Ya Tuhan kenapa takdir kejam kepadaku kenapa aku harus menjalankan ini semua. kenapa takdir baik gak pernah berpihak ke padaku kenapa Tuhan?" kenapa....keeenapa?" ini semua tidak berhenti menimpaku kenapa aku harus merasakan ini. apa gak ada sedikit rasa iba kepadaku Tuhan?" Dan membuat ku bahagia. bukan nya aku gak bersyukur akan hidup yang kau berikan tapi aku megingginkan mempunyai suami yang mencintai ku bukan membenciku bukan menolak ku. engkau tau sedari kecil hidupku gak pernah ada yang memperhatikan orang tuaku cuwek papa ku sibuk dengan harta nya. mamaku entah kemana, kau kirimkan mama baru tapi kejam kepadaku. Engkau takdirkan ku di keluarga kaya tapi yang ku rasakan seperti hidup di neraka Tuhan. kenapa harus aku yang di jodohkan dengan lelaki itu kenapa harus aku. aku gak pernah memakai uang papaku yang selalu menghamburkan uang papa si Leora tapi kenapa harus aku yang di jodohkan. kenapa buka Leora. apa bedanya aku sama Leora?" kenapa dia dari kecil selalu teristimewa tapi kalau aku seperti menjijikkan di dalam rumah mewah yang berpilar tinggi yang selalu di eluh eluhkan teman ku yang di bilang aku orang kaya hidup di istana tapi kenyataanya aku hidup seperti di neraka di pandang sebelah mata.
Aku di seret dari tempat kerjaku sama orang suruhan papa di suruh pulang hanya untuk menghadiri acara pertemuan keluarga dengan keluarga Hardiyanta bisa di bilang keluarga Calok suami yang di persiapkan papa ku. sebelum aku ketemu keluarga besar Hardiyanta aku di dandani seperti tuan putri supaya keluarga ku mendapatkan citra baik di depan calon mertuaku kalau aku sangat di sayangngi tapi nyatanya aku cuma di jadikan kacung ibu tiriku dan kakak tiriku. di sini aku bertemu seorang lelaki tampan putih tinggi tapi espresinya angkuh dan galak kalau muka nya dingin sedingin kutup utara
aku gak berani lihat matanya. matanya sangat tajam membuat badan ku merinding nyaliku ciut cuma di lihat aja aku udah takut. tanpa persetujuan ku, "papa ku udah mengatur tanggal pernikahan satu Minggu lagi kami menikah. calon suami ku cuma memberi syarat acara di gelar secara sederhana cuma di hadiri keluarga inti dan acara pernikahan di gelar secara tertutup. langsung di persetujui sama keluargaku tanpa membantah tanpa bertanya kenapa kok secara sederhana. ya gitulah papa lagi butuh investor buat menyuntikan dana di perusahaan yang lagi kolaps.
Hari ini tepat hari di mana aku akan di nikahi laki laki sombong itu. aku di dudukkan di sebelah dia di depan meja yang sama dengan dia di hadapan ku ada papaku dengan bapak penghulu, papaku udah rapi dengan setelan jas dan tangannya sudah menjabat tangan laki laki yang berada di sampingku suara akad nikah berkumandang di tempat yang sudah di persiapkan dan cuma keluarga dan tetangga terdekat yang datang, supaya gak ada fitnah di antara kita.
Shelo Arya Hardiyanta itu nama suamiku yang sombong dan dingin. pengusaha muda dan pewaris utama karajaan bisnis Hardiyanta grub. kata Syah yangku dengar dari orang yang hadir dan lantunan doa di ucapkan membuat ku meneteskan air mata seakan aku kecewa akan takdir yang di berikan Tuhan. aku gak bisa berbuat apa apa aku harus menjalankan ini dengan ikhlas. aku kecewa sama diriku sendiri cumanya bisa nangis dan mengeluh, gak berani membela diri, bener bener aku ini cengeng
Acara pernikahan udah selesai aku di bawa pulang keapartemenya aku menyeret koperku sendiri dia tanpa membantuku aku di acuhkanya bener bener gak di anggap. apartemen ini gak besar dan gak kecil apartemen minimalis yang rapi tapi membuatku takut dengan pemilik rumah. yang bagiku sangat menyeramkan melebihi monster. iya monster tua yang galak dan jutek
aku di beri tahu letak kamarku dan di tunggu di meja makan mas Shelo mau ngomong penting, gak menunggu lama aku langsung kesana buru buru kesana aku takut kalau dia ngamuk mukanya serem. di atas meja udah ada selembar kertas dan bolpoin
"Apa ini mas?" aku bertanya Soal kertas di depan ku
"Itu surat perjanjian kamu baca terus tanda tangani jangan banyak protes. " jawab nya dingin duduk di depan ku membuat ku merinding gak karuan takut melihat ekspresinya
"surat perjanjian ini berlaku cuma satu tahun habis itu kita hidup bebas. kamu gak boleh ikut campur urusan ku. kita hidup masing masing aku gak akan ikut campur urusan kamu. "kamu mau apa aja seterah kamu gak usah mintak izin ke aku tapi inggat jam 22.00 harus ada di rumah. kalau ada keluarga kita, " kita pura pura pasangan ingat itu, kalau punya pacar kamu jangan bawa pacarmu ke apartemen ku kalau ketemu di luar silahkan, aku usahain pacarku gak ke apartemen kamu mengerti apa yang aku ucapkan. "Shelo ngomong di depan Kalista sambil mengeraskan rahang nya itu membuat Kalista merinding gak karuan membuat sekujur tubuhnya kaku bibirnya mengatup menahan air matanya supaya tidak menetes.
