BAB 1. Finally Begin
"Assalamualaikum.....Nayaa.!!" teriak Juned sambil menggedor pintu rumah Naya tak sabar.
"Naya, pintunya buruan dibuka itu sebelum dijebol sama Juned" Mamah Naya geleng-geleng melihat tingkah laku sahabat anaknya.
"Iya mah.. sabar. Kayak nggak tau Juned gimana aja" jawab Naya lalu mulai membuka pintu rumah.
"Napa sih Jun, pagi-pagi udah heboh aja? " tanya Naya. Bukannya menjawab namun Juned malah menerobos masuk ke rumah dan menyapa Mamah Naya.
"Pagi Tante.. lagi sarapan ya? Juned mau lihat pengumuman dulu ya Tan"
"Iya iya.. nanti kalau sudah sini ikut makan"
Naya lalu menyalakan laptop di kamarnya. Juned lantas sibuk komat-kamit membaca semua doa yang dia bisa.
"Bismillah... keterima ya Jun" ucap Naya.
Woilaa..! Disanalah nama Nayanika Rahayu tercantum, lolos sebagai mahasiswi penerima beasiswa. Mata Naya pun berkaca-kaca.
"Alhamdulillah Naayy... " Juned menepuk pundak Naya.
"Maaah... Naya loloss...!!! gue lolos Juun.. Ya Allah.!! .. oke, sekarang gantian punya lo ya" Naya lalu mulai masuk ke akun pendaftaran Juned Ya, Naya dan Juned sudah lama bersahabat, sejak Juned pindah ke Bogor dari Semarang beberapa tahun lalu. Disini Juned atau Junaidi Irham ikut tinggal bersama kakek neneknya setelah orangtuanya meninggal karena kecelakaan kerja di pabrik.
"Alhamdulillah ya Allah Gustii.... gue lolos juga Naaay.!!! Aduuh.. lemes dengkulku (lutut gue)" saking bahagianya keluarlah logat Jawa Juned.
"Gimana? kalian barengan lolos di Bumisatya?? " tanya Mamah Naya ikut nimbrung ke kamar.
"Iya Tante. Kata Kakek kalau keterima habis ini mau beli laptop buat kuliah" curhat Juned. Naya dan Mama tersenyum, memang selama ini jika ada tugas sekolah yang membutuhkan komputer Juned selalu datang meminta tolong pada Naya. Juned yang sudah tak memiliki orang tua dan Naya yang seorang yatim membuat mereka semakin dekat satu sama lain. Perjuangan mereka beberapa bulan terakhir untuk mendapat beasiswa di Bumisatya pun terbayar sudah dengan keberhasilan mereka.
"Yaudah yuk.. sini kalian sarapan dulu" ajak Mama Naya.
~~~~~~{}{}{}~~~~~~~
Malam ini hati Naya terasa begitu damai. Cita-citanya untuk masuk ke Universitas Bumisatya tercapai. Apalagi Juned juga diterima. Ia semakin bersemangat menanti hari pertama ia berangkat kuliah.
"Bahagia banget kayaknya, sampe senyum-senyum sendiri" suara Mamah mengagetkan Naya yang sedang melamun di kursi ayunan depan rumah. Naya menggeser duduknya dan kini Mamah duduk disampingnya.
"Iya dong Mah. Kan Naya udah berhasil masuk Universitas impian Naya, jalur beasiswa juga. Iih.. seneng banget. Paling sekarang Juned juga kayak Naya. Malah parah dia mungkin, biasanya guling-guling di kasur dia kalau kesenengan" Naya kembali mengingat saat melihat Juned guling-guling saking bahagianya saat ia mendapat kado sebuah Headphone dari Naya, tawanya pun pecah.
"Karena sekarang Naya udah mahasiswi, harus bisa lebih dewasa ya. Hati-hati dalam pergaulan, belajar yang rajin" pesan Mamah sembari membelai rambut Naya.
"Iya Mah.. pokoknya doain aja yaa" Naya lalu memeluk Mamah.
Drrt.. drrt.... tiba-tiba ponsel Naya bergetar.
"Siapa Nay? " tanya Mamah. Naya melihat ponselnya lalu tertawa lebar.
"Tuh kan Mah. Juned, paling mau heboh lagi dia" Naya lalu mengangkat telpon Juned.
