anggara merasa lelah dengan semua aktivitasnya kali ini, paman yang kini sudah menjadi ayah angkatnya semakin mendesaknya untuk menggambil alih perusahaan secepatnya dan sungguh anggara tidak pernah bermimpi untuk menjadi ceo dan menggurusi perusahaan keluarga dari ayah kandungnya itu.
walau begitu ternyata ada persayarat yang harus dilakukan anggara terlebih dahulu untuk duduk di kursi kebesaran milik markbel itu. persyaratannya adalah anggara harus menikah terlebih dahulu dan mampu membuktikan dengan baik jika anggara bisa memimpin keluarganya dengan sangat baik selama setahun. hal ini dilakukan untuk melihat apakah anggara layak untuk menjadi sosok pemimpin di perusahaan atau tidak. dengan adanya persyaratan itu membuat anggara yang enggan menjadi CEO semakin enggan untuk menjabat menjadi CEO karena persyaratan itu.
anggara yakin dirinya bisa menjadi pemimpin yang baik dengan segala kecerdasan dan sikapnya yang mampu mengintimidasi lawan atau kolega-koleganya agar menuruti perintahnya namun untuk menikah dan membagun rumah tangga yang bahagia sepertinya adalah kata-kata bulshit yang sangat menjijikkan untuk anggara, walau begitu persyaratan itu sudah menjadi tradisi dalam keluarga marxabel.
keluarga marxabel berpendapat jika lelaki yang layak menjadi pemimpin adalah lelaki yang bertanggung jawab pada sumpah dan janji suci pada tuhan. perusahaan milik marxabel itu diibaratkan rumah tangga yang dibangun dari nol, mencari, lalu menemukan pasangan, beradaptasi dengan pasangan, mencapai mupakat dan bersama-sama membina keluarga bahagia.
aneh memang namun seperti itu kenyataannya. karena dengan keluarga kecilnya saja dirinya mampu untuk memperthankan keutuhan rumah tangga walau banyak yang rintangan didalamnya, mampu mendidik anak dan membesakannya. ya seperti itulah pandangan keluarga wijaya pada perusahaan, para pekerja atau lebih manusiawi disebut pegawai itu layaknya seorang anak dan didalam rumah tangga. banyak orang-orang yang menggantungkan nasib juga hidupnya dari penghasilan mereka yang selama bekerja di perusahaan keluarga marxabel jadi jika pemimpinnya tidak mampu mendidik dan membesarkan anak-anaknya maka seseorang itu disebut sebagai pemimpin yang gagal dan dicap sebagai lelaki gagal (banci).
untuk melepaskan amarah dan keletihannya kali ini anggara memutuskan menghabiskan waktunya di salah satu diskotik kecil disudut kota jakarta. diskotik itu sangat tertutup dan tidak sembarangan orang yang bisa memasukinya sesuka hati.
diskotik itu bukan memang bukan diskotik ternama yang biasanya diisi oeh orang-orang besar atau orang kaya, tetapi sangat nyaman dan sangat-sangat menghargai privasi penggunjungnya, dan hal itulah yang membuat anggara menjadi salah satu orang yang memiliki cart untuk menggakses keluar masuk di club malam itu.
bangunan diskotik menyerupai wc umum yang sangat tidak menarik, tidak terawat dan sepi diluarnya namun ketika masuk dan telah melewati beberapa pintu juga menuruni beberapa tangga barulah tetlihat dengan jelas jika ada kehidupan liar dan menyenangkan didalamnya. didalam tempat itu anggara sudah disambut dengan suara musik yang siap menghancurkan telinga, lampu-lampu temaram juga bau asap rokok, alkhol, bau parfum setiap orang juga bau keringat menyatu menjadi satu. hal sangat wajar bagi anggara, memang seperti itulah keadaan diskotik bebas itu. didalamnya tidak jauh berbeda dengan diskotik-diskotik lainnya dimana minuman keras dijual dengan harga fantastik tergantung merek dan rasa minumannya. semua orang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing tanpa memperdulikan siapapun yang memperhatikan aksi mereka. mereka bebas melakukan apapun disana asalkan tidak menimbulkan kerubutan didalam diskotik.
orang-orang menari dengan sangat bebas menggikuti musik yang dimainkan oleh DJ yang berpenampilan sangat seksi saat itu. pakaiannya hanya menutupi p****g d**a juga vaginanya saja, pemandangan seperti itu sudah sangat lumrah dilihat oleh anggara namun tidak pernah sekalipun anggara tertarik untuk menggagahi wanita-wanita tak tahu malu itu.
anggara memutuskan menduduki kursi yang tersusun rapi di pojok ruangan, sudah menjadi kebiasaan anggara jika datang keclab malam itu. dirinya hanya akan duduk disana berjam-jam lamanya dan hanya menghabiskan sebotol minuman alkhol dan sebungkus kacang. tapi tidak untuk malam ini dirinya memerlukan sesuatu untuk melampiaskan amarah dan nafsunya. belum cukup sejam anggara mendudukkan pantanya dikursi itu seseorang berpakaian minim mendekat dan tanpa permisi duduk dipangkuan anggara. sumpah pada saat itu anggara ingin menghancurkan p*****r itu dari tubuhnya secepat mungkin namun terganggu ketika melihat salah satu orang yang dikenalnya juga mendekat dan berdecih seakan mencemoh kelakuan anggara dan p*****r itu.
