MALAM ini, awan hitam menyelimuti megahnya sang cakrawala yang bertetesan butiran air yang begitu deras. Sesekali bias hias kilauan kilat petir yang menyambar seakan menari - nari sembari bersenandung dengan suaranya yang merdu dan menggelegar. Seakan badai yang merundung keresahan di tengahnya ketakutan, namun dibalik gelapnya badai pasti ada hikmah dan pelangi yang akan memancarkan warna indah pada kehidupannya.
Bunga duduk termenung, seorang diri di Kafe Pelangi yang tak jauh dari rumahnya. Membiarkan kopi hangat yang dipesannya mendingin begitu saja. Sedari tadi, tatapannya menatap sendu deras hujan yang mengguyur ibu kota melalui kaca transparan Kafe tepat di samping kanannya. Teringat akan momen-momen terakhir sejak pertemuannya dua minggu yang lalu dengan sang kekasih, Bintang.
“B