"Gak bisa tidur gue Nay. Hehe.. masih kepikiran tadi"
"Loh Tante belum tidur? "
"Besok temenin belanja yuk.. lo kan pinter kalo nyari barang harga murah Nay"
"Siip..! Dah sono tidur lo. Ayunannya mau gantian dipake mbak kunti nohh.! Hahaha... "
"Yoi... "
Naya menutup telpon lalu melihat ke sekitarnya. Bulu kuduknya tiba-tiba merinding. "Yee.. dasar Juned peak! " Naya lalu berlari masuk ke rumah.
~~~~~~{}{}{}~~~~~
"Mamah.. Naya pergi dulu ya, mau beli perlengkapan ospek sama Juned" pamit Naya lalu mencium tangan Mamah yang sedang asyik membaca majalah.
"Iya hati-hati, pulangnya jangan kemaleman loh. Kayaknya nanti malem mau hujan" pesan Mama.
"Iih.. Mamah, kayak peramal cuaca aja deh. Haha.. iyadeh.. Naya pulang cepetan" Jawab Naya sembari membuka pintu dan pergi.
"Hmm.. anak jaman sekarang"
Naya berjalan perlahan sembari melihat ke sekeliling. Kebanyakan rumah disini mulai banyak yang berubah menjadi kostan, karena daerah sini yang dekat dengan berbagai kampus terkenal. Tapi ada satu bangunan yang masih terlihat sama dari dulu ia kecil tak pernah berubah. Rumah berwarna cat hijau tua perpaduan hitam bergaya bangunan betawi jaman dulu. Naya lalu masuk ke dalamnya.
"Assalamualaikuum...nenek, Juned mana? " Naya menghampiri Nenek Juned yang sedang menyapu disamping rumah.
"Walaikumsalam.. lagi mandi neng, tunggu aja didalem" jawab Nenek.
"Iya Nek, Naya masuk dulu"
Dan ternyata di ruang tamu ada Kakek yang sedang menonton tv sambil memakan cemilan favoritnya, yaitu kue semprong.
"Kakek..asik banget kayaknya. Nonton apa sih? " Naya lalu ikut duduk disamping kursi kakek.
"Biasa.. jaman sekarang beritanya aneh-aneh neng. Tiap hari adaa.. aja masalah. "
"Haha.. kakek bisa aja"
"Mau kemana sama Juned neng? Kemarin Juned bilang katanya mau pergi sama Neng Naya" tanya Kakek sambil membetulkan letak kacamata di hidungnya.
"Mau beli perlengkapan buat ospek di kampus Kek"
Juned terlihat sudah rapi lalu menghampiri Kakeknya dan mencium tangannya.
"Juned berangkat dulu Kek" pamitnya. Naya lalu ikut mencium tangan Kakek.
"Hati-hati.. jangan ngluyur ya Jun" pesan Kakek.
"Dih.. Kakek mah. Neekk... Juned berangkaaatt...!" pamit Juned pada Neneknya di samping rumah.
"Yaaa... hati-hati"
Juned lalu keluar rumah membawa dua helm dan memberikan satu pada Naya. Menyalakan vespa milik kakek yang jadi sahabat baiknya kemanapun dia pergi.
"Udah tau belom ini mau beli dimana?" tanya Juned bingung.
"Adaa lah pokoknya tinggal ikut aja" jawab Naya. "Tarik Maaang... "
"Yee.. dikira apaan" gerutu Juned.
Vespa pun melaju meninggalkan asap kelabu, mengantar Naya dan Juned ke pusat kota.
~~~~~~{}{}{}~~~~~
" Oke.. sekarang kita mau beli apa dulu nih? "tanya Juned sesampainya mereka di Mall Bogor. Disini selain butik barang branded juga tersedia beberapa kios perlengkapan tulis dengan harga miring yang terkenal.
" Ke Stationary dulu aja. Beli karton, spidol, sama pita buat bikin papan nama. Trus bola plastik sama permen lolipop. Di lantai 2 tokonya" ajak Naya.
Juned pun ikut kesana sambil melihat kanan kiri yang dipenuhi anak-anak muda yang sedang hang out di pagi weekend ini. Kalau tidak bersama Naya, biasanya Juned kesini bersama teman-teman nongkrongnya di SMA. Tapi semenjak mereka mulai coba-coba minum miras Juned mulai perlahan menjaga jarak dari mereka.
Terlihat di lantai 2 banyak toko pernik-pernik yang menjual berbagai macam boneka, aksesoris, dan beberapa mainan anak.
"Nah itu Jun.! " Naya lalu menunjuk sebuah toko besar disisi kanannya setelah keluar dari eskalator. Seperti biasanya Stationary saat mulai ajaran baru, buku tulis pun banyak dipajang didepan pintu masuk toko. Mereka berdua pun masuk kedalam. Terdengar suara musik mengalun cukup keras menyajikan lagu pop western yang sedang hits.
