"Silahkan masuk.."
Pria dewasa itu membukakan pintu dan mempersilahkan ega untuk masuk diiringi senyuman tipis namun penuh arti. Kemudian diikuti ega yang mengangguk lalu masuk kerumah tersebut. Ega sedikit kagum dengan interior rumah itu. Simple namun terlihat menarik.
"Silahkan duduk"
"Eh.. iya om" jawab ega sedikit kaget karena baru sadar dari bengong. Kemudian ia duduk di sofa pria tersebut
"Oh iya. Nama kamu siapa?"
"Ega om" jawab ega singkat.
"Nama yang bagus. Dedy. Kamu boleh panggil saya om dedy"
"Kamu mau minum apa? Biar saya buatkan sebentar" Lanjut pria itu yang ternyata bernama dedy.
"Tidak usah repot repot om" jawab ega karena dia tidak ingin merepotkan.
"Tidak apa apa, lagi pula saya tidak merasa terepotkan" sahut dedy meyakinkan.
Kenapa jadi ngerepotin gini sih, lagian kemana istri om dedy sampai harus buatin minum tamu sendiri.. gerutu ega dalam hati karena sedikit heran.
"Ega.."
"Eh i-iya om.. kopi aja om" jawab ega cepat.
"Baiklah kamu tunggu disini sebentar, biar om buatkan kamu kopi"
Dedy menjawab sembari melepas jaket yang ia kenakan lalu meletakkannya di sandaran sofa. Kedua mata ega terbelalak melihat kaos yang dedy kenakan adalah kaos seragam polisi. Dedy kemudian melenggang pergi menuju dapurnya.
Hah..? Kaos polisi? Apa dia termasuk salah satu polisi yang mengejarku tadi? Aku harus kabur dari sini.. Ega bergumam dalam hati lalu menuju pintu rumah untuk mencoba kabur selagi dedy membuat kopi.
"Hah.. sial. Dikunci" Ega berguman lirih mendapati pintu yang dikunci. Kini ia hanya pasrah jika apa yang dia pikirkan itu benar. Lalu kembali duduk ke sofa.
Tidak lama dedy kembali dari dapur dengan membawa dua gelas kopi yang ia buat sembari memberikan salah satu kopi itu untuk ega.
"Silahkan diminum"
"Iya om.. terimakasih"
"Kamu kenapa? Sepertinya wajah kamu terlihat masih ketakutan?" Tanya dedy sedikit heran karena melihat raut wajah ega yang merasa ketakutan.
"Ng-nggak om gak apa apa" jawab ega menutupi rasa ketakutannya.
"Coba kamu cerita. Kenapa tadi kamu masuk mobil saya secara tiba tiba dengan nafas ngos ngosan" tanya dedy karena ingin tahu.
"Ng-nggak om. Tadi saya dikejar kejar sama beberapa preman yang mencoba memalak saya" Jawab ega berusaha berbohong.
"Hah..? Kenapa kamu gak cerita sama saya pas di mobil?"
"Maaf om. Tadinya saya nggak tau kalau om dedy ini.. polisi" jawab ega sembari menatap kaos yang digunakan om dedy.
"Ya sudah. Tapi kamu gak kenapa-napa kan?" Tanya dedy lagi.
"Gak om. Saya gak apa apa" jawab ega berusaha meyakinkan. Dibalas dengan senyuman dedy yang tipis namun penuh arti.
"Kamu tunggu disini sebentar" ucap dedy kepada ega kemudian ia masuk ke kamarnya tanpa menunggu jawaban dari ega.
Tak lama berada didalam kamar, dedy kembali sambil membawa sebuah botol kecil berwarna coklat, lalu menyodorkannya kepada ega.
"Agar pikiran kamu sedikit tenang" ucap dedy menjelaskan fungsi botol tersebut.
"Dekatkan hidung lalu hiruplah" Tambahnya lagi menjelaskan cara menggunakannya.
"Tenang. Itu bukan narkoba atau semacamnya. Kamu tahu saya siapakan?" Lanjut dedy lagi meyakinkan karena melihat wajah bingung dan ragu dari wajah ega.
Kemudian ega melakukan sesuatu sesuai instruksi dedy kepadanya. Dan benar saja, ega merasa fikirannya lebih rileks saat ini.
"Bagaimana?" Tanya dedy.
Ega belum menjawab, dia masih sedikit merasakan rasa rileks yang sedikit demi sedikit menjalar di otaknya itu, kemudian ia melemparkan senyuman kearah dedy.
"Ia om. Saya merasa lebih rileks sekarang"
Kemudian diikuti senyum kemenangan dibibir dedy. Namun entah kenapa senyuman dedy itu seperti membuat ega sangat tertarik. Kemudian mereka berdua tampak ngobrol santai saling bercanda seperti orang yang sudah akrab.
Di sela sela obrolan mereka. Dedi tampak menelpon seseorang
"Iya halo"
"....."
"Katakan pada beny saya tidak jadi kekantor lagi malam ini"
"....."
"Saya ada urusan penting dirumah sekarang"
Kemudian dedy mengakhiri panggilan itu, tapi dia masih terlihat memainkan HP nya sambil tersenyum-senyum beberapa kali. Ega yang mendapati dedy tersenyum aneh sambil memainkan HP nya merasa sedikit heran.
Lanjut menuju rencana kedua.. dedy berguman didalam hati, lalu melemparkan senyum kearah ega. Sedangkan ega yang melihat senyuman penuh hati itu sedikit bertanya didalam hati.
"Sebentar saya mau ambil sesuatu didalam kamar" ucap dedy meminta izin kepada ega. Ega menjawab dengan mengangguk. Lalu dedy berdiri dari sofa, dengan sengaja ia meletakan HP nya dalam keadaan layar tidak terkunci dan masih membuka salah satu aplikasi. Kemudian berjalan menuju kamarnya.
Ega yang penasaran dengan entah keberanian dari mana ia melihat layar ponsel dedy yang masih menyala. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat ada foto dirinya yang entah kapan dedy mengambil foto itu, tengah menghirup botol kecil berwarna coklat yang tak lain adalah popers di postingan hp dedy dengan caption "Next project". Ega penasaran aplikasi apa itu. Kemudian ia searching menggunakan HP nya tentang nama aplikasi itu.
--------------------------------------------------
Waduh.. pake aplikasi apa ya itu om dedy..?
Lanjut ke part selanjutnya ya..
Jangan lupa klik bintang yg ada di pojok kiri bawah ya ?