Hari baru Winda di desa itu akhirnya winda.Winda yang sebagai anak orang kaya sebenarnya merasa tidak nyaman ketika malam hari hanya ada peneranggan dari lilin juga di tempat itu.
ketika jarum jam sudah menunjukkan pukul 08:30. Winda sudah tidak bisa meninggalkan rumah karena di tempat itu sangat gelap juga sudah tidak ada aktivitas yang di lakukan winda
semua itu menjadi sesuatu yang baru bagi winda. masyarakat di kota seperti tidak pernah tidur karena jalanan tetap padat dari pagi hingga pagi lagi sedangkan di tempat ini, tidak seperti itu.
Di depan rumah Winda duduk termenung sambil memperhatikan langit yang di penuhi bintang-bintang. Gelapnya malam membuat bulan seolah semakin terang dan keindahan seperti ini tidak pernah Winda temukan di kota
Sedang asyik menatap bintang dan membiarkan pikirannya bermain-main, ayu yang ternyata terbangun dari tidurnya memilih keluar rumah dan mendapati Winda duduk seorang diri.
Sedang apa kamu. Tanya Ayu
Disini indah ya.aku tidak pernah lihat bintang seterang ini di kota. jawab winda sambil tetap memperhatikan langit
Cahaya bulan dan bintang kan sudah di gantikan lampu-lampu jalan. Kata ayu sambil duduk di samping winda dan menatap langit bersama Winda.
Ya sih.Tapi semua hanya penipuan.
Jangan seperti itu. Bukan tempatnya yang salah tapi manusia yang tinggal di sana yang membuatmu pergi.
Ya kau benar tapi ku rasa aku akan betah di tempat ini
Kenapa begitu
Ya karena di sini, aku merasa punya banyak keluarga.
Ya, kau benar.Semua orang masih saling menolong di tempat ini dan tanpa uang, kami masih saling peduli dengan masalah mereka.
Karena ucapanmu itu, aku rasa semua uang yang ku bawa ternyata tidak ada gunanya.
Mendengar ucapan winda, Ayu seketika tertawa keras karena apa yang winda katakan sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Tidak ada yang salah dengan uang itu karena setiap orang membutuhkan uang .
Jarum jam terus berputar dan udara menjadi semakin dingin. Merasakan hal itu, Ayu seketika bangun dari duduknya dan memaksa winda untuk masuk kedalam rumah.
Kenapa. Tanya winda yang tidak mengerti dengan perubahan sikap Ayu
Ayu menutup pintunya dengan sangat rapat lalu memaksa Winda memasuki kamar tidur.Winda melihat ayu mentup seluruh tubuhnya dengan selimut dan hal itu membuat Winda semakin penasaran.
Winda terus memaksa ayu untuk menceritakan apa yang membuatnya seperti ketakutan namun Ayu tidak juga mengatakan apapun walau Winda terus memaksa.
Karena lelah melihat ayu yang tiba-tiba menjadi aneh, Winda memilih ikut berbaring di tempat tidur lalu memejamkan mata seperti apa yang di lakukan ayu.
Sebanrnya winda belum mengatuk walaupun dia memaksakan dirinya untuk tidur.Beberapa kali winda bergerak tidak nyaman tapi itu juga tidak membuatnya segera tertidur.
Setelah lama berusaha untuk tidur namun gagal, winda memilih beranjak dari tempatnya lalu mendekati ruang tamu. Winda sekali lagi duduk merenung dengan apa yang terjadi pada dirinya akhir-akhir ini. Bosan dengan apa yang dia kerjakan, tidak terasa akhirnya winda tertidur dengan sendirinya.
Ketika winda membuka mata, ternyata cahaya matahari sudah terasa sangat panas. Wind ayang menyadari itu seketik menegakkan tubuhnya lalu memilih bergerak menuju kamar untuk melanjutkan tidurnya.
Cahaya matahari menggangu tidur winda namun belum juga winda merebahkan dirinya di ranjang, ternyata ayu baru saja memasuki rumah.
Kau ini tidak juga berubah winda
Apa
Sekarang ini kau di desa.Kau tidak bangun pagi di anggap hal yang salah.
Kau terlalu berlebihan.Aku hanya tidur bukan membunuh orang.
Bangunlah. Aku akan mengajakmu berkeliling
Tidak, nanti saja.aku masih ingin tidur.
Ayolah winda.aku akan memperkenalkanmu pada orang banyak jadi bangun dan mandilah.
Ya tuhan, kau terlalu cerewet.
Ingat ya, kau sekarang tinggal bersamaku sebagai keluarga bukan asisten rumah tangga atau pengasuhmu jadi kau harus ikut dengan perintahku.
Ku mohon ayu, aku baru tidur saat ayam mulai berkok. Setidaknya dua atau tiga jam lagi.
Kau ini.Ucap Ayu sambil memandang Winda yang benar-benar tertidur kembali.setelah menghembuskan nafas secara kasar, Ayu memutuskan untuk meninggalkan Winda lalu menyibukkan dirinya do dapur.
Ketika masakannya sudah selesai, ternyata Winda tidak juga bangun. Karena kesal Ayu lalu menyiram Winda dengan segelas air hingga Winda terbangun karena terkecut dan menyangka jika sedang terjadi banjir.
Kau keterlaluan ayu.Jerit winda sambil membenarkan posisinya.