"Wiih... lihat Jun! Lagi diskon ini. Pas banget yang dibutuhin aduuh.. " sorak Naya melihat jejeran Spidol yang ditempeli papan Sale.
"Halah.. aslinya juga harga segitu. Paling di mark up duluan harganya baru didiskon" sanggah Juned ketus.
"Idiih... tapi ini beneran murah tau Jun" Naya sibuk memilih spidol mana yang akan dia beli.
"Yaudah gue pilihin juga. Gue mau nyari kartonnya dulu biar cepet" pamit Juned lalu menuju rak lain. Akhirnya ditangan Naya sudah ada dua spidol.
"Oke.. tinggal nyari pita, bola, sama permen" gumam Naya.
Dddrrt.... ddrrtt... ponsel Naya berdering. Dia lihat ada nama Mamah disana.
"Kenapa nih Mamah, baru juga pergi. " Naya lalu menjawab telpon Mamah.
"Nay.. Mamah $&#($) _;" Suara telpon Mamah tertutup oleh suara musik dan pengunjung Toko yang sedang ramai.
"Halo.. Naya.. udah denger belom? " tanya Mamah.
"Mamah minta titip sekalian beliin Sate Madura ya, buat lauk nanti malem"
"Iya kan biasa disitu. Beli tiga puluh ribu aja ya"
"Oke.. makasih sayang"
< "Sama-sama Mamah sayang... " Naya lalu menutup telponnya. Tiba-tiba dari kejauhan dilihat ada seorang entah laki-laki atau perempuan bertopi dan jaket tudung berlari sambil mendekap sebuah tas wanita menuju ke arahnya. Dibelakangnya tampak seorang gadis mengejarnya.
" Copeeettt... toloooongg" teriak gadis itu.
Tanpa pikir panjang sesampainya didepan Naya, ia menjegal kaki copet itu lalu merebut tas yang tadi didekapnya.
"Lari kaaaakkk.. " teriak Naya lalu berlari menuju ke keramaian di depan Stationary. Si copet lantas kabur melarikan diri ke parkir di basement. Gadis yang tadi dilihat Naya lalu menyusul Naya dan menghampirinya.
"Kakak tadi dicopet dia? "tanya Naya dengan nafas yang terengah-engah.
" Iya, itu tasku. Untung keburu sadar"jawab gadis itu. Gadis yang ternyata sangat cantik berwajah blasteran bule
"Ini tas nya kak. Lain kali hati-hati ya" Naya lalu menyerahkan tas itu pada gadis itu.
"Iya.. Makasih banget ya" ucap gadis itu lalu mengeluarkan beberapa lembar pecahan seratus ribu.
"Nggak seberapa sih.. tapi aku makasih banget loh. Ini tas berharga banget buatku" ia menyodorkan uang itu pada Naya.
"Aduh.. nggausah Kak. Tadi saya cuma bantu aja karena kebetulan saya disitu juga. Serius deh.. ikhlas saya bantu" tolak Naya perlahan sembari mendorong tangan gadis itu yang hendak memberinya uang.
"Kamu baik banget sih.. Pokoknya kalau kita ketemu lagi aku traktir deh. Sayangnya lagi buru-buru banget" ucap gadis itu.
"Iya kak.. saya juga seneng bisa bantu"
"Yaudah kalau gitu aku duluan ya.. " pamitnya sambil melambaikan tangan
"Iya kak.. hati-hati" Naya lalu memperhatikan gadis itu peegi sampai menghilang dari pandangannya.
'Cantik banget sih.. jadi cewek' batinnya terkagum-kagum.
"Woy... kemana aja sih Nay. Gue cariin loh" tiba-tiba Juned menepuk pundaknya. Kesal, sedari tadi setelah ia mencari karton Naya justru menghilang.
"Tadii.. angkat telpon Mamah dulu, berisik disini. Eh tadi belanjaanya gue taruh di keranjang deket kasir loh" jawab Naya.
"Iya.. udah gue bayar nih. Yok tinggal cari sisanya. Eh..emang Tante kenapa? " tanya Juned sambil berlalu membawa plastik belanja.
"Minta nitip sate Madura.. "
"Asiik.. ikut makan boleh nih" celetuk Juned.
"Idiih.. iyaiyaa.. " Mereka pun lanjut mengunjungi toko lain untuk membeli sisa dalam list perlengkapan ospek.
~~~~{}{}{}~~~~