“Apakah itu dia?”
"Jin Xu Yi."
Ye Feng merasakan ketegangan menghampiri saat melihat sosok yang mendekat, pikirannya seketika kembali teringat lima tahun silam.
Sebuah kecelakaan yang mengerikan, menewaskan satu orang dan melukai tujuh lainnya.
Dan saat itu Ye Feng dijebak dalam sebuah rencana, justru dia malah dijadikan kambing hitam dan dituduh sebagai pelaku utamanya.
Mengenai kejadian itu sendiri, saat itu Ye Feng telah dipaksa minum hingga tak sadar, sehingga tidak ingat sedikit pun apa yang terjadi.
Namun, satu hal yang takkan pernah dilupakan Ye Feng, adalah tatapan tajam putri almarhum, yang dengan penuh kemarahan berteriak kepadanya: "Kembalikan ibuku!"
"Aku akan membunuhmu!"
Tatapan yang begitu mirip dengan sosok yang kini berdiri di depannya.
Gadis kecil yang seumuran dengannya saat itu, kini telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang anggun.
Sosok kedewasaan nya menghilangkan kepolosan dan ketidakberdayaan masa lalu.
Kini dia memiliki aura keberanian dan ketegasan..
Dengan mengenakan seragam militer, dia tampak lebih seperti wanita dewasa yang menawan.
Di tangannya tergenggam pistol tipe 92, seperti Malaikat Pencabut Nyawa yang mendekat dengan langkah pasti.
“Tuan, tidak usah impulsif!” Wakil perempuan di sampingnya dengan cepat menangkap dan menekan lengan Jin Xuyi.
Ia cepat-cepat mendekat dan menahan tindakan Jin Xuyi sambil berkata, “Jangan melakukan tindakan yang gegabah untuk sampah seperti dia..!"
Sementara itu, orang-orang yang dikirim oleh keluarga Ye, melihat Jin Xuyi dengan penuh keterkejutan.
“Jin Xuyi, bukankah dia itu Komandan Pengawal Yan Jing dengan pangkat tiga!”
“Dia adalah komandan wanita termuda dan satu-satunya dalam sejarah Pengawal Yan Jing, !”
“Dikatakan bahwa, setelah peristiwa itu... dia diangkat sebagai anak angkat oleh Dewa Perang Youzhou, sehingga meski dalam kesedihan, dia mendapatkan berkah yang melimpah.. hingga dia bisa mencapai posisi seperti sekarang!”
Dari pembicaraan orang-orang di sekitarnya, Ye Feng mengetahui bahwa putri korban tersebut sudah memilih untuk mengabdi pada jalan militer.
Kini, dia telah memimpin seluruh Pengawal Yan Jing, menjaga keamanan wilayah Yan Jing, seorang pahlawan wanita yang tak kalah dengan para pria sebaya nya.
Ternyata kecelakaan itu telah mengubah banyak jalur kehidupan orang-orang.
“Kenapa?"
"Kenapa seorang pembunuh sepertimu hanya menjalani hukuman lima tahun dan bisa memulai hidup baru?"
"Kau itu tidak ada bedanya dengan koruptor di konoha yang sudah merugikan negara 300 Trilyun tapi hanya di hukum penjara 5 tahun juga."
"ini pasti ada kesalahan dengan hakim yang korup..!!"
"Dunia ini sungguh tidak adil..."
"Bagaimana dengan ibuku yang sudah kau bunuh.."
"Ibuku, takkan pernah kembali lagi!”
“Kenapa selalu orang baik yang menderita, sementara orang jahat sepertimu bisa bebas berkeliaran tanpa rasa takut?"
"Kenapa...??”
Jin Xuyi berteriak kepada Ye Feng dengan penuh kemarahan, matanya membara, dan tangan yang memegang pistolnya bergetar karena amarah yang sudah memuncak dan tak terbendung.
Sebagai sesama korban, Ye Feng pun ingin tahu jawabannya.
“Tenanglah, keadilan tidak akan pernah salah tempat,” kata Ye Feng dengan tegas.
“Jika keadilan itu memang sudah tidak ada dan menghilang, maka aku yang akan menjadi keadilan itu sendiri."
