part 05
**•̩̩͙✩•̩̩͙*˚ ˚*•̩̩͙✩•̩̩͙*˚*
Saat Naishila sampai pintu apartemen. Dia melihat seseorang yang masih terlihat muda sedang mondar mandir didepan pintu apartemen nya.
Naishila menghela nafas seraya berjalan kearahnya.
"Jika mama ingin marah karena pengaduan anak kesayangan mama, mama harus tahu, anak anak ku berhak untuk tahu siapa ayahnya dan ayahnyapun punya hak atas anak anakku. tapi aku dan anakku tidak akan kembali katakan pada anakmu itu dia tidak perlu takut." ucap Naishila kesal.
Naishila memasukkan password untuk membuka pintu apartemen dan Mempersilahkan masuk dengan masih menatapku marah.
"Anak tidak tahu diri." ucapnya marah yang dibalas tatapan jengah. Lalu Naishila bergegas menuju dapur dan neminum air Putih untuk meredakan rasa hausnya.
"Ya itu benar dan sayangnya anak tidak tahu diri ini masih mau memaafkanmu dan menyayangimu seperti ibu kandungnya sendiri." katanya sinis seraya memberikan minuman dan cake kearahnya. Lalu duduk disofa seraya menonton tv.
"Ayolah Ma apa yang kau pikirkan." ucap Naishila terkekeh menatapnya yang kemudian berdiri dan dengan masih merasa kesal dia menghampiriku kemudian duduk disampingku.
Tiara memeluk Naishila hingga tubuh Naishila membeku mendapatkan pelukan itu. Tetapi Kemudian Naishila melepaskannya dengan kasar.
" kau pikir kau siapa kau itu anakku. Anak kandungku."ucap Tiara seraya menatap Naishila sedih.
Naishila terlihat terhibur yang membuatnya tertawa. Namun tawa itu mengeluarkan air mata dan Naishila menghapusnya. Dia menatap air mata di jarinya itu lalu menunjukkan smirknya dan mendekatkan wajahnya.
"Apa maksudmu Ma bukankah begitu. Aku yang anak tiri dan dia anak kandungmu. Dia yang kau sayangi kau jaga kau lindungi sepenuh hati dan aku yang kau buang. Aku anak kandung yang kau buang." ucap Naishila sedih
"Nai bukan seperti itu bodoh aku hanya... "
"Hanya apa hanya mempertahankan anak suami tercintamu. Dia kakaku anakmu dan anak suamimu. Tapi dia bukan kakaku bukan anak dari papa Enrik. Dia anak suamimu. Anak dari Om Kusuma. Bukan kau yang melahirkanya tetapi kau menganggapnya anak kandungmu. Dan anak kandungmu kau anggap anak tiri kau buang sakiti dan menelantarkannya. Aku Anak kandungmu adalah kesalahan yang kau lakukan dengan papaku Enrik Dalaska. Setelah suamimu Kusuma meninggal kau datang padaku merayu papaku. Ah ya jika bukan karena kak Java anak kesayangan mu itu kau tidak akan menerimaku sebagai anakmu dan menikah dengan papa. Tak kukira gadis kecil yang mengira sahabatnya adalah sahabat dan ibunya itu membencinya ternyata dia alasan mengapa gadis ini dikenal tidak memiliki ibu." ucap Naishila berang membuat tiara terdiam.
"Karena kau bodoh tidak seperti dia." ucapnya sambil terkekeh yang membuat Naishila semakin tertawa dan dibalas tatapan heran oleh Tiara.
"Dan karena aku bodoh kau menelantarkan anakmu kau menyakiti anak umur 4 tahun. Disaat anak anak lain dijemput orang tuanya disaksikan saat anak nya menampilkan sesuatu yang membanggakan. Aku menerima pujian dari orang tua yang dibayar papa disaat dia sibuk dengan bisnis. Dan saat tidurpun Aku memanggil papa mama Aku menangis apa kalian tahu itu. Gadis kecil yang malang saat dirinya merindukan ayahnya ayahnyapun hanya sesekali menemuinya. Hingga dia bertemu Zaran tapi kaupun memisahkanku. Tapi lihat kakak nya Zaran telah bersamaku kini. Kau ibu yang buruk Tiara untuk ku tapi kau ibu yang baik untuk Java." ucap Naishila berdiri.
"Aku memaafkanmu Mama tapi Aku tidak bisa menjadi Ais yang dulu." ucap Naishila berjalan kearah kamar dan menutup pintu kemudian menangis tersedu dan terduduk disana.
Sejak kecil dia menjadi anak yang ceria selalu menampilkan wajah bahagia meski hidupnya tak sebahagia itu. Memiliki papa yang jauh dari jangkauannya karena kesibukan sang papa hingga membuatnya berusaha keras belajar mendapatkan nilai tinggi untuk sekolah smp diluar negeri Dan tinggal bersama papa di Italy. Namun saat bersama papa gadis itu mengetahui bahwa sahabat kecilnya di Indonesia ternyata adalah kakak kandungnya dengan ayah yang berbeda.
Semua kecerian gadis itu hilang tetapi hanya kepada satu orang dia tetap sama dia adalah zarran kekasihnya pahlawanya heronya. Ah tidak dia tidak memiliki hubungan Namun mereka menganggap mereka adalah sepasang pasangan pangeran dan tuan puteri yang ditakdirkan bersama. Naasnya pangeran meninggal dia berkorban untuk tuan puteri untuk menyelamatkanya dari penjahat yang disuruh oleh ibu nya sendiri. Dia Naishila Alvelline Daliska seorang Anak yang ditirikan adik dari Kaisel Raden Victor anak pertama ibunya tiara dan kusuma. Kakak kandung beda ayah.
"Kak Cakra kenapa kakak meninggalkan aku, bang Isel pun dia sibuk dia gak tahu keadaan adiknya sekarang. dia pasti marah karena aku tidak menurutinya. Hiks Hiks Hiks aku merindukan kalian aku butuh kalian Abang." ucap Naishila dengan tangis yang tak tertahan.