“Luna, aku masih penasaran. Saat aku ingin bunuh diri, kau seolah tahu tentang hidupku. Bagaimana caramu tahu semua perihalku?” tanya Ravin yang tengah menyandarkan kepala pada bahu sang kekasih. Tangannya menggenggam erat tangan Luna yang duduk di sampingnya.
Kini, keduanya tengah berada di rumah Luna. Ravin memutuskan untuk berkunjung ke tempat ini setelah acara pemotretan selesai.
Luna tersenyum. “Kau sungguh ingin tahu?” tanyanya meyakinkan sang kekasih.
Ravin menegakkan tubuhnya. Lalu, menatap wajah ayu Luna. Mengelus pipi gadis itu dengan lembut. Ia pun mengangguk. “Ceritakanlah. Aku sangat ingin tahu,” tuturnya.
“Arwah ibumu yang memberitahu semuanya kepadaku.”
Ravin tersentak ketika mendengar pengakuan Luna. Bahkan, ia sedikit menjauh dari tubuh mungil kekasihnya, saking terk