Hari-hari berikutnya sudah biasa bagi jati. Tak terlalu sulit menyesuaikan diri terhadap lingkungan barunya itu bagaikan dilingkungan lamanya. Bagaimanapun dikota kecil itu ia tinggal. Sementara teman-temannya pun terhitung banyak yang sudah ia kenal.
“jati”
“ya?” tanya lelaki itu tersenyum ketika gadis yang memanggilnya telah berada didekatnya.
“kau hendak kekantin?” tanya itu gadis yang ternyata adalah Resa.
“he’eh. Ada apa” jati hanya mengangguk dengan masih ada senyum yang melekat lebih mempesona dibibirnya. Resa sendiri hampir tergagap. Betapa gadis itu terpesona dengan pemandangan dihadapanya.
Hampir tak mempercayainya sendiri bahkan kalau jati memberikan senyum untuknya. Ia jadi sedikit geee. Seperti hatinya yang berbunga-bunga. Dengan malu malu lalu membawa rambutnya kebelakan