aku telah kembali kekosku sudah seminggu ini tanpa komunikasi dengan ayah maupun ibu. aku benar-benar seperti kehilangan arah setelah gadgetku rusak. yaaa bukan tanpa alasan sih sebenarnya gadget itu rusak tapi seperti biasa keteledoranku hingga membuat benda itu terendam lama dan setelah baru kusadari benda itu sudah tak bernyawa meninggalkanku untuk selama aiss menyedihkan.
aku kini situasiku terjebak dalam ruang kamar yang tidak seberapa, tak memiliki gatget itu ibarat orang hutan yang tersesat ditenggah kota besar. dimana begitu banyak hal yang terjadi diluar sepengetahuanmu dan kini kamu hanya bisa berdiri lemas ditenggah kota yang asing itu terbayang gak sih ketika orang lain menjelajahi dunia didalam gadged dan kau hanya melihat satu titik dihadapanmu saja aghhh sungguh tertinggal jauhlah kamu. yaa untuk saat ini gadget adalah benda penting untuk menemani aktivitas demua orang mau makan, tidur hingga wc pun beberapa orang membawanya juga, aghh benda kecil pipih itu seperti magnet sehingga membuat orang sangat tergantung pada benda itu.
rasanya rindu sudah tidak dapat kubendung lagi hingga titik-titik air mata membasahi pipi tanpa kusadari, "agh ayahku yang aneh dan ibuku yang ibuku yang egois I MISS" ujarku bermonolog pada angin yang tidak akan pernah memberi jawaban apapun. rasa sepi terus menggangu hingga kenangan tentang ayah terpintas dalam benakku.
ayahku salah satu berpikiran aneh, dimana ketika lelaki lebih suka diluar rumah bekerja dan bercanda gurau dengan teman-teman sebayanya selepas kerja lalu sedikit menikmati nikmat tuhan dengan melihat atau menikmati pahatan wanita muda yang menggiurkan agh sungguh lelaki sebenarnya tidak akan pernah lepas dari pikiran-pikiran seperti itu tetapi ayahku berbeda dirinya malah lebih senang berada dirumah menggantikan tugas ibu untuk menggurusku, membimbingku juga menggomeli jika aku tidak patuh perintahnya, huh entah apa yang membuat ayah menggalah dan merelakan semua orang menggunjingnya karena hanya bekerja sebagai ayah rumah tangga.
padahal ayah rumah tangga bekerja tanpa batas waktu yang jelas, mulai dari terbitnya mata anak sampai terbenamnya mata ibu tidak digaji sesuai UMR tetapi senyum dan ucapan terimah kasih yang dia dapatkan akan membuatnya sangat bahagia bagaikan mendapatkan lotre jutaan rupiah.
tidak hanya itu, jika seorang anak besar dengar mendengar kisah atau dongeng menggenai seorang putri cantik yang bertemu cinta sejatinya lalu hidup dan bahagia selamanya maka berbeda denganku, saat kecil ayah sering kali menceritakan kisah la sundare cerita mitos orang bugis. diseritakan jika la' sundare adalah sesorang pria berperawakan jelek seperti kera, walaupun berwajah buruk dibanding dengan orang-orang lain tetapi sundare adalah sosok pria yang baik hati juga bijaksana. kebaikannya itu membuat seorang wanita cantik terpikat dan rela menikahi sundari walau berfaras buruk.
kehidupannya berjalan dengan normal seperti masyarakat lainnya, namun setelah menikah sundare memiliki kebiasaan mandi di sunggai ketika malam hari hal ini membuat sang istri penasaran dan menggintip sundare yang sedang mandi. ketika sundare sedang asyik dengan kegiatan mandinya istrinya itu takjub dengan wajah sundare yang sebenarnya. sundare ternyata hanya menggunakan topeng untuk menutupi kesempurnaan parasnya.
dari cerita itu ayah menarik kesimpulan jika dibalik wajah yang jelek pasti ada wajah sempurna yang tersembunyi. aisss entah itu cerita untuk menyemanggatiku atau mengghinaku karena tampangku yang standar aiss menyebalkan. kebersamaan kami begitu melekat padaku walau begitu tentu saja aku memiliki kenangan indah bersama ibu tapi itu dulu, dulu ketika aku kecil.
sewaktu kecil ibulah yang selalu memelukku ketika aku tengah deman setelah diimunisasi, ibulah yang menggikatkan rambutku, menyuapiku, juga membawa kami sekeluarga untuk bertamasya aghh seandainya ibu tidak sibuk mungkin kegiatan itu akan terus terulang dan tak banyak waktu yang terbuang percuma tanpa kami merajut kenangan bersama. huh dunia seakan tidak adil tapi aku tidak pernah menuntut akan hal itu.
malam telah menyapa tetapi mataku enggan terpejam dan entah kemana rasa ngantuk yang selalu mendatanggiku tepat waktu itu, jadi walaupun kupaksakan untuk terlelap nyatanya tidak berhasil walau itu sesaat, jadi kuputuskan untuk kembali menggerjakan revisian yang tak juga menemukan titik akhirnya. jari-jariku bergerak dengab cukup lincah diatas keyboard tapi seketika aku kehabisan pembicaraan untuk kembali menentukan pasukab abjad apa lagi yang akan kuuraikan aisss menyebalkan seandainya skripsi layaknya karangan bebas mungkin cerita khayalanku sudah dari dulu kuselesaikan tapi lihatlah setelah sekian kali revisi dan pembimbing satu dan duaku tidak memeiliki kecocokan akan pendapat membuatku jenuh dan terpuruk.