anggara yang sudah dari awal dikuasai oleh amarah dan mendapati perlakuan seperti itu dari kenalan dan p*****r itu. tanpa babibu anggara mencekik sang wanita hingga hampir kehilangan nafasnya, sadar mendapati sudah tidak mendapati perlawann anggara lalu berdiri tanpa aba-aba dan menggakibatkan sang p*****r terjatuh dengan naas dan terbatuk-batuk untuk menggumpulkan oksigen agar gerasa masuk dalam tubuhnya secepat mungkin.
semua itu tidak lepas dari penggawan anggara namubanggara tidak peduli. dan merasa tidak puas dengan itu anggara lalu dengan gerakan cepat menggeluarkan sesuatu dari kantongnya dan memaksa lelaki dihadapannya untuk menelannya dengan cara paksa. awalnya sang laki-laki itu tercenggang dengan mulut terbuka setelah melihat apa yang dilakukan anggara padanya namun tenyata anggara memanfaatkan hal itu hingga berhasil memasukkan pil perangsang dengan sangat muda lalu menyodori lelaki itu dengan botol yang tadinya dinikmati anggara dengan santainya.
tidak butuh waktu lama lelaki itu sudah merasakan sangat kepanasan dan tidak nyaman dengan tubuhnya itu, tidak hanya itu kini penisnya juga sudah menegang dengan sempurna karena efek obat yang diminumnya tadi. melihat itu anggara seketika berdecih karena menyaksikan penderitaan teman laki-laki yang sudah merangkap jadi sahabatnya itu selama ini. lelaki itu tidak bodoh untuk menanyakan obat apa yang telah diminumnya karena kini sudah sangat jelas dan sangat tahu apa yang kini terjadi dengan tubuhnya. dengan sekali sentakan lelaki yang bernama marko itu membekap mulut sang p*****r agar sedikit mengguranggi rasa panas yang menjalari tubuhnya saat itu juga.
marko meremas p******a dan hampir meloloskan gaun tipis yang digunakan sang p*****r. anggara sudah terbiasa melihat orang bersenggama atau melakukan itu tapi kali ini anggara tidak ingin jadi saksi nyata yang mereka kejadian iti di ingatannya. melihat marko bermain dengan sang p*****r bukanlah hiburan yang menyenagkan untuk anggara. anggara sudah menegur dengan cara baik-baik agar marko membawa wanita itu ke hotel atau semacamnya namun tidak di hiraukan jadilah dengan tiba-tiba anggara menarik tanggannya agar segera melepaskan sang p*****r lalu anggara menghantam wajah alan hingga membuat bagian bibir alan berdarah.
jikalah marko mendapatkan perlakuan seperti ini saat sadar tentu saja marko akan membalas perlakuan anggara dengan membabi buta tapi tidak kali ini karena pada saat ini alan dikuasai oleh nafsu yang sangat besar, efek dari obat itu.
anggara lalu menarik tangan marko agar mengikutinya ke salah satu kamar yang disediakan untuk pasangan yang ingin menyatukan kelamin mereka, ya anggara berhasil membawa marko memasuki ruangan itu namun sebelah tangan marko juga berhasil meraih tangan sang p*****r agar ikut dengannya.
didalam kamar sederhana itu marko kembali membekap tubuh sang p*****r dan dengan cara paksa merusak pakaian sang p*****r dengan cara terburu-buru. sang p*****r yang lemah karena hampir mati ditangan anggara hanya bisa pasrah diperlakukan seperti itu oleh marko dan tidak hanya itu cumbuan marko juga berhasil memancing gairah sang p*****r dengan sekejab mata.
marko sudah tidak memerdulikan apapun yang dilakukan anggara saat itu. yang marko pedulikan saat ini adalah bagaimana penisnya mendapatkan pemuasan secepat mungkin. dengan tidak sabaran marko melepasakan bajunya dan tanpa pemanasan lagi marko menyatukan miliknya dan dan sang p*****r dengan gerakan kasar. mendapati perlakuan seperti itu sang p*****r sedikit meringgis namun juga sangat menikmati permainan marko.
marko sudah menggoyangkan bokongnya dengan irama yang tidak beraturan, dan napas yang terenggah-engah begitu pun dengan sang p*****r yang sudah menjerit-jerit juga mendesah karena mendapatkan kepuasan dari marko.
anggara dibuat jijik dengan wajah wanita itu yang begitu puas mendapat genjotan marko. awalnya anggara yang akan menggunakan obat itu tapi niatnya batal karena wajah menjengkelkan sahabatnya itu. anggara yakin besok marko akan binggung harus berterima kasih padanya atau menggumpatinya yang jelas anggara tidak peduli.
anggara melewati lorong demi lorong begitu pun dengan lautan manusia yang bergerak layaknaya cacing kepanasan. tak di khiraukannya orang-orang itu, masih dengan gaya yang cool anggara meninggalkan diskotik dan kembali ke apaertemennya lalu sesampainya di kamar kerasa sangat lelah dengan hidupnya yang selalu monoton.