"Kaki lo kenapa, Ke?"
"Oh? Ini," tunjuk Kerin ke kakinya. "Capek, Vo. Kelamaan duduk kayaknya. Tadi mau lurusin kaki nggak enak sama orang tua lagi ngobrol."
Cukup lama acara lamaran Deon dan Anne berlangsung. Benar kata Kerin, kaki Alvo juga ikut pegal karena terlalu lama duduk dengan posisi menyilang. Di rumah Anne tidak ada kursi, semua orang duduk di bawah lantai.
"Apa lagi jalannya harus pakai sepatu hak tinggi," gerutu Kerin. "Lo tahu sendiri gue paling nggak betah pakai sepatu beginian." Kerin mendengus, menundukkan kepala menunjuk sepatunya. "Memang cantik, sih. Tapi gue nggak kuat jalan lama-lama."
Alvo ikut melirik sepatu milik Kerin. Ia mengulurkan tangan ke kursi belakang hendak meraih sesuatu. Ia memberikan sepasang sandal kepada Kerin.
"Lepas aja sepatu lo, terus ga