ingin kembali pulang kepelukan ayah namun takut jika ayah malah memberi bentakan-bentakan yang menggiris jiwa. aisss sungguh mengerjakan adalah beban yang sangat tidak ingin kulakukan saat ini.
hanya berharap siksaan tugas akhir segera berakhir atau kalo tidak semoga dunia api menyerang kota makassar hingga membumi hangguskan tugas-tugas skripsi di kampus gajo merah itu.
tapi yaaa seperti itulah kenyataan, hanya dalam mimpi kita bisa menikmati hal-hal indah, menyenangkan dan itu gratis. tapi aisss sungguh kenyataan tidak pernah sejalan dengan yang diharapkan. detik demi detik berganti jarum jam terus dan terus berputar tidak lama dari itu suara kokok ayam juga disusul suara azan shubu yang telah dikomandankan untuk memanggil setiap umat islam untuk melaksanakan kewajibannya sebelum matahari terbit.
aisss aku semakin merindukan suara telpon dan segala kicauan ayah akan perintah melaksanakan sholat, dulu setiap waktu ayah akan menelponku jiwa waktu sholat tlah tiba tapi kini boro-boro dengar suara ayah gadgetku menampakkan tanda- tanda kehidupan pun tidak, dan jadilah benar-benar hanya suara azan yang menggingatkan akan kewajibanku itu.
setelah sholat barulah mataku benar-benar ingin terpejam, kutebahkan tubuhku dan menarik selimut untuk menutupi seluruh badanku mm rasanya tak dapat kugambarkan, revisiku selesai kewajibanku telak terlaksana uuuu tak kunjung jua kutemukan pengganggu yang merusak hari mingguku, aghh selama mengerjakan skripsi ini aku sudah menjadi kelelawar kecil yang cantik karena membolakkan keadaan, isss perhuangan yang tak bisa terelakkan tapi hidup itu kadang susah dan karang senang dan dibalik semua itu, tidak ada kenikmatan yang mampu kuduskatakan.
mataku sudah tidak bisa kutoleransi lagi jadi membuatku benar-benar ingin menggistirahatkan raga dan jiwaku, nantilah kupikirkan apa saja yang bisa kulakukan yang terpenting saat ini hanya tidur lelap untuk menantang dunia yang kian hari makin arrogant menyiksa para manusia dari siksaan yang tidak tahu dimana ujungnya. isss intinya selamat pagi dan selamat mbermimpi para pengkritik keras namun tidak pernah peka akan kekurangannya sendiri.
aku telah kembali kekosku sudah seminggu ini tanpa komunikasi dengan ayah maupun ibu. aku benar-benar seperti kehilangan arah setelah gadgetku rusak. yaaa bukan tanpa alasan sih sebenarnya gadget itu rusak tapi seperti biasa keteledoranku hingga membuat benda itu terendam lama dan setelah baru kusadari benda itu sudah tak bernyawa meninggalkanku untuk selama aiss menyedihkan.
aku kini situasiku terjebak dalam ruang kamar yang tidak seberapa, tak memiliki gatget itu ibarat orang hutan yang tersesat ditenggah kota besar. dimana begitu banyak hal yang terjadi diluar sepengetahuanmu dan kini kamu hanya bisa berdiri lemas ditenggah kota yang asing itu terbayang gak sih ketika orang lain menjelajahi dunia didalam gadged dan kau hanya melihat satu titik dihadapanmu saja aghhh sungguh tertinggal jauhlah kamu. yaa untuk saat ini gadget adalah benda penting untuk menemani aktivitas demua orang mau makan, tidur hingga wc pun beberapa orang membawanya juga, aghh benda kecil pipih itu seperti magnet sehingga membuat orang sangat tergantung pada benda itu.
rasanya rindu sudah tidak dapat kubendung lagi hingga titik-titik air mata membasahi pipi tanpa kusadari, "agh ayahku yang aneh dan ibuku yang ibuku yang egois I MISS" ujarku bermonolog pada angin yang tidak akan pernah memberi jawaban apapun. rasa sepi terus menggangu hingga kenangan tentang ayah terpintas dalam benakku.
ayahku salah satu berpikiran aneh, dimana ketika lelaki lebih suka diluar rumah bekerja dan bercanda gurau dengan teman-teman sebayanya selepas kerja lalu sedikit menikmati nikmat tuhan dengan melihat atau menikmati pahatan wanita muda yang menggiurkan agh sungguh lelaki sebenarnya tidak akan pernah lepas dari pikiran-pikiran seperti itu tetapi ayahku berbeda dirinya malah lebih senang berada dirumah menggantikan tugas ibu untuk menggurusku, membimbingku juga menggomeli jika aku tidak patuh perintahnya, huh entah apa yang membuat ayah menggalah dan merelakan semua orang menggunjingnya karena hanya bekerja sebagai ayah rumah tangga.