BAB. 3 Hi you!
Waktu menunjukkan jam 12 siang, saatnya isoma. Para peserta ospek pun banyak yang mulai menuju kantin, toilet, dan mushola. Naya, Rachel, Fella dan Tiara memutuskan untuk istirahat di taman dulu.
"Tadi matkul umum kita berempat samaan ya? " tanya Tiara.
"Iya, tapi Naya tambah ambil matkul pendidikan agama Islam juga. Ya kan Nay? " tanya Rachel.
"Yupp.. semoga pilihan gue di semua prodi itu tepat deh" doa Naya.
"Santai aja kali Nay, mahasiswi jalur beasiswa kan pada terkenal pinter-pinter. Pasti bisa lo" Fella lalu menepuk pundak Naya.
Naya kembali lega. Meski sahabatnya ini dari golongan atas, tapi mereka memandang mahasiswa seperti dirinya dari sudut pandang yang bagus, bukan meremehkan karena mendapat bantuan biaya kuliah.
"Yaudah gue mau ke mushola dulu ya, kalian kalo mau ke kantin duluan aja" pamit Naya.
"Oke.. " jawab mereka.
Sesi berikutnya dimulai. Kali ini kembali dengan games baru yang menurut Naya cringe banget yaitu nembak senior dengan undian nama. Jadi para junior maju satu per satu lalu mengambil undian nama senior. Nama senior yang mereka dapat dari undian lah yang harus mereka tembak dan foto selfi bersama sebagai bukti. Rachel dan Fella tak berhenti tertawa ngakak setiap ada giliran junior yang mengambil undian nama, dan diantara mereka berempat Tiara yang mendapat kesempatan pertama mengambil undian.
"Ayok topi bola kuning. Kalo jalan cepetan dikit" teriak senior pakai toa.
Tiara lalu mempercepat langkahnya dan mulai mengambil undian.
"Dibaca itu, dapet siapa? " tanya senior.
"Pambudi kak" jawab Tiara.
"Woow... ada yang dapet Pak Ketum nih kayaknya. Yodah sana cari. Ayok selanjutnya" teriak Senior tadi.
Tiara pun panik. Hah? Senior si Ketua BEM yang keliatan serius banget itu? Tiara pun melihat ke arah teman-temannya dengan tatapan melas, sementara teman-temannya dibelakang tertawa tak henti-henti.
"Semangat ya Raa... Hahaha"
"Awas lo ya Chel" Tiara jadi kesal sendiri lalu mulai mencari Kak Pambudi.
Kini giliran Naya maju untuk mengambil undian, dan saat dibaca nama didalamnya,
"Andrianu Kak" jawab Naya.
"Oke.. cari tau Kak Andrianu yang mana ya. Awas nanti naksir beneran. Haha.. next yok" teriak si senior.
'Idiih... kenal aja nggak, gimana mau naksir' batin Naya.
Naya lalu mulai mencari Andrianu. Kenapa bisa kebetulan sekali Naya mendapat namanya?
Setelah mencari kesana kemari, akhirnya Naya melihatnya di depan perpustakan kampus. Dikelilingi oleh beberapa mahasiswi. Ada yang tampak malu-malu, ada yang memang genit. Naya lantas mengernyitkan dahi.
"Aduuh.. demi apa sih ini game nya alay banget dehh" Naya rasanya ingin sekali teriak. Dia bahkan belom pernah seumur-umur pacaran, ini malah disuruh nembak duluan.
"Ehh.. anak baru, ngapain kek bocah ilang? " tanya seorang senior dari belakang mengagetkannya. Mungkin karena daritadi ia mondar-mandir sendiri sementara mahasiswa lain sudah sibuk disekeliling senior mereka.
"Iya kak maaf" Naya lalu perlahan mulai menghampiri Andrianu. Ia diam menunggu giliran sampai gadis terakhir pergi baru Naya mulai bicara.
"Mm.. hai kak, saya dapat nama kakak dari undian"
"Oke... trus? "
"Mm.. ya kakak mau nggak? " tanya Naya kaku dengan pandangan menatap sepatunya.
"Mau apa? " tanya Andrianu sengaja mempermainkan Naya. Naya lalu menatap matanya. Melihat tatapan mata Naya yang intens melihatnya, Andrianu jadi salting juga.
"Saya disuruh nembak Kakak. Mau nerima saya nggak? " tanya Naya sedikit kesal.
"Hm.. boleh, tapi nyanyi dulu atau joged terserah" jawab Andrianu santai. Naya rasa ingin sekalii melumuri muka Andrianu dengan sambal trasi.
"Oke deh saya nyanyi" Naya lalu mulai menutup mata dan bernyanyi.
