“sudahkah kamu mulai belajar kembali?” bisik Ricko dengan suara parau.
Anne menengadahkan wajahnya dengan bibir terbuka, siap menerima kecupan. Ia memperlihatkan suatu kerinduan, gairah yang amat sangat ketika ia direbahkan diatas tanah dan dengan gerakan yang cepat namun mesra, Ricko mulai menanggalkan penutup tubuh gadis itu sehelai demi sehelai.
Ricko menunduk, mengecupi kulit lembut itu dari atas dan terus menjalar kebagian-bagian yang peka ditubuh gadis itu. Anne merintih, mendesah dan mengerang, sementara peluh bercucuran diatas kening Ricko.
Ketika ia mulai asyik menindih tubuh gadis tersebut, “aku harus memilikimu anne” desis Ricko dengan suara parau dan hampir tak terdengar
“aku harus disini, sekarang juga”
Kata itu sertamerta membangunkan anne dari keterlenaanya. Ia segera