Upacara dimulai dengan empat puluh tamu, cahaya pagi, dan Amanda yang menangis sebelum musik dimainkan. Callista berjalan bersama Dave karena ayahnya telah meninggal. Dave telah bertanya apakah ia benar-benar menginginkan kehormatan itu; Callista menjawab ya sebagai sahabat serta orang yang pernah memberinya pekerjaan.
Lucas menunggu di depan kapel. Ia memakai setelan hitam tanpa hiasan dan tidak lagi memakai cincin Carissa. Mata mereka bertemu. Callista tidak menemukan cinta, tetapi tidak juga menemukan penghinaan.
Pendeta membacakan janji umum tentang kesetiaan. Callista menahan napas karena perjanjian mereka hanya menjamin enam bulan. Lucas tampak kaku. Sebelum upacara, keduanya telah meminta mengganti teks agar tidak mengucapkan kebohongan.
'Aku berjanji menghormati hakmu, menjaga kejujuran, dan tidak menggunakan nama keluargaku untuk membungkammu,' kata Lucas saat gilirannya.
Para tamu saling pandang karena janji itu terdengar seperti pasal hukum. Callista justru merasa tenang.
'Aku berjanji hadir dengan jujur, menjaga diriku sendiri, dan tidak meminta kau melupakan orang yang pernah kau cintai. Aku juga tidak akan membiarkan masa lalu menghapus keberadaanku,' jawabnya.
Tidak ada kata cinta. Ketika cincin dipasang, tangan Lucas hangat dan sedikit gemetar. Callista bertanya melalui tatapan apakah ia baik-baik saja. Lucas mengangguk.
Pendeta menyatakan mereka suami istri. Bagian ciuman telah dibicarakan. Lucas bertanya pelan, 'Boleh?'
'Boleh.'
Ia mencium kening Callista, bukan bibir. Beberapa tamu tampak kecewa, tetapi tepuk tangan tetap memenuhi kapel. Callista tersenyum karena persetujuan lebih penting daripada pertunjukan.
Amanda memeluk mereka setelah upacara. Lucia menangis dan berkata dirinya akhirnya memiliki saudara perempuan. Callista mengingatkan bahwa hubungan itu juga perlu tumbuh, tetapi ia membalas pelukan.
Resepsi keluarga berlangsung di taman. Callista mengganti sepatu tinggi dengan sepatu datar dan makan tanpa menunggu sesi foto selesai. Lucas beberapa kali ditarik bicara oleh partner bisnis meski acara besar baru akan berlangsung minggu depan.
Sean tidak hadir; ia mengirim kartu singkat tanpa janji. Audi duduk di sisi Callista dan memastikan tidak ada orang yang mengubah gaunnya atau jadwal tanpa persetujuan. Dave serta Lucia menari terlalu dekat, memancing senyum Amanda.
Naomi tidak diundang. Sebuah rangkaian bunga tanpa nama tiba di gerbang, tetapi keamanan menemukan kartu bertuliskan enam bulan bukan selamanya. Ben menyimpan bukti dan menolak kiriman sebelum Callista melihatnya.
Callista mengetahui dari laporan keamanan setelah resepsi. Lucas hendak mengatakan bunga itu tidak penting. Ia mengingat kewajiban keterbukaan dan menyerahkan kartu.
'Apa yang akan kau lakukan?' tanya Callista.
'Pengacara akan mengirim peringatan tertulis. Jika ia datang ke properti, keamanan menolak.'
'Bukan tim komunikasi?'
'Bukan.'
Callista mengangguk. Ia tidak ingin pernikahannya dimulai dengan perang publik terhadap perempuan lain. Lucas yang membuka hubungan lama harus menutup batasnya sendiri.
Malam pertama di kediaman Dixie tidak seperti malam pengantin. Lucas mengantar Callista ke kamar barat yang telah selesai ditata. Koper Callista berada dekat lemari, tetapi ia sendiri yang memilih barang mana dipindah dari apartemen. Audi masih memegang kunci apartemen dan salinan dokumen penting.
'Kamarmu di ujung koridor?' tanya Callista.
'Ya.'
'Aku tidak akan masuk tanpa izin. Kau juga begitu.'
