, justru keesokan sore hari nya dia benar-benar datang ke rumah ku bertemu dengan mamah ku dan memberikan arahan ke mamah ku sperti yang sudah aku bilang k ikhsan .
Dari sini aku juga merasa tidak enak, bukan malah bangga. Justru aku melihat mpok uut sangat khawatir sekali dengan anak nya.
Mungkin benar juga jika kasih sayang ibu itu tidak akan ada batasnya.
Hari-hari ku seperti biasa saja kuisi dengan bermain, jarang belajar dan sebagainya.
Pagi berangkat sekolah, siang sudah pulang, main sampai sore, skitar jam 18.00 sore pulang.
Mandi , makan malam, lalu pergi main lagi jam 19.00 sampai malam.
Rutinitas yang sebenar nya membosankan .