Ucap Ye Feng dengan penuh keyakinan.
Sejak detik dia keluar dari penjara, ia telah bersiap untuk berjuang untuk keadilan atas yang orang perbuat terhadap dirinya.
Membalas darah dengan darah, membalas nyawa dengan nyawa!
“Sampah sepertimu, tidak pantas bicara tentang keadilan?”
Setelah mendengar kata-kata Ye Feng, Jin Xuyi menjadi semakin marah.
Dia menganggap semua ini sebagai provokasi dari Ye Feng.!
“Jangan pernah berpikir setelah keluar dari penjara, kamu akan hidup tenang.!”
“Aku sengaja bergabung dengan pasukan Pengawal Yan Jing untuk menumpas orang-orang jahat sepertimu!”
“Siap-siap saja!"
"Aku akan mengawasi kamu selama 24 jam!"
"Jadi kapan pun dan dimana pun aku bisa saja menangkapmu kembali ketika kau membuat sedikit saja kejahatan!”
Di tengah kutukan dan teriakan Jin Xuyi, Ye Feng malah masuk ke dalam mobil dan melaju pergi dengan santai.
“Ha ha, beanr beanr gila.."
"Kupikir tadi, Komandan Jin benar-benar akan menembak untuk membalas dendam kematian ibunya,” kata pria yang mengemudikan mobil dengan nada mengejek.
Ye Feng hanya terdiam, menutup matanya sejenak dan mencoba untuk tertidur walau sejenak.
Sambil perlahan melepaskan genggamannya, batu yang sebelumnya dilemparkan oleh Jin Xu Yi kini telah hancur menjadi debu dan berserakan dimana mana.
Tak lama kemudian, setelah melewati perjalanan yang berbatu dan bergelombang, mobil itu akhirnya tiba di daerah pegunungan yang sepi dan terpencil. Mobil itu berhenti tepat di ujung tebing yang tinggi..
“Tuan Muda Ye, saatnya turun... kita sudah sampai di tujuan!”
Ketika pintu mobil terbuka, sekelompok pria segera turun terlebih dahulu dan menunggu di luar.
“Kok cepet sekali dan sudah sampai di rumah?” Ye Feng pun dengan perlahan membuka matanya.
“Ha ha ha, kau masih ingin kembali ke rumah?”
Seorang pria yang menjadi pemimpin kelompok itu, tertawa sinis. “Kau, seorang mantan narapidana yang sudah mendekam selama lima tahun di penjara.."
"Apa kamu fikir bisa kembali pulang kerumah??”
Sambil berkata demikian, pria itu melemparkan sebuah paspor dan sebuah kartu ATM ke dalam mobil.
“Nyonya telah mengambil keputusan dan sudah memerintahkan, segera ambil uang itu.."
"Pergi dari negara ini, dan jangan pernah kembali lagi..!!”
Ye Feng tidak mengambil ATM dan paspor tersebut, dia malah balik bertanya, “Apa yang terjadi jika aku tidak mau pergi?”
“He he he!” Orang-orang di luar itu tertawa.
"Dasar bocah bodoh..!!"
“Kalau begitu, kami akan mengantarmu ke jalan terakhir di sini!”
..
"Hmmm..."
“Setelah sekian lama berlalu, wanita itu masih saja berusaha menghabisi nyawaku?” Ye Feng membungkuk, lalu turun dari mobil.
“Di kehidupan selanjutnya, semoga kau lahir di keluarga biasa!”
Para preman itu, satu per satu, mengeluarkan tongkat besi mereka. “Sebaiknya kau melompat saja sendiri, kalau tidak... kami yang akan melakukannya untukmu?”
“Ha ha…” Ye Feng berdiri di tepi tebing tersebut, memandang kelompok itu dengan tatapan dingin.
“Sungguh benar benar sekumpulan anjing yang setia."
"Jadi kalian memang benar suruhan Wanita j****y tua itu.??"
"Berapa banyak uang yang dia berikan padamu, sampai kalian mau mengorbankan nyawa untu melakukan nya?”
"Jangan kau