Suasana dinginnya pagi dengan sedikit kabut yang masih menyelimuti tak sama sekali mempengaruhi gadis yang kini tengah sibuk menyikat giginya sembari bersenandung kecil. Ia tak lain adalah Aileen, sang putri bungsu keluarga Duncan.
Dengan air yang masih menetes dari rambutnya, Aileen meghiraukan rasa dingin yang menerpa dirinya. Padahal terlihat jelas sekali bahwa bibir gadis itu terlihat mulai membiru dan kulit jari yang sudah mengerut.
Terbangun dijam empat pagi, berolahraga di gym pribadi mansionnya dan sekarang mandi dipagi buta.
Dia tentu saja tidak melupakan salah satu larangan yang ditetapkan keluarganya untuknya bukan? Tubuh Aileen yang rentan terhadap suhu dingin dan penyakit Asma yang di deritanya membuat keluargannya begitu protective terhadap Aileen, karena hampir seluruh aktivitas keseharian Aileen terpantau oleh keluargannya juga tak lupa segala aturan yang wajib Aileen patuhi.
Setelah selesai menyikat giginya Aileen berjalan perlahan menuju ranjangnya, tangannya berusaha memeluk tubuhnya yang hanya terbalut t-shirt pendek guna menghalau hawa dingin yang terus menusuk.
"Dingin banget, Ai bisa jadi es batu kayanya" Aileen mengusap-usap rambutnya dengan handuk berwarna ungu, warna kesukannya.
Bibirnya menggigil kedinginan, badannya pun mulai terasa lemas.
"Tapi gapapa deh yang penting nanti jalan-jalan sama Kak Al" bibirnya mengukir senyum manis tatkala teringat hari ini ia memiliki rencana untuk jalan-jalan dengan kekasihnya.
"Ini hairdryer Ai mana ya perasaan biasanya ada disini" Gerutu Aileen mengobrak abrik isi laci meja riasnya.
" Ini pasti Abang yang pinjem tapi gak bilang Ai"
Aileen menghentakkan kakinya kesal lalu beranjak keluar kamar untuk menemui Abangnya yang pasti saaat ini masih bergelung nyaman dengan selimut tebalnya.
Tok tok tok
" Abang bukain" Kata Aileen dengan tak sabaran
" Abang buka pintunya, hairdryer Ai balikinnn" teriak Aileen mengedor-gedor pintu kamar abangnya.
" Abang ih buruan " kenapa Abangnya ini lama sekali, Aileen semakin merasa dingin dengan rambutnya yang masih basah.
Aiden yang merasa terganggu dengan gedoran pintu kamarnya itupun mulai beranjak dari kasurnya dengan berjalan lunglai untuk membukakan pintu.
"Ada apa baby? Ini masih pagi" Aiden mengacak-acak rambutnya yang sudah seperti sarang burung itu.
"Hairdryer Ai abang yang bawa ya?" ujar Aileen memasang muka galaknya.
" Abang nggak tau baby, ini masih jam empat kamu mau ngapain?" tanya Aiden heran, pasalnya jarang sekali adiknya ini bangun pagi-pagi sekali dihari weekend.
"Rambut Ai masih basah abang, Ai mau pake hairdryernya" gemas Aileen, untuk apa ia mencari hairdryer jika bukan untuk mengeringkan rambut?menyetrika?
" Ayo abang manaa, kalo nggak ada Ai pinjem punya abang dulu deh, Ai udah ga nyaman soalnya" nada bicara Aileen mulai memelan, dadanya terasa terhimpit karena terus-terusan bicara dari tadi.
Aiden yang merasa ada yang aneh dengan adiknya langsung mengalihkan atensi sepenuhnya kepada Aileen.
Menatap Aileen dari atas sampai bawah, kenapa adiknya ini terlihat begitu pucat, rambutnya yang lepek menambah kesan memprihatinkan.
