Pesta ulang tahun ke 16 Ariana, berlangsung di vila sang nenek di pinggiran kota dengan pemandangan alam yang indah. Pesta hanya dihadiri keluarga serta teman baiknya dia tampak cantik dengan gaun hitam selutut . didampingi sang nenek Ariana meniup lilin dan memotong kue ulang tahunnya. Potongan pertama ia berikan pada sang nenek yang merawatnya setelah kematian kedua orangtuanya. Potongan berikutnya ia berikan pada sahabatnya Rhenita.
Malam itu dia cukup bahagia bisa menghabiskan waktu bersama orang terdekatnya, apalagi cowok yang disukainya pun menyempatkan hadir bahkan menari bersamanya. Rhenita menghampiri Ariana di tempat tidur sehabis mandi malam ini mereka tidur bersama di vila .” besok kita jadi ke pemandian air panas? “ Tanya Rhenita pada Ariana.
“ jadi kita akan pergi berenam dengan diantar sopir, nenek mengijinkan kita pergi asal ditemani paman Rio.” Jawab Ariana.
Ariana pov.
Seorang gadis kecil tengah terperangkap dalam sebuah rumah yang terbakar. Di dekatnya ada mayat sang ibu berlumuran darah dibunuh dengan ditikam berulang kali di seluruh tubuh. Saat berusaha untuk keluar dai rumah yang terbakar gadis itu menemukan ayahnya tergeletak tewas dengan luka tembakan di dahinya di ruang tamu. Dengan susah payah gadis kecil itu berhasil keluar dari rumah yang terbakar kemudian berjalan menjauh dari rumahnya sebelum jatuh pingsan karena kelelahan.
Gadis itu ditolong oleh sebuah keluarga saat melewati jalan tempatnya jatuh tak sadarkan diri. Ke esokan harinya barulah dia terbangun, mendapati suasana asing dia tampak bingung ,berusaha bangkit dari tempat tidur seseoramg menghampiri untuk membantunya. “istirahatlah kamu masih lelah, kamu aman sekarang.”
Jam alarm membangunkanku dari mimpi yang aneh tentang seorang gadis kecil. Aku langsung bersiap untuk pergi ke pemandian air panas ,memakai celana jeans belel biru di padu tshirt hitam topi dan kaca mata. Mengisi beberapa keperluanku dalam tas punggungku memakai sepatu kets .
Kami sarapan dulu sebelum pergi, aku memilih roti dan selai coklat dengan s**u dan orange juice sebagai sarapanku. Rhenita memilih nasi goring. Setelah sarapan kami langsung menuju ke pemandiaan air panas untuk bersenang-senang.
Aku tak tahu bahwa ini hanya awal mula dari serangkaian peristiwa aneh dalam hidupku. Setelah capek bermain seharian aku langsung mandi dan tidur tanpa makan malam ketika sampai di vila nenek.
Rencananya kami akan berlibur selama seminggu disini.
Seorang gadis kecil tengah asik bermain dengan kedua orangtuanya ,mereka tampak bersenang-senang menghabiskan waktu di rumah mungil nan asri ,namun suasana indah itu berubah dengan kadatangan seorang berpakaian hitam bersenjata yang langsung menembak sang ayah. Gadis itu sedang berada di kamarnya ditemani sang ibu bercerita sebelum tidur . Mendengar suara tembakan sang ibu lalu menyembunyikan gadis itu di kompartemen rahasia di lemari . Sayang apapun yang terjadi jangan keluar dari sana nanti mama akan memanggilmu kita harus sembunyi. Setelah menyembunyikan sang putri wanita itu bergegas keluar untuk menemui suaminya namun pembunuh muncul dan menikamnya berulang kali di kamar anaknya, semua itu disaksikan oleh anaknya yang bersembunyi dalam kompartemen rahasia di lemari pakaian.
Aku terbangun dengan keringat dingin di sekujur tubuhku mimpi yang sama tentang gadis kecil itu meski kali ini dengan suasana berbeda aku masih merasa ketakutan mengingat mimpi itu dimana seorang anak menyaksikan ibunya di bunuh secara brutal di depannya. Aku melirik jam pukul 04.00 pagi aku memutuskan untuk tak lagi tidur menghabiskan waktu menonton variety show korea Running man untuk menghilangkan rasa takut akan mimpi burukku tadi.
Ariana pov end
***
Waktu liburan di vila sudah usai seminggu ini dia terus mengalami mimpi buruk tentang seorang gadis yang kehilangan orangtuanya terbunuh secara s***s dan di bakar. Hal ini membuat Ariana mengalami imsomnia dia takut memejamkan mata karena mimpi buruk yang selalu menemani tidur malamnya.
Setelah kembali bersekolah Ariana mulai mengalami peristiwa aneh mendengar suara –suara tangisan dan teriakan tanpa melihat sosok yang bersuara. Dia mulai sering melihat hantu dan sebagainya ataupun penglihatan tentang suatu kejadian yang akan terjadi pada orang di sekitarnya.
Akibat masalah tersebut ariana mengalami depresi akut mengharuskan sang nenek membawanya ke psikiater untuk menangani depresi . Diapun berubah dari dari gadis yang aktif dan periang menjadi penyendiri dan murung.
Karena kondisinya sang nenek terpaksa membawanya pindah dari kota tempat tinggalnya ke sebuah kota kecil untuk mengganti suasana sesuai yang disarankan psikiaternya untuk mengobati depresi yang dialaminya.
Hari-hari di tempat baru tak banyak mengubahnya dia masih terus mengalami mimpi buruk . Tak ingin membuat sang nenek khawatir dia berpura-pura kembali menjadi Ariana yang ceria dan normal di depan keluarganya.
Di sekolah baru dia menjadi penyendiri tanpa teman karena tak bisa tidur di malam hari dia sering tertidur di kelas beruntung dia anak yang pintar hingga tak mempengaruhi nilai-nilainya. Merasa lelah terus dihantui rasa takut dia mencoba berdamai dengan ketakutannya menerima itu semua sebagai bagian dari hidupnya .
Ariana mulai rajin menuliskan semua mimpi dan peristiwa yang dialaminya pada diarinya di notebook sebuah kebiasaan baru untuknya. Suatu malam dial kembali bermimpi lagi kali ini dia bisa dengan jelas melihat gadis itu dan wajahnya persis sama dengan wajahnya sawaktu kecil.
Merasa curiga Ariana menanyakan masa kecilnya pada neneknya karena dia kehilangan ingatan tentang massa kecilnya sampai berusia 12 tahun . Dari neneknya dia hanya tahu kalau dia mengalami amnesia dari kecelakaan mobil yang mengakibatkan dirinya kehilangan kedua orangtuanya.
Sejak itu dia tinggal bersama nenek merawat dan membesarkannya hingga sekarang. Meski merasa aneh dia tak lagi bertanya dan memutuskan mencari tahu secara diam-diam tentang masa kecilnya.
Dari situ dimulailah terkuaknya rahasia kehidupan Ariana yang penuh dengan hal-hal mengerikan tentang keserakahan dan dendam yang membuatnya kehilangan keceriannya.