seperti nya adikku jatuh cinta !"
terkejut pemuda yang sedang melamun itu menoleh pada sang kakak dengan pandangan kesal .
"Kak kau membuat ku terkejut !" Protes pemuda itu sambil membenarkan posisi duduk nya
"Siapa dia ? Apa dia gadis yang semalam kau cium ?"
Dan tambah syok saat kakak nya mengetahui apa yang ia lakukan malam itu !
"Arkah aku tidak melarang mu jatuh cinta ,tapi pertimbangan kan dulu kau tau kan ayah sangat membenci kaum manusia dan bukan kah alam kita tidak boleh bersama ?"
Pemuda yang di sebut Arkah itu terdiam seperti tersadar dari mimpi dan bangun dari tidur .
Orang yang di panggil kakak itu menepuk pundak Arkah tiga kali lalu pergi setelah mengatakan ....
"Lupakan gadis itu !"
Dan kata-kata itulah yang membuat Arkah ingin merubah takdir dunia .
"Tidak bisa , aku akan merubah peraturan kaum kami !"
"Aku akan menentang aturan tuhan , dan gadis itu harus menjadi bagian dari hidup ku "
Arkah tau ini akan menjadi rumit dan akan terjadi pertumpahan darah .
Malam itu istana gempar karena pangeran mereka tiba-tiba hilang tanpa meninggalkan jejak .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Suasana sangat gelap hanya Sinaran bulan yang sesekali mengintip celah celah pohon ,apa hutan selalu seperti ini gelap dan sepi , Naura mengeratkan jubah yang di tubuhnya mengingat ia sadar dan berada di daratan ia yakin bahwa ada yang menolong nya malam itu kalo tidak dari mana ia dapat jubah hangat itu .
Ia baru keluar dari hutan itu dan setidaknya mencari perdesaan untuk mencari perlindungan ,hingga ada satu rumah pohon yang sangat tinggi .
"Halo apakah ada orang ?"
Sunyi!! Hanya suara bambu yang tertiup angin dan suara air di sungai oke kok jadi horor .
Karna Naura sudah lelah ia pun bergegas naik ke atas , saat naik kakinya menginjak beling sehingga keluar darah yang sangat banyak ia sedikit meringis dan melanjutkan naik sambil merangkak !
Saat sampai di atas pohon itu ia mencoba masuk dan seperti nya ada yang tinggal di tempat ini karna ada tempat tidur ,dan ada makanan yang masih hangat .
.
.
.
Seperti nya berpenghuni 'batinya .
Kaki nya masih berdarah karna beling di kakinya belum ia cabut karna tidak berani ,
Sebenarnya ia lapar ingin sekali ia memakan makanan di meja itu tapi dia merasa tidak enak ia bahkan sudah berlaku tidak sopan dengan masuk tanpa izin .
Naura mengeratkan jubah nya dan menjadikan nya selimut , lalu tidur dengan posisi berbaring .
Tak
Tak
Tak
Suara orang menaiki tangga dan ....
Ceklek !
Terkejut karena ada seseorang di rumah pohon nya .
Arkah terkejut melihat gadis itu lagi dengan kondisi yang memprihatinkan dan penciuman hidung nya langsung tajam saat ia mencium bau darah di kaki gadis itu dengan pelan ia mengambil kaki gadis itu dan melihat luka di kaki gadis itu ada beling menancap di kakinya . Pelan- pelan ia mencabut nya dan tentu membuat sang pemilik meringis dan bergerak dalam tidur nya lalu membuka matanya kemudian bangun dan langsung terkejut .
"Kauu!!"
.
.
.
.
"Ummm jadi tuan pemilik rumah pohon ini ya ? Maaf kan saya tuan ,saya lancang masuk ke dalam !"
Naura dengan cepat membungkuk merasa bersalah ,Hening tidak ada jawaban apa jangan-jangan dia tidak di maafkan , perlahan ada tangan yang menjulur ke arah dagu nya dan menarik nya pelan lalu tangan lain menarik tubuh nya merapat dan berbagi kehangatan saat wajah itu mendekat untuk mendapatkan apa yang ia mau ...
Cup...
Sebuah ciuman yang mendarat di bibir mungil si gadis ,dimana awal nya hanya sebuah kecupan berubah menjadi lumatan-lumatan panas,saat lidah saling bertemu dan saling membelai, Arkah semakin mengeratkan pelukannya , suasana semakin panas tangan nya mulai meraba ke mana-mana , yang awalnya ciuman mesra menjadi ciuman panas hingga membangkitkan gairah ,Arkah menjilat-jilat bibir mungil itu lalu bibir nya mulai turun ke leher ,d**a, perut dan...
"TUAN!"
"Hah!"
Arkah tersadar dari lamunannya , astaga apa baru saja dirinya membayangkan hal yang m***m sedangkan ia lihat gadis itu membungkuk lagi meminta maaf .
.
.
.
.
.
.
Bersambung....