And all my friends they tell me they see
You're planning to get on one knee
But I want it to be out of the blue
So make sure I have no clue
When you ask
Baby, take my hand
I want you to be my husband
'Cause you're my Iron Man
And I love you 3000
Baby, take a chance
'Cause I want this to be something
Straight out of a Hollywood movie
Terdengar suara tepuk tangan Andrianu, dan saat ia membuka mata, ada beberapa senior dihadapan Naya ikut mendengarkan nyanyiannya.
"Well.. such a good voice huh? " komentar salah satu senior itu.
"I guess.. yaudah sini yuk foto" Andrianu lalu melambaikan tangan agar Naya mendekat. Lalu mereka selfi berdua di ponsel Naya.
"Makasih kak Andrianu" ucap Naya lalu kembali menuju aula tempat pengundian.
Disana sudah ada banyak mahasiswa yang telah menyelesaikan tugasnya. Tiara, Rachel, dan Fella pun sudah kembali duduk di kursi sebelumnya. Naya lalu menyusul mereka setelah memperlihatkan bukti fotonya dengan Andrianu.
"Lama bener lo Nay, yang lain udah kelar dari tadi" tanya Fella.
"Paling juga dikerjain dulu sama Andrianu. Haha.. "jawab Rachel.
" Iih.. kok tau sih Chel? Sebel banget gue ama dia"Naya kembali merasa kesal kalau mengingat kejadian tadi.
"Emang lo disuruh ngapain Nay? " tanya Tiara.
"Masa gue disuruh nyanyi depan banyak senior" jawab Naya.
"Itu sih gampang, kesian noh Tiara, dia disuruh baca pembukaan UUD45 sama Kak Pambudi. Hahaha.. " Fella lalu dilempar pulpen Tiara.
"Aduh.. ya maap ya Ra" ejek Fella makin membuat Tiara kesal. Naya lalu ikut menertawakan kesialan Tiara.
"Eh.. lo hari ini beneran gak bawa motor kan Nay? Hang out bentar boleh lahh" Rachel kembali mengingatkan Naya.
"Iya-iya.. aman pokoknya" jawab Naya.
~~~~~{}{}{}~~~~~
Kegiatan ospek hari itu sedikit lebih lama dari biasanya. Naya dkk pun memutuskan untuk hang out di Cafe Chill'n'Heal dekat kampus mereka saja. Karena masih jam 5 sore, suasana kafe masih sedikit sepi. Mereka lalu memilih meja di bagian outdoor kafe.
"Kalian udah pernah kesini ya? " tanya Naya.
"Belom sih, ini baru nyoba. Kayaknya asik tempatnya" jawab Rachel.
"Iya, gue juga bosen di tempat itu itu mulu" sahut Fella.
"Mbak.. " Tiara lalu mengangkat tangannya memanggil pramusaji. Tak lama pramusaji datang membawa buku menu dan mereka berempat pun memilih.
"Gue boba milky 1,fries 1, sweet cupcake 1 aja" pesan Fella.
"Gue samaan kek Fella" pesan Tiara.
"Mm.. gue ice lemon tea 1, sama indomi kuah telor 1 kak" pesan Naya.
"Lo laper Nay? " tanya Rachel.
"Iyalah.. pulang ngampus selalu kebut makan gue Chel" jawab Naya tanpa keraguan sedikitpun.
"Yaudah deh gue pesen Rainbow dessert, Es kelapa muda, fries 1, brownies tart 1,sama teriyaki chicken 1 ya" pesan Rachel.
"Baik Kak, mohon ditunggu pesanannya" Pramusaji tersebut lalu kembali ke pantry.
"Lo pesen makan kek mau nguli aja Chel" gumam Fella heran.
"Nah itu Naya laper. Kalian nggak laper? " tanya Rachel.
"Hm.. iya juga sih. Hahaa.. "jawab Fella.
"Eh Nay emang lo tadi disuruh nyanyi apa sama Andri? " tanya Rachel.
"Ya apa aja boleh.. yaudah deh seinget gue aja" jawab Naya.
"Napa tadi nggak bilang lo temen gue? kali aja gak usah suruh nyanyi" tanya Rachel heran.
"Yee. itu sih namanya Nepotisme" sela Tiara.
"Bilang aja lo masih kesel gara-gara dikerjain kak Pambudi Ra" celetuk Fella membuat Tiara semakin kesal lalu mulai mencubit Fella.
"Eh btw emang kalian segitu deketnya ya? " tanya Tiara penasaran.
"Yaa.. meskipun gak satu sekolah pas SMP SMA tapi kadang gue sama bokap diundang makan ke rumahnya atau gantian ke rumah gue. Kan udah gue bilang bokap kita deket" jawab Rachel.
