Hari terus berganti entah sudah berapa lama tubuh itu tidak juga berubah menjadi sosok manusia. Setiap harinya, Michael, dan ketiga anak-anak akan menggunjungi Faula di penjara walaupun sebanarnya bukan Faula yang ingin mereka temui.
Bulan merah sedang muncul namun karena tidak bisa menyatu dengan Anne, Michael mendapat kurungan yang berhadapan langsung dengan kurungan yang terisi sosok Faula. Malam kian larut, bulan purnama sudah bewarna merah sempurna dan augan para wolf terdengar dari segala penjuru sedangkan mereka yang berada di dalam kurungan harus menjerit kesakitan karena tubuh mereka membutuhkan pelepasan sedangkan yang mereka dapatkan adalah rasa sakit ketika mencoba keluar dari kurungan itu.
Malam ini, walaupun berstatus sebagai alfa dan raja yang hebat juga kuat nyatanya siksaan Michael semakin berat karena di hadapannya, dia bisa melihat mate yang di gariskan untuknya secara langsung namun wolf dalam tubuhnya bahkan Albert yang merupakan wolf dalam diri Michael lebih memilih tersiksa di banding melakukan penyatuan dengan Faula.
Tidak hanya Michael yang tersiksa, Faula pun demikian bahkan faula terus meraung keras hingga hampir kehabisan tenaga melawan rasa sakit yang timbul dari tubuhnya sekaligus merasakan rasa sakit ketika tubuhnya menyentuh besi yang terbuat dari logam mulia yang bisa menghambat proses penyembuhan para wolf.
Michael dan faula harus berjuang melawan sakit dengan harapan agar malam cepat berlalu sedangkan Anne malah duduk nyaman di dalam ruang yang menjadi awal pertemuannya dengan Faula. Di tempat yang terang itu, Anne duduk merenung sambil memeluk kedua kakinya. Sekarang ini, Anne di buat ketakutan setengah mati dengan cahaya terang yang ada di sekitarnya, tapi itu tid ak bisa membuatnya mati.
Anne ketakutan bahkan sangat ketakutan, dan tidak ada apa-apa selain cahaya terang itu. Otaknya berteriak merontak untuk keluar dari tempat tersebut namun tubuh anne enggan bergerak seinci pun hingga dengan samar-samar anne mendengar suara Chesty menanggis dan terus memanggili namanya. Awalnya Anne mengganggap itu hanya halusinasinya saja karena yang ada hanya dia dan cahaya terang tiada akhir nyatanya suara itu semakin sering terdengar di telingga Anne
“ibunda ratu”
“ibunda hiks … hiks hiks ibunda”
Suara itu seolah menggema terus-menerus di telinga Anne. Anne yang tadinya duduk kini bangkit dari posisinya lalu melangkah mencari asal suara tersebut. Suara itu seketika hilang kini hanya ada kesunyian yang membuat jiwa hampa. Tempat ini kembali menjadi hening dan sunyi namun tidak lama setelanya samar-samar suara itu terdengar lagi.
Anne masih saja melangkah dan melangkah awalnya Anne bergerak tanpa arah hingga suara itu menuntunnya ke arah cahaya yang lebih terang dari tempatnya tadi. Mata Anne sempat menyipit karena tidak terbiasa dengan cahaya yang sangat terang. Awalnya anne berniat kembali ke tempatnya semula namun cahaya itu akhirnya meredup.
Dihadapan anne sekarang ini, tidak lahi hanya cahaya terang melainkan ruangan yang remang-remang dan terdapat beberapa sosok di tempat itu. Suara itu masih terdengar beberapa kali dan sekali lagi anne mencari asal muasal suara, namun Bukannya menemukan sumber suara, anne malah mendapati dirinya seolah berada di lokasi yang terasa sangat familiar untuknya.
Sepasang manusia sedang b******u mesra, sepertinya pria itu adalah suami dari wanita itu. si pria terus saja menggelus perut buncit sang wanita itu. Tidak lama setelahnya, Anne melihat wanita itu sedang menyerahkan seluruh tenaganya untuk melahirkan buah cinta dengan sang suami. Seorang anak perempuan akhirnya lahir dengan rasa penuh suka cita.
anak itu di limpahi kasih sayang oleh ayah juga ibunya. Seiring pertumbukan si anak, anak itu tumbuh menjadi anak perempuan yang ceria, berlimpah harta, selalu menjadi kebanggaan orangtuanya dan sangat cantik namun ketika gadis itu sedang merayakan ulang tahun yang ke 10 tahun, perampok datang dan menghancurkan kebahagiaan keluarga kecil itu.
Anak itu di ikat namun di paksa menyaksikan si ayah di mutilasi dihadapannya sedangkan ibunya sedang di gagahi secara bergilir oleh para perampok. Anak itu terus menjerit, menanggis, berontak dan memohon belas kasih untuk ibunya yang masih hidup namun bukannya merasa iba, perampok itu malah memerkosanya hingga pingsan sedangkan si ibu memilih bunuh diri.
