Gladis pulang dari rumah Ana, dia merasa gelisah akhir-akhir ini karena ibunya terus menanyakan soal perkembangan dirinya di dunia perkuliahan, padahal Gladis belajar tidak seperti Gianna kakaknya, yang lebih mengutamakan akademik. Beda lagi dengan Gladis yang lebih memilih untuk bersantai dalam pelajaran tetapi tetap dalam zona tersebut.
Gadis itu menghela napasnya pelan dan masuk ke dalam rumahnya, dia menoleh ke sana kemari. Sangat sepi, hanya itu yabg menggambarkan rumahnya setiap saat namun ada yang aneh biasanya jam segini Ibunya ada di ruang tamu menyambutnya dengan senyuman sekaligus pertanyaan yang harus Gladis jawab dengan kebohongan.
Satu garis keras untuk dirinya, bahwa dia itu adalah GLADIS bukan GIANNA.
Namun, orang tuanya seperti sulit sekali menerima kenyataan tersebut