"iya mas aku mengerti maksud surat perjanjian ini. "Ucap Kalista sambil menahan supaya tidak menangis karena takut dengan raut muka Shelo yang mengintimidasi.
" Eh dan satu lagi jangan mengadu sama orang tua mu soal perjanjian ini kamu denger. no s*x tenang aja aku gak akan nyentuh kamu, nanti kalau perjanjian ini selesai kamu akan ku kasih kompensasi satu milyar buat hidup kamu selanjutnya. kalau ada yang kamu tanyakan tanyakan aja! "ucap Shelo kepada Kalista
Kalista diam seribu bahasa tanpa menjawab pertanyaan Shelo
"tuk tuk.. kamu mengerti Kalista nur Handoyo.. suara berat Shelo mengema sambil mengernyitkan dahinya ke atas, Kalista langsung ke siap mengiyakan ucapan Shelo
Iya iyaaaa mas aku mengerti. aaaku aku boleh ngomong mas ke mas. " ucap Kalista sambil takut takut ke Shelo
"Iya mau ngomong apa, ngomong aja aku dengerin. "ucap Shelo ke Kalista dengan santai sambil memandang Kalista
"Gini mas aku kalau pulang jam sepuluh gak bisa mas aku baru selesai tutup cafe biasanya aku nyampek rumah setengah sebelas. "ucap Kalista sambil mengigit bibir bawahnya
"kamu punya cafe dimana?. "jawab Shelo gak malah beri jawaban malah bertanya
Aku kerja di cafe teman ku mas untuk biaya kuliah dan ke butuhkan hidup. "jawab Kalista sambil menetralkan jantungnya
Gak usah kerja lagi nanti aku kasih uang jajan denger kamu kalau kamu kerja bisa runyam urusannya makin buat ribet hidup ku. "ucap Shelo. betapa orang tua Shelo akan murka kalau Sampek tau Kalista bekerja paruh waktu buat biaya kuliah dan betapa dia akan di ejek oleh sheno itu pikiran Shelo
iya mas. ucap Kalista
kamu itu merusak hidupku aja sebenarnya aku punya rencana mau menikah sama kekasihku tapi aku di paksa sama mami di suruh nikah sama kamu. kamu itu jadi penghalang kebahagian ku awas aja kalau kamu jadi Duri di hidupku. "Ucap Shelo sambil bersugut sugut di depan Kalista
Astagfirullah mas bisa ya mas ngomong gitu bukan kamu aja yang tersakiti aku makin tersakiti gak ada niat secuil pun untuk merusak hubungan mu sama pacarmu mas, aku juga ogah nikah sama kamu mas malah ogah banget. aku di sini juga korban sama kayak kamu batin Kalista mendumel.
"cepat tanda tangani surat itu dan beri aku no rekening mu. ucap Shelo dengan tegas
Kalista ngambil kertas sucuil buat nulis no reking yang di mintak Shelo
" Ini mas.. jawab Kalista sambil ngasih kertas yang ada no rekening
"aku transfer sepuluh juta perbulan seterah mau kau gunakan untuk apa aja, tapi ingat jangan ikut campur urusan ku. ucap Shelo mengingatkan kepada Kalista
Iya mas aku gak akan ikut campur urusan mu, itu terlalu banyak mas aku di kasih seper empat nya aja juga cukup mas. jawab Kalista
udah terima aja uang dari aku mau kamu apain itu terserah kamu aku gak mau di bantah Kalista. ucap Shelo tegas.
Kalista menganggukkan kepalanya tanda setuju apa yang di ucapkan Shelo kepadanya. Shelo pergi menuju kamarnya sambil membawa surat perjanjian yang mereka sepakati. setidaknya Kalista bisa bersyukur bisa hidup bebas dari sarang ibu tirinya dan kakak tirinya
Kalista menyiapkan makan malam buat dia dan Shelo makanan udah di tata rapi di meja makan tidak berselang lama Shelo keluar kamar udah berganti baju rapi siap keluar dari rumah.
mas mau kemana? itu makan malam udah aku siapkan. ucap Kalista di depan Shelo
kan aku udah ngomong ke kamu jangan urusin aku, kalau kamu mau makan makan aja gak usah urus aku kamu denger. ucap Shelo ke Kalista Shelo pergi tanpa menoleh ke Kalista dia gak peduli sama Kalista