RAVIN memasrashkan kepala pada sandaran kursi pesawat. Kini, Ravin dan juga Bunga tengah berada dalam perjalanan pulang ke tanah air, Indonesia. Namun, selama di perjalanan baik Ravin maupun Bunga hanya saling terdiam satu sama lain. Meskipun keduanya saat ini saling duduk bersebelahan.
Ravin merasa jika suasana di antara mereka benar - benar canggung dan hening. Gadis itu masih enggan berbicara banyak dengannya. Namun, ia mulai tak peduli. Sebab, Ravin sendiri pun tengah dipenuhi oleh pikiran - pikiran kalut yang terus saja menghantuinya. Benaknya terus memikirkan tentang penemuan kerangka yang tengah viral di Indonesia.
"Ah, sial! Jadi para polisi itu telah menemukan jasad mereka?" umpat Ravin dalam hati seiring dengan mencengkeram erat kedua tangannya untuk berusaha menahan luapan e