Lucia mengumumkan akan pindah dari rumah keluarga sebelum mengumumkan pertunangannya. Amanda mengira urutannya terbalik. Dave telah melamar secara pribadi, tetapi Lucia belum menjawab karena ingin memastikan keputusan tinggal tidak bergantung pada pernikahan.
'Aku mau punya apartemen sendiri setidaknya setahun,' katanya pada makan malam. 'Aku belum pernah tinggal tanpa keluarga atau staf.'
Amanda bertanya mengapa harus menyewa bila keluarga memiliki banyak properti. Lucia mengatakan memakai properti keluarga tetap membuat keamanan, staf, dan biaya berada di bawah sistem Lucas.
Lucas terlihat tersinggung. 'Aku tidak mengatur hidupmu.'
'Kau menyetujui kartu akses, kendaraan, dan stafku sejak Daddy meninggal.'
'Untuk keamanan.'
'Aku tahu. Sekarang aku ingin menentukan standar aman sendiri.'
Callista tidak langsung membela Lucia. Ia bertanya apakah Lucia sudah menilai biaya, lingkungan, dan risiko. Lucia menunjukkan anggaran serta tiga pilihan apartemen. Dave tidak menjadi penjamin.
Lucas meminta tim keamanan menilai bangunan. Lucia menyetujui hanya pemeriksaan fasilitas, bukan tetangga atau riwayat pribadinya. Laporan diberikan kepadanya langsung.
Apartemen pilihan berukuran kecil, dekat kantor Lucia, dan memiliki petugas gedung. Amanda menangis melihat foto dapur sempit. Lucia mengatakan dirinya dapat kembali berkunjung tanpa tinggal.
Dave mendukung, tetapi mengaku kecewa karena berharap mereka segera tinggal bersama setelah menikah. Lucia menjelaskan dirinya perlu belajar hidup sendiri sebelum membuat rumah bersama.
'Apakah itu berarti jawabanmu tidak?' tanyanya.
'Jawabanku untuk lamaran belum sekarang. Bukan karena aku tidak mencintaimu.'
Dave menerima dengan sulit. Ia tidak membeli apartemen lebih besar atau menjadikan lamaran tenggat.
Callista membantu Lucia membaca kontrak sewa melalui Evelyn, tetapi Lucia membayar konsultasi sendiri. Ketika pindahan, Lucas mengirim truk serta staf tanpa bertanya. Lucia membatalkan dan menyewa jasa biasa.
'Kalian sama-sama keras kepala,' kata Lucas kepada Callista.
'Mungkin kalian terbiasa semua bantuanmu datang sebelum pertanyaan.'
Lucas meminta maaf kepada Lucia dan menawarkan hanya membawa kotak sebagai kakak. Lucia mengizinkan dua kotak.
Malam pertama di apartemen, listrik dapur mati. Lucia hampir menelepon Lucas, lalu menghubungi pengelola. Perbaikan memerlukan satu jam. Ia makan roti dalam gelap dan merasa bahagia sekaligus takut.
Amanda datang keesokan hari membawa terlalu banyak makanan. Lucia menerima sebagian dan mengembalikan sisanya agar kulkas tidak penuh. Batas sederhana itu lebih sulit bagi Amanda daripada melepas anak melalui upacara besar.
Dave mengunjungi dengan jadwal. Mereka membahas masa depan tanpa menganggap cinta otomatis menyelesaikan keuangan, pekerjaan rumah, serta tempat tinggal. Dave ingin anak suatu hari, Lucia belum tahu. Mereka sepakat tidak bertunangan sampai percakapan tersebut lebih jelas.
Lucas melihat proses adiknya dan memahami betapa dirinya dahulu menerima pernikahan karena Amanda sakit. Ia meminta maaf kepada Lucia karena pernah menyuruhnya menikah demi memberi cucu.
'Kau sedang mencoba melempar tugasmu kepadaku,' kata Lucia.
'Ya. Aku tidak melihatnya waktu itu.'
'Aku memaafkan, tapi jangan lakukan lagi.'
Tiga bulan kemudian, Lucia mengadakan makan malam di apartemen. Ia memasak sederhana tanpa staf. Lucas mencuci piring, Callista membawa makanan tambahan setelah bertanya, dan Amanda duduk di kursi lipat tanpa mengeluh.
Dave memberikan kembali cincin lamaran dalam kotak, bukan memasangkannya. 'Aku masih ingin menikahimu. Kau boleh menyimpan tanpa menjawab malam ini.'
Lucia tidak mengambil kotak. 'Simpan sampai aku mengatakan siap. Aku tidak mau cincin menjadi penghitung waktu.'
