Kerin dan Alvo makan di kedai mi ayam yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kost perempuan itu. Kerin mengenakan setelan piyama, sepasang sandal jepit kesayangannya.
"Mas, pesan dua, makan sini, satunya pedas, satu lagi nggak usah pakai sambal, ya!" seru Kerin mengangkat sebelah tangan saat memesan.
"Yang nggak pedas buat lo, Ke?" tanya Alvo.
Keduanya duduk saling berseberangan. Alasan Alvo duduk di bangku seberang agar bisa melihat wajah Kerin secara langsung. Tidak perlu menoleh setiap kali mereka mengobrol.
"Lo, lah. Gue kan nggak bisa makan kalau nggak pedas." Kerin mengambil sendok dan garpu dari tempatnya. Sembari menunggu pesanannya dibuat, Kerin menyiapkan alat makannya, membersihkannya dengan tisu, kemudian membaginya kepada Alvo.
"Lo masih ingat gue nggak bisa makan ped