Aku sudah bosan membangunkanmu tapi aku tidak juga bangun. Jadi saat cara yang lembut tidak bisa membuatmu meninggalkan tempat tidur, jangan salahkan aku jika aku melakukan ini. Balas Ayu acuh bahkan tertawa keras mendapati Winda marah padanya.
Karena wajah dan tubuhnya basah, dengan sangat terpaksa Winda bangun dari tempat tidur lalu bergerak keluar dari kamar mandi.Saat winda sudah membuka seluruh pakaiannya, dia seketika terkejut saat tidak mendapatkan air di dalam kolam.
Menyadari itu, Winda segera melilitkan handuk pada tubuhnya lalu keluar dari kamar mandi untuk menemui Ayu yang sedang berada di dapur dan sedang menikmati makan siangnya. Tanpa memperdulikan kondisi ayu, Winda berkata
Aku ingin mandi dan tidak ada air. Jelas Winda dengan wajah kesal
Itu akibatnya karena kau tidak bangun pagi.Jawab Ayu acuh sambil tertawa mengejek.
Apa maksudmu. Tanya winda dengan kerutan di keningnya.
Ingalah nona. Tempat ini adalah desa terpencil di mana semua kebutuhan masih serba terbatas dan berbeda dengan kota yang serba mewah.
Ayolah ayu.Jangan berbelit-belit jelaskan saja intinya.Ucap Winda lagi.
Mesin air hanya akan berfungsi di pagi hari hingga pukul 08.00. saat itu juga semua orang sudah selesai membersihkan diri dan sibuk dengan aktivitasnya.
Lalu
Tidak ada air lagi setelahnya
Bagaimana maksudnya, jadi bagaimana aku mandi.Tanya winda dengan sedikit frustasi.
Nanti sore aku akan ke sungai untuk mencuci. Kau bisa ikut dan mandi saat itu juga
Apa
Sudah, jangan cerewet.Makanlah dulu. Perintah Ayu.
Tapi aku lihat aku.Aku sudah tidak berpakian.Kata Winda sambil menunjukkan keadaanya yang hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya.
Aku dan kau sama-sama wanita. Jadi apa masalahnya
Aku tidak nyaman.
kau ini. Aku sudah meninggalkanmu selama 5 tahun tapi ternyata sikapmu tidak juga berubah.Kata Ayu sambil menggeleng-geleng pelan.
Aku baru saja tiba di tempat ini. Bukan hal yang mudah bagiku untuk membiasakan diri. bela Winda pada dirinya sendiri.
Terserah kau sajalah.Kata Ayu santai lalu berlalu meninggalkan Winda.
Dengan sangat terpaksa, Winda kembali mendatangi kamar mandi untuk mengambil pakaiannya yang tergantung di sana. pakaian itu sebenarnya sudah sedikit bau namun karena tidak punya pilihan lain, sekali lagi winda menggunakannya.
Di dapur, Winda menikmati makanan yang sudah di siapkan Ayu.Setelah selesai makan, Winda mendatangi Ayu yang sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang namun matanya tidak terpejam.
Bertahanlah sebentar lagi.setelah mandi kau baru boleh berganti pakaian. Ucap Ayu.
Iya.Balas winda ikut merebahkan dirinya di samping ayu.
Aku sebenarnya membangunkanmu pagi-pagi agar kau bisa ke pasar dan membeli pakaian tapi lihatlah, ku yakin seluruh pedagan sudah kembali ke rumah mereka sekarang.Kata Ayu lagi.
Iya, aku tahu ini salahku.Berhentilah memarahiku ayu.
Kalo kau ingin tinggal di tempat ini, kau harus bisa membiasakan diri dan hidup seperti orang di sini.
Iya, iya.
Kau sudah punya rencana
Tidak.Balas Winda singkat sambil memperhatikan langit-langit kamar.
Apa maksudmu.
Aku benar-benar tidak tahu apa yang akan ku lakukan.
Kenapa kau menjadi sangat menyusahkan.
Kau benar. Tapi kau menyayangiku kan. Kata Winda manja dan memeluk tubuh Ayu dari samping.
Tidak pernah. Aku menjagamu hanya untuk mendapatkan gaji
Bohong
Aku bekerja pada orangtuamu dengan gaji yang banyak. Semakin banyak orangtuamu memberiku uang, aku akan semakin sayang padamu.
Sialan.Umpat Winda sambil melepaskan pelukannya.
Melihat perubahan ekspresi Winda, ayu menjadi tertawa namun kini malah memeluk winda dengan erat. Di usapnya kepala winda dengan lembut lalu berkata
Aku sudah menganggapmu sebagai anakku sendiri winda, kau tahu jelas bagaimana perasaanku padamu
Ya, aku anakmu.
Kau anak yang tidak kulahirkan dan aku mensyukuri itu. Tidak ada yang mau melahirkan anak yang cantik namun menyebalkan sepertimu
Kau menyebalkan.Umpat Winda lagi lalu melepaskan pelukan Ayu di tubuhnya.
Melihat Winda yang semakin kesal, sekali lagi Ayu tertawa keras namun tetap memeluk Winda.sudah lama Ayu tidak memeluk Winda seperti apa yang dia lakukan sekarang dan ketika melakukan hal itu lagi, Ayu seketika ingat masa kecil Winda.