"Ke, tunggu."
Kerin akan kembali ke mejanya. Namun bertepatan ia keluar dari lorong, ia berpapasan dengan Alfa. Atau, bisa jadi lelaki itu sejak tadi menunggu keluarnya Kerin dari pintu toilet.
Kerin terkesiap. Secara otomatis perempuan itu berjalan mundur beberapa langkah menghindari Alfa yang tampaknya akan mendekat.
Alfa memang sengaja menunggu Kerin. Ia hanya ingin menyapa. Semenjak Kerin duduk bersama Alvo di meja kafe, kemudian Alfa datang mengantar pesanannya, Kerin kelihatan menghindarinya. Sebentar, Alfa bingung kenapa Kerin berubah secara tiba-tiba. Ada masalah apa? Atau, Alfa tanpa sadar menyakiti perasaan Kerin? Tapi, kapan?
Alfa berada di posisi menjadi serba salah. Bukan cuma Kerin saja yang berubah. Tapi Yaras juga. Hanya saja, Yaras memiliki alasan yang jelas. Lalu