Dave membawa pulang cincin dan tetap datang minggu berikutnya. Tindakannya memberi Lucia lebih banyak keyakinan daripada lamaran spektakuler.
Setelah delapan bulan tinggal sendiri, Lucia meminta sesi konseling pranikah. Bukan sebagai tanda sudah menerima, tetapi untuk menguji pembagian hidup. Mereka membahas utang, pekerjaan, keluarga, anak, dan hak berpisah.
Amanda beberapa kali bertanya hasilnya. Lucia menjawab informasi konseling pribadi. Callista mendukung tanpa membocorkan pengalaman pernikahannya sendiri sebagai resep tunggal.
Pada ulang tahun pertama apartemen, Lucia mengajak Dave berjalan di taman. Ia mengatakan siap bertunangan dengan syarat pernikahan tidak berlangsung sebelum enam bulan dan apartemen tetap atas namanya selama dua tahun.
Dave mengeluarkan cincin setelah bertanya. Lucia menyetujui. Mereka berciuman tanpa keluarga bersembunyi mengambil foto.
Ketika kabar diberikan, Amanda menangis bahagia tetapi tidak menetapkan tanggal. Lucas mengucapkan selamat dan bertanya dukungan apa yang dibutuhkan. Lucia meminta dirinya hadir sebagai kakak, bukan penyandang dana utama.
Pertunangan itu tidak menyelamatkan Lucia dari kesendirian atau mengakhiri kemandiriannya. Ia menerima setelah membuktikan dapat mengurus listrik mati, sewa, waktu, dan rasa takut sendiri. Dave tidak menjadi pahlawan yang membawanya keluar dari rumah keluarga. Ia menjadi pasangan yang menunggu di luar pintu sampai Lucia sendiri memilih membukanya.
Masa pertunangan menguji mereka lagi. Dave mendapat tawaran kerja enam bulan di Chicago dan mengira Lucia akan ikut. Lucia baru saja memimpin proyek di New York dan menolak meninggalkan tanpa rencana.
'Kita akan menikah,' kata Dave. 'Bukankah wajar kita tinggal satu kota?'
'Wajar bukan berarti otomatis aku yang pindah.'
Mereka membahas hubungan jarak jauh, penundaan kerja Dave, serta perjalanan berkala. Dave menerima tawaran dan mereka mencoba enam bulan dengan jadwal yang dibagi. Biaya perjalanan tidak seluruhnya dibayar keluarga Dixie.
Amanda takut jarak membuat pertunangan gagal. Lucia mengatakan pertunangan yang hanya bertahan bila satu orang mengorbankan pekerjaan memang perlu diuji. Lucas tidak menawarkan pesawat pribadi, setelah Callista menatapnya sebelum ia bicara.
Bulan kedua, Dave membatalkan kunjungan karena proyek. Lucia kecewa dan tidak menjawab pesan selama sehari. Dalam konseling, ia mengakui diam digunakan sebagai hukuman. Dave mengakui sering memberi kabar setelah keputusan selesai.
Mereka memperbaiki tanpa mempercepat pernikahan. Dave memberi tahu perubahan jadwal sebelum menyetujui bila memungkinkan; Lucia mengatakan butuh waktu tanpa menghilang. Keduanya boleh marah tanpa mengancam cincin.
Pada bulan kelima, perusahaan menawarkan Dave posisi permanen. Ia menolak bukan semata demi Lucia, melainkan karena perannya di New York memberi arah yang lebih diinginkan. Ia pulang setelah kontrak selesai dan menyewa apartemen sendiri dekat Lucia.
Mereka belum tinggal bersama. Setiap akhir pekan, mereka bergantian memasak dan mencatat pekerjaan rumah. Dave ternyata membenci mencuci, Lucia membenci belanja. Pembagian dibuat berdasarkan waktu serta kemampuan, bukan gender.
Tanggal pernikahan akhirnya dipilih sebelas bulan setelah pertunangan. Upacara kecil dilakukan di taman apartemen, resepsi keluarga menyusul. Amanda mendapat dua puluh undangan miliknya, bukan lima ratus.
Lucia mempertahankan nama dan apartemennya selama masa awal. Dave menyetujui perjanjian pranikah yang melindungi aset serta utang masing-masing. Mereka tidak menyalin kontrak Callista dan Lucas; hubungan mereka memiliki kebutuhan sendiri.
Saat Lucia meminta Lucas mengantarnya ke depan upacara, ia berkata tugas Lucas hanya berjalan, bukan menyerahkan. Lucas menyetujui. Ia tidak menyelamatkan adiknya menuju lelaki lain. Ia menemani Lucia pada langkah yang sudah dipilih serta dapat diubah oleh Lucia sendiri.