Pangeran jam yang memotivasi dan luar biasa baiknya. Mungkin kalian heran kenapa aku bilang pangeran jam, aku sebut dia pangeran jam karena dia selalu tepat waktu, disiplin dan tampan hehehe….Bayangin aja deh siapa yang nggak bakal ngefans sama dia. Termasuk aku yang nggak ketinggalan ikut ngefans sama dia. Jarang banget kan ada laki-laki yang kayak dia. Setuju nggak gays?
Dia kakak tingkat aku namanya Faris Ramadhan, asalnya dari Yogyakarta. Sekarang dia kelas 12 dan jurusannya IPA. Selain itu kak Faris pernah menjabat sebagai ketua OSIS di SMA Pelita bangsa, ya ini tempat sekolah aku. Selain itu dia itu pandai baik akademik maupun ekstrakulikuler, dikelas dia selalu juara 3 besar dan ketika dia ikut lomba bulu tangkis tingkat nasional dia juara 1. sangat sempurna bukan menurut kita udah tampan, cerdas,rajin, pandai dan baik hati pula.
Rasanya insecure kalo berteman sama dia, apalagi aku. Kenalin nama aku Dewi anak paling bandel disekolah, berwajah pas-pas an dan selalui juara 1 dikelas dari belakang. Sekarang aku kelas 11 jurusan IPS. Aku salah satu penggemar kak Faris, kadang aku pingin deket sama dia biar bisa belajar bareng siapa tahu bisa ketularan pinternya heheh. Tapi aku sadar diri bagaikan langit dan bumi aku nggak cocok jika dekat dengan dia, apalagi pangeran jam itu sangat luar biasa. Aku hanya bisa mengagumi pangeranku dengan diam.
Kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung, suasana kelas ku sekarang sangat hening teman-teman kelas sedang memperhatikan penjelasan dari guru Akuntansi. Aku merasa sangat ngantuk ketika guru sedang menjelaskan materi tersebut, entahlah mungkin karena gangguan setan makannya aku ngantuk heheh. Ketika aku lagi melihat kearah pintu kelas, pangeran jam lewat hatiku merasa sangat bahagia. Bagaikan melihat hal yang sangat luar biasa, nggak bisa diucapkan dengan kata-kata dan seketika itu mata udah nggak ngantuk lagi karena telah melihat vitamin penambah semangat.
Aku melihat dia sampai tidak terlihat kembali, sungguh pemandangan yang luar biasa. Saya mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT karena telah menciptakan laki-laki yang luar biasa, walau sulit untuk digapai. Karena terlalu fokus memperhatikan pangeran jam sampai aku nggak sadar aku ditanya sama guru.
“Dewi kamu sedang memperhatikan apa?” kata ibu guru
“Nggak lihat apa-apa bu, cuma sedang mengagumi ciptaan sang Maha kuasa heheh” jawabku
Mendengar jawabnku temen-teman satu kelas tertawa terbahak-bahak semua. Sedangkan ibu guru hanya geleng-geleng kepala. Setelah itu langsung melanjutkan pembelajaran hingga bel ber bunyi menandakan waktunya istirahat.
Aku langsung ngajak temen deket aku namanya Gea dan Sasa kekantin. Kami bertiga langsung keluar dari ruang kelas menu kekantik dan betapa kagetnya ketika menuju kantin pangeran jam muncul kearah aku, seketika gue merasa salting pingin putar arah. Padahalakan nggak tahu dia mau nemuan gue (berharap hehe) atau emang lewat aja. Maklum lah kalo ada orang yang kita idolakan lihat dia dari jauh aja pasti salting, bener nggak sih hehe.
Ketikapangeran jam udah berdekat jaraknya sama aku dia tiba-tiba menyapa aku, aku bagaikan mimpi,” Hai nama kamu Dewi kan?” Tanya pangeran jam
Aku ketika mendengar itu bagaikan mimpi kayak nggak mungkin aja gitu dia bisa tahu nama aku, apa mungkin aku yang salah denger sehingga aku hanya diam aja. Sedangkan teman-teman aku pada memandang pangeran jam dengan takjub. Sampai akhinya aku sadar memang aku yang disapa dia.
“Hai kamu bener yang namanya Dewi kan” Tanya dia lagi
“eh maaf iya bener nama aku Dewi” jawabku
“Kenalin nama aku Faris, dan ini temen aku Dion, aku mau ngajak kamu ikut gabung di klub bulu tangkis, kira-kira kamu mau nggak?”
Ketika dia memperkenalkan diri dalam hati aku berkata, nggak perlu perkenalan aku udah tahu nama kamu pangeran jam hehe. Mendengar ajakan itu aku sangat bahagia, tapi aku merasa aku nggak cocok ikut klub tersebut. “Gimana ya, sebenernya aku mau banget tapi aku nggak terlalu berpengalaman takutnya mengecewakan klub bulu tangkis”
“Kamu berbakat kok, tinggal diasah aja kemampuan kamu, aku yakin kamu akan menjadi pemain bulu tangkis yang hebat”.
Mendengar pujian itu aku merasa sangat bahagia dan ahirnya aku menerima tawaran tersebut. “ Oke kalo gitu aku terima tawaran kamu”
“Mulai besok jangan lupa datang ke klub bulu tangkis untuk latihan ya. Bye see you”
“see you”
Hari ini aku merasa bahwa inimerupakan hari keberuntunganku yang luar biasa. Bisa disapa sama pangeran jam dan dihari-hari berikutnya bisa lihat dia terus. Semoga kedepannya hariku semakin berwarna dan indah setelah ikut klub bulu tangkis.