Melihat itu, tubuh anne bergetar hebat namun semuanya belum selesai karena dirinya melihat anak itu di buang ke salah satu sungai yang airnya tidak terlalu derasn namun penuh dengan batu gunung. Tubuh anak itu terus saja terbentur dengan bebetuan tetapi nyawa anak itu tidak juga meninggalkan raga apa lagi ada seseorang yang menemukan tubuhnya dalam keadaan kritis.
Anak itu lalu di tangani oleh beberapa dokter namun karena tidak ada yang bersedia membayar biaya rumah sakit untuk mendapatkan penangganan lebih lanjut menggenai apa yang di derita oleh sang anak, anak itu lalu di bawa ke salah satu panti asuhan.
Di panti asuhan, anak itu tumbuh layaknya orang bodoh. Gadis itu hanya duduk tenang memperhatikan semua orang yang ada di sekitarnya hingga suatu hari, ada seorang biarawan yang berbaik hati dan selalu saja mengajak dia berbicara hingga lambat namun pasti, anak itu punya rasa percaya diri dan mau bermain dengan teman sebayanya.
Semua yang terjadi tidak lepas dari pengawasan anne namun ketika anak itu semakin dewasa, anne tidak bisa menahan tanggisannya. Anne menangis keras karena nyatanya anak itu adalah dirinya sendiri. Tangisan Anne sangat memilukan namun tidak ada seorang yang bisa mendengarnya.
Ternyata apa yang harus anne lihat belum selesai karena kini anne tidak lagi di tempat yang sama. Jika sebelumnya anne masih bisa melihat gedung tinggi dan keramaian, kini anne malah melihat banyak wolf yang sedang bertarung. Seorang wolf besar yang memiliki mahkota cantik di atas kepalanya sedang menggigit wolf kecil di mulutnya. Wolf itu terus belari dan berlari hingga seorang manusia berwajah hancunr menghadang wolf bermahkota indah.
Wolf bermahkota sempat berusaha kabur dan melawan namun gerakan dari manusia itu lebih cepat hingga menembakkan timah panas tepat pada jantung wolf. Wolf itu akhirnya terkapar di atas tanah yang sudah bewarna merah namun terlihat cairan bening jatuh dari matanya yang tertuju pada tangan manusia yang merebut anaknya.
Anne lalu berpindah tempat lagi. kini anne berada di satu tempat yang sangat gelap namun anne masih bisa melihat wolf itu terikat dan di siksa terus menerus oleh manusia berwajah buruk. Wolf itu di beri makan namun bukannya perasa kenyang, wolf akan mengaung dan aungannya terdengar sangat puli. Wolf kecil berbuluh putih itu tetap saja tumbuh walaupun terus saja mendapat siksaan tiada henti.
Manusia itu selalu menyiksa sang wolf remaja, setelah di siksa tubuh wolf itu akan lambat tapi pasti kembali seperti semula namun ketika seluruh lukanya sembuh, manusia itu kembali datang setelah itu menyiksa wolf remaja secara membabi buta. Sama seperti sebelumnya, wolf itu di siksa hingga wolf itu berada di ambang kematiannya. Setelah melihat sosok yang dia siksa sudah lemah tak berdaya dan hampir mati, sosok manusia berwajah buruk itu pergi dan menunggu luka itu sembuh terlebih dulu agar bisa di siksa lagi.
Entah sebutan apa yang tepat untuk menggambarkan manusia berwajah buruk itu tapi hal sama terus saja Anne lihat hingga suatu hari, manusia berwajah buruk sedang asyik menyiksa wolf remaja, seseorang masuk dan tanpa manusia itu sadari, orang kepercayaannya menembakkan timah panas tepat pada jantung pria itu hingga pria berwajah jelek itu mati dan lenyap begitu saja.
Seseorang yang membunuh pria berwajah jelek akhirnya membebaskan wolf itu namun bukannya berterimah kasih, wolf itu malah lebih dulu mencabik-cabik tubuh sosok penolongnya hingga hancur tak tersisa lalu berusaha kabur.
Wolf remaja akhirnya bisa terbebas dan lari dari satu tempat ke tempat yang lain namun bukannya bisa hidup dengan lebih baik, Wolf nayatanya terperangkap dalam jaring lalu beberapa orang keluar dari tempat persembunyiannya. Anne yang melihat itu masih sangat penasaran tentang apa yang akan terjadi nyatanya seketika dia merasakan tubuhnya sedang di guncang keras dan matanya terbuka lebar ketika melihat darka sedang berada di atas tubuh Anne dan bersiap untuk menghunuskan pedang pada jantungnya.
“lakukan Darka” kata Anne lembut
Mendapati mata dari calon korbannya malah terbuka bahkan sosok itu menyebut namanya, darka melemparkan benda yang berada di tangannya lalu sosok anak remaja itu memeluk anne sangat kuat lalu menanggis tersedu-sedu. Anne jelas menggerutkan kening karena tidak menggerti namun ketika matanya menjelajahi tempat itu, anne bisa melihat kedua anak yang merukan saudara darka juga ikut menitihkan air mata.
Dua sosok anak remaja itu ternyata tidak ingin kalah dengan kakak mereka. Mereka lalu mendekata lalu memekul anne tidak kalah eratnya setelah itu terjadilah konser tangis yang sangat mengharukan bagi pelayan juga prajurit yang berjaga tidak jauh dari posisi anne sekarang.