Pagi itu matahari sangat cerah,, sinarnya masuk melalui pentilasi ruang kamar, menembus tirai - tirai jendela kamar yang terbang kesana kemari karena ditiup angin sejuk di pagi itu..
Disudut ruangan itu sudah tertata segala perlengkapan Clara Chaterin yang akan melakukan penerbangan di pagi itu menuju kota yang besar di salah satu negara terbesar didunia.
Ya, Clara Chaterin seorang bisnis woman yang terbiasa hidup mandiri
Tidak bergantung pada orang tuanya, sejak dia menduduki bangku perkuliahan
Dia memutuskan untuk hidup mandiri dan memulai bisnis dibidang kuliner
Tubuhnya yang tinggi dan berat badan yang porposional, serta warna kulit yang khas dari darah Indonesia bercampur Belanda
Jadi tidak heran apabila dia berjalan di krumunan orang, semua mata lelaki tertuju padanya..
Tepat pukul 08:00 WIB dia sudah tiba dibandara, dengan jadwal penerbangan nya dan seperti biasa dia check in dengan santai
Selesai check in dia pun berjalan kearah gate yang ditentukan, sampailah dia di pintu pemeriksaan
Ketika Clara sibuk melepas tas dan barang lainnya, sweater hijau berbulu domba kesayangan nya tiba² jatuh dilantai
Dia hendak menarik sweater tersebut, tapi saat ditariknya ada sepasang sepatu pantoffel kilat warna hitam yang menginjak nya
Clara ingin protes, marah bahkan ingin memberi pelajaran kepada orang tersebut karna telah menginjak sweater kesayangan nya. Namun sebelum dia sempat protes salah seorang petugas bandara menegurnya dan menyuruh nya agar menghindar dari tempat tersebut.
Clara hanya terdiam, dia bingung melihat 2 pria yang mengenakan seragam yang tak asing baginya berjalan santai melewati tempat pemeriksaan yang disambut petugas dengan senyuman lebar disusul 4 wanita yang berpakaian pramugari.
Setelah melewati tempat pemeriksaan, pria tersebut menoleh kearah belakang untuk melihat bagaimana wajah Clara memerah padam akibat menahan rasa kesalnya. Pria itupun tersenyum kecil kepada Clara dan pergi begitu saja bersama rekan nya tanpa mengucapkan sepatah kata sebagai permintaan maaf..
Clara pun berjalan sambil menghentakkan kakinya dengan rasa kesal, didalam hatinya menggerutu tatkala dia ingat betul raut wajah pria itu, rasa kesalnya ternyata tidak sampai disitu saja didalam awak cabin pun dia bertemu pria tersebut ketika ia hendak ke toilet.
Akibat rasa kesalnya, Clara sampai lupa dimana letak toilet khusus penumpang. Berjalan setengah melamun dia bertabrakan dengan pria yang mebuatnya kesal berberapa waktu yang lalu tepat didepan toilet khusus pegawai maskapai.
Tanpa berpikir panjang, Clara pun tidak segan meluapkan rasa kekesalan nya kepada pria tersebut
"Kau, kenapa kau selalu mengikuti ku" bentak Clara sambil menunjuk kearah wajah pria itu "lagi lagi kau mencari masalah dengan ku"
Dengan santai pria itu mengatakan "oh hai nona, kau bukan nya wanita si pipi merah yang ditempat pemeriksaan tadi, bukan"
"Kau belum menjawab pertanyaan ku, kenapa kau selalu mengikuti ku"
"Tenang nona, saya tidak mengikuti anda. Saya sedang bertugas disini"
Akibat rasa kesalnya, Clara tidak sadar pria didepannya memakai seragam pilot. Clara mengamati pria tersebut dan bergumam "lumayan juga tampang si pilot ini" dan kembali dia tersadar "kau tadi telah menginjak sweater kesayangan ku, pergi begitu saja tanpa meminta maaf. Apakah itu layak untuk seragam mu ini"
Kembali pria itu menjawab dengan tenang "saya tau kalau saya salah, tadi tidak sengaja menginjak sweater anda yang terjatuh, maafkan saya nona"
Clara menjawab dengan senyum masam "hmmmm"
"Lalu sedang apa anda disini, bukan kah toilet penumpang berada dibelakang sana nona"
"Ahhh, iya akuuuu"
"Apakah diam diam anda ingin mencari tau tentang saya"
Wajah Clara kembali memerah "kenapa kau terlalu percaya diri"
"Saya hanya bertanya nona, apabila pertanyaan saya salah kenapa pipi anda kembali memerah" katanya sambil menahan tawa
"Ah tidakkkk" Clara tampak gugup dan pergi setengah berlari
Pria itu hanya bisa tertawa kecil melihat betapa lucunya ekspresi wanita tersebut
Bersambung