Kini sudah hampir dua minggu Januari kembali ke Jakarta dan meninggalkan keresahan di hati April.
Wanita itu kini sangat sulit menebak isi hatinya, karena di satu sisi dia merasa benci dengan Januari namun di sisi lain dia juga rindu dengan sosok laki-laki yang masih menjadi suaminya itu.
Meskipun dulu banyak luka yang dia torehan namun laki-laki itu seperti selalu mampu memberikan kesan yang mendalam hati April, dan bahkan sampai sekarang jika ditanya rasanya cintanya kepada laki-laki itu, maka April akan tegas menjawab bahwa Januari masih dengan angkuhnya bertahta tinggi dihatinya.
"Tik, mbak jemput dulu Rion yah!"
"Iya mbak!"
April berpamitan ke Atika, meskipun ini sudah menjadi rutinitasnya tetap wanita yang dia anggap sebagai adiknya itu selalu cemas jika April tidak memberi tahu