'Aku ingat.'
Lucas menyerahkan kunci elektronik yang dahulu ditolak. Callista menerimanya karena sekarang dirinya resmi tinggal. Kunci itu hanya membuka ruang umum dan kamar Callista, bukan ruang kenangan atau kantor Lucas.
'Besok kita harus hadir pada makan siang keluarga,' kata Lucas.
'Besok siang. Pagi hari aku ingin sendiri.'
'Baik.'
Mereka berdiri canggung. Callista tidak berharap Lucas memeluk, tetapi sebagian dirinya tetap merasakan kehampaan ketika ia berbalik.
'Lucas.'
Lelaki itu berhenti.
'Terima kasih sudah bertanya sebelum menciumku.'
'Itu yang kita sepakati.'
'Kesepakatan tetap dapat dihargai.'
Lucas mengangguk lalu pergi. Callista menutup pintu dan bersandar. Ia telah menjadi Callista Dixie secara hukum, tetapi nama Aurora tetap tercantum pada dokumen kerja serta rekeningnya. Tidak ada perubahan otomatis tanpa persetujuan.
Di kamar sendiri, Lucas membuka kotak cincin Carissa. Ia meletakkan cincin pernikahan lama di laci bersama pesan suara yang telah dipindahkan ke perangkat aman. Ia tidak menghapus. Ia juga tidak memasang kembali.
Pagi hari, Callista turun ke dapur dengan pakaian sederhana. Beberapa staf memanggilnya Nyonya Dixie. Ia meminta mereka memanggil Callista di ruang pribadi. Kepala staf menjelaskan Amanda terbiasa dengan formalitas. Callista mengatakan rasa hormat tidak harus menghapus nama.
Lucas masuk ketika percakapan berlangsung. Kepala staf menunggu keputusan darinya. Lucas menjawab, 'Ikuti pilihan Callista.'
Itu hanya dua kata, tetapi mengubah arah pandangan staf. Callista bukan lagi tamu yang perlu izin Lucas untuk setiap hal.
Sarapan mereka dilakukan di meja yang terlalu panjang. Lucas membaca berita pada tablet. Callista meminum kopi dan bertanya jadwal. Mereka terdengar seperti dua kolega yang berbagi rumah.
'Resepsi besar seminggu lagi,' kata Lucas. 'Setelah itu kita berangkat tiga hari.'
'Ke mana?'
'Resor di pulau pribadi. Mommy menyebutnya honeymoon.'
Callista menatapnya. Perjalanan tersebut tidak ada dalam jadwal yang disepakati. 'Kamar terpisah?'
'Ada dua kamar dalam vila.'
'Dan enam bulan eksklusif tetap berlaku.'
Lucas menurunkan tablet. 'Tetap berlaku.'
Callista mengangguk. Ia belum mengetahui Naomi telah memesan pemotretan di pulau yang sama melalui seorang kenalan. Pernikahan mereka baru berusia satu hari, dan janji tanpa cinta itu akan segera diuji oleh seseorang yang menganggap batas hanya tantangan sementara.
Sebelum makan siang keluarga, Callista menelepon Audi. Mereka menyepakati satu pesan setiap malam selama bulan pertama dan kata khusus bila Callista membutuhkan bantuan tanpa dapat menjelaskan. Lucas mengetahui pengaturan itu dari Callista, bukan dari pengawasan.
'Kau mengira rumah ini tidak aman?' tanyanya.
'Aku memastikan aku tidak kehilangan jalur keluar hanya karena sekarang tinggal di sini.'
Lucas mengatakan petugas keamanan dapat membantu. Callista menjawab petugas bekerja untuk keluarga Dixie, sedangkan Audi bekerja hanya karena persahabatan. Lucas tidak tersinggung lebih lama daripada beberapa detik.
Mereka juga membuat jadwal mingguan untuk membahas rumah, acara, dan batas, bukan perasaan yang dipaksa muncul. Pertemuan pertama ditetapkan setelah honeymoon. Callista menyimpan tanggal pada kalender pribadi. Bila perjalanan itu mengubah sesuatu, mereka akan memiliki tempat resmi untuk mengatakannya.