" Hey kamu kenapa baby, ada yang sakit?" Aiden benar-benar merasa khawatir, tangannya mencoba mengecek suhu tubuh Aileen. Dingin, itu yang Aiden rasakan.
" Astaga kamu dingin banget baby, kamu kenapa huh?" Aiden mencoba menyugar rambut adiknya untuk memperlihatkan wajahnya yang sedari tadi menunduk.
Gosh, mata Aileen benar-benar terlihat sayu.
" Pusing abang, d**a Aileen rasanya sesek" Aileen menyandarkan kepalanya ke d**a Aiden dengan kedua tangan yang mengalung pada leher Aiden mencoba mencari kehangatan.
Aiden yang merasa adiknya tidak baik-baik saja itupun langsung dengan sigap mengangkat Aileen kedalam gendongannya.
" Abang panggilin mommy ya buat gantiin baju kamu" Aiden mengelus sayang punggung Aileen dan kemudian membawa Aileen masuk ke dalam kamarnya.
Setelah memastikan Aileen tertidur dengan nyaman di kamarnya, Aiden berlalu keluar memanggil sang mommy untuk menggantikan baju yang lebih hangat untuk Aileen.
Tak lama Rianty datang tergesa-gesa dengan wajah khawatirnya disusul oleh Antonio yang tak kalah khawatir.
" Astaga sayang" Rianty duduk disamping ranjang mengelus wajah Aileen yang tertutupi oleh rambutnya.
" Pusing mommy, d**a Ai sakit" adu Aileen dengan wajah yang menahan sakit.
Suhu kamar Aiden sudah diatur menjadi hangat mengingat Aileen yang terus mengeluh dingin, Aiden juga sudah memakaikan selimut tebal miliknya.
" Iya sayang, mommy gantiin baju Ai dulu ya sama keringin rambutnya biar Ai nggak dingin lagi"
" Mas kamu tolong siapin mobil kita bawa Aileen ke rumah sakit sebentar lagi" ujar Rianty pada Antonio yang sedang menghubungi seseorang.
"Mobilnya udah di siapin Aiden, aku baru aja telfon Dokter Liana buat siapin ruangan Aileen" jelas Antonio kemudian menghampiri ranjang Aileen, mengecup kening Aileen sayang.
" Jangan sakit baby, daddy khawatir" bisik Antonio pelan, lalu beranjak keluar untuk membiarkan Aileen berganti.
**********
Kini Aileen tengah berada di gendongan Antonio menyusuri lorong rumah sakit menuju ruang rawat yang memang di khususkan untuk Aileen.
" Ai gamau disini daddy" lirih Aileen dengan mata sayu menatap sekelilingnya.
" Cuma sebentar princess it's okay" ucap Antonio meyakinkan.
Setelah Aileen di baringkan di bankar ruang rawatnya, Antonio dan Rianty keluar membiarkan Dokter Liana untuk memeriksa keadaan Aileen.
" Mom, dad gimana keadaan Aileen?" Aiden datang dengan tergesa-gesa menghapiri kedua orang tuanya.
" Ai lagi diperiksa sama Dokter Liana" jawab Rianty yang sedari tadi tak lepas memandang pintu ruang rawat Aileen.
Hening.
Ketiganya menunggu dengan tak sabar, kapan Aileen selesai diperiksa apakah keadaannya separah itu. Rasa khawatir mereka semakin bertambah.
" Aiden" suara Antonio memecah keheningan.
" Kenapa dad?" tanya Aiden menatap sang daddy
" Alpha sudah tau kalau Aileen masuk rumah sakit?"
Oh s**t dirinya lupa untuk memberitahu Alpha, tadi Aiden benar-benar kalut melihat Aileen kembali drop. Melihat adiknya mengeluh sesak dengan wajah yang menahan sakit membuat Aiden benar-benar lupa untuk mengabari Alpha.
" Aiden lupa dad, Aiden telfon Alpha sekarang"