"Kamu mau mati konyol di jalanan cuma buat diantar pulang pake motor butut sama cowok enggak modal itu?"
Suara bariton dingin itu memotong langkahku persis di depan gerbang kampus. Di sana, SUV Porsche Cayenne hitam mengilap milik Maxmilian Angkasa terparkir arogan. Di balik kemudinya, Max menatapku tajam dari balik kacamata hitamnya.
Aku memutar tubuh, menatap pangeran Angkasa itu dengan napas memburu. "Suka-suka aku. Dasar sirik!"
"Nggak boleh," jawab Max maksa. "Aku bos kamu. Dan kamu juga tinggal di rumahku. Aku bertanggung jawabku sama keselamatan kamu."
"Kamu tuh alay dan posesif banget, tahu nggak?!" seruku gemas, rasa-rasanya ingin melempar tas kuliahku tepat ke wajah tampannya yang menyebalkan itu. "Semua cowok yang deketin aku selalu kamu usir pakai alasan absurd! Kemarin kamu bahkan sengaja markir Lamborghini Aventador kamu di depan kampus cuma buat bikin isu kalau kita pacaran!"
Max menyandarkan punggungnya di jok kulit, mengulas senyum tipis yang amat sangat arogan. "Ya makanya, berhenti cari cowok nggak modal. Lagian, selera kamu parah banget."
"Terserah! Sumpah ya, kalaupun populasi laki-laki di bumi ini mendadak punah dan cuma menyisakan kamu seorang, aku bakal pilih menjomblo seumur hidup daripada harus sama cowok absurd kayak kamu!"
Aku menghentakkan kaki, berbalik meninggalkan mobil mewahnya dengan d**a membara.
Hari itu, aku bersumpah tidak akan pernah menyukai Maximilian Angkasa sampai kapan pun. Aku juga bersumpah akan menemukan laki-laki sepadan yang tidak bisa dia intimidasi.
Dan saat aku akhirnya bertemu Julian—teman satu circle-nya yang sama-sama kaya dan berkharisma—aku mengira aku sudah berhasil menangkap kunci kebebasanku.
Aku tidak tahu saja, bahwa menantang ego seorang Maximilian Angkasa justru akan menyeretku ke dalam perangkap yang jauh lebih berbahaya.
***
A NOTE FROM AUTHOR:
Halo semuanya!
Kali ini aku mau mengajak kalian untuk membaca karya terbaruku yang mungkin akan terasa agak familiar saat dibaca. Ya, kalian nggak salah. Cerita ini memang mengangkat tropes klasik yang mungkin sudah pernah kalian baca atau tonton sebelumnya (ada yang kangen vibes drakor rom-com masa lalu?).
Lewat "My Boss is Mr. Red Flag", aku ingin mengajak kalian menyelami sebuah cerita romantis yang manis, tanpa perlu bersusah payah memikirkan konflik yang ruwet dan bikin pusing. Cerita ini pas banget dijadikan tempat "escape" sejenak untuk melupakan kesibukan atau kejenuhan harian kita. Kita bakal sama-sama tertawa, tersenyum, dan pastinya ikut gregetan serta gemas dengan tingkah laku para tokohnya.
Meski ceritanya ringan dan mungkin kalian sudah bisa menebak arahnya, tapi seperti biasa, selalu ada hikmah dan sesuatu yang manis yang bisa kita ambil dari setiap perjalanannya. Tidak perlu banyak berpikir, cukup duduk manis, siapkan camilan, dan mari bernostalgia mengingat masa-masa manis bersama Binar dan Max.
Selamat membaca dan semoga suka! ❤️