"Idiih.. Rachel doang paling tuuh. Coba telpon kak Andrianu, bisa nggak? " goda Fella.
"Hm.. Rachel ditantang. Bentar ya.. " Rachel lalu mengeluarkan ponselnya dan mulai video call Andrianu.
"Ehh.. gilak. Gak videocall juga kali Chel" sekarang justru Fella yang kelimpungan.
Andi ternyata mengangkat telpon Rachel.
"Hi Ndri.. wassup? " tanya Rachel.
"Santai aja. Tumben vc ada apa Chel? " Andri penasaran.
"Nggak papa, pengen telpon aja. Eh btw kenalin ini temen-temen gue, Fella, Tiara sama Naya. Say hi guys.. "
"Halo kak Andri" sapa Tiara dan Fella.
Kebetulan pesanan makanan sudah datang Naya segera ikut membantu pramusaji menggeser piring di meja.
"Eh.. itu Ironman ya? " tanya Andrianu.
"Ironman apaan? " Rachel tak mengerti maksud Andri.
"Itu, temen lo yang minum. Dia kan tadi nyanyi lagu Ironman depan gue" jawab Andri.
Naya yang baru sadar lalu ikut menyapa Andri dengan malu-malu.
"Hehe.. halo kak"
"Emang lagu Ironman lagu apaan sih? " bisik Tiara pada Fella.
"Hallaah.. itu loh, lagu Stephani Poetri I Love You 3000" Jawab Fella. Tiara pun manggut-manggut.
"Namanya siapa tuh Chel? " tanya Andri
"Nayanika.. eh udah ya, kita mau makan dulu pesenannya udah dateng. Bye Andri.. " pamit Rachel lalu menutup telponnya.
"Yuk guys... dimakan, ntar diabisin Naya loh. Lagi laper berat kayaknya dia" goda Fella.
"Huushh.. tenang aja, ntar gue sikat smua" Naya lalu fokus makan.
"Iya guys.. Ironmannya laper. Hahaha.. " tawa mereka bertiga sementara Naya asyik lanjut makan.
Setelah semua selesai makan, jam menunjukan pukul 7 malam. Tak terasa sudah 2 jam mereka makan sambil bercanda di kafe, sesekali gibah tentang gadis muda yang datang bersama Om om. Siapa lagi kalo bukan Rachel paling semangat dan Fella yang paling dark candaannya.
"Temen-temen, pulang yuk. Dah jam 7 nih. Bisa diomelin Mamah seabad gue kalo pulang kemaleman. Soalnya tadi kan gak pulang dulu" ajak Naya merengek.
"Yaya... bentar gue ke cashier dulu" Rachel lalu membayar bill dan mereka menuju ke mobil Rachel untuk pulang.
"Ini yang paling deket rumahnya siapa dulu nih? "tanya Rachel.
" Gue gue! Jalan Pemuda situ doang depan Gang, rumah warna biru ada ayunannya"jawab Naya.
"Oke... lets gooo" Rachel pun mengantar sampai di depan rumah Naya. Setelah Naya turun dari mobil Rachel langsung pulang.
"Duluan ya Nay.. "
"Iya.. hati-hati semua" Naya melambaikan tangan lalu masuk ke rumah.
Di dalam, Mamah terlihat menonton tv. Naya lalu menghampirinya dan mencium tangan Mamah.
"Sana buruan mandi trus makan" pesan Mamah.
"Iya Mah" Naya lalu segera mandi kemudian menuju ke meja makan. Tapi karena perutnya terasa masih kenyang ia hanya makan sedikit.
"Tadi pulang dianter siapa sayang? " tanya Mamah.
"Ooh.. itu temen kampus Naya Mah. Yaudah Naya ke kamar dulu ya Mah, udah capek bangeett" pamit Naya.
"Iya.. " Mamah lanjut fokus menonton tv sementara Naya masuk ke kamarnya.
Di kamar Naya membuka ponselnya sambil tiduran.
"Baru juga jadi mahasiswi berapa hari, kog udah sibuk banget gue sampe gak sempet pegang hp" celetuk Naya. Ia lalu membuka w*****p, kemudian di galeri. Ia melihat fotonya bersama Andrianu.
"Kalo dilihat-lihat ganteng juga sih dia. Kayaknya juga baik" celetuk Naya tanpa sadar.
"Aigo... aigo... ngomong apa siih gue??! " Naya lalu mencubit mulutnya sendiri.
'Aah.. udah makin gak bener nih' batin Naya.
Ia lalu iseng membuka IG nya dan ternyata ada 1 pesan masuk di sana. Saat ia buka, ada satu nama yang mengejutkannya.
ANDRIANU
~~~~~{}{}{}~~~~