Winter yang semula ingin pergi pada akhirnya memutuskan diam sejenak dan berpura-pura bermain handpone sambil mendengarkan apa yang mereka perbincangkan.
Winter ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi hingga Aurin dan Nathan terlihat dekat bahkan mereka bisa saling berbagi uang.
Kata-kata Aurin membuat Nathan mendongkakan kepalanya dan menatap tajam Aurin. Nathan menunjuk wajahnya sendiri yang kini masih terlihat tidak baik-baik saja karena luka yang di sebabkan oleh Winter, “Kau tidak lihat keadaanku sekarang? Lihat aku Aurin, aku butuh perlindungan,” tekan Nathan dengan serius.
“Tapi Nathan.”
“Aku hanya butuh hakku Aurin! Aku harus pergi ke luar negeri secepatnya,” sela Nathan dengan cepat.
Aurin membuang napasnya dengan kasar, wanita itu berdecak pinggang seketika terlihat mulai je