Timo memberhentikan motornya di dekat tukang kebab yang berjualan tidak jauh dari rumah Fida, “bang kebabnya satu yah, yang pakai keju.” kata Timo. Sambil menunggu kebabnya dibuat, Timo kembali menghampiri Fida yang berdiri di dekat motornya, “kamu benaran nggak mau Fida?” tanya Timo
Fida mengusap-usap perutnya, “beneran nggak aku udah kenyang. Kamu beli buat Tata doang?”
“Iya.”
“Kamu nggak beli buat kamu? Papa mama? Devin?” kata Fida.
“Nggak, kita udah banyak makanan. Biasa orang kaya.” kata Timo.
“Sombong banget yah anda,” Fida tertawa kecil. “Nggak apa-apa sombong, kan kamu emang beneran kaya.”
“Nah itu! Akhirnya mengakui juga kamu.” Timo menatap langit malam yang langit mala mini sangat bagus, bintang-bintang menunjukkan cahayanya.
“Tim?” panggil Fida..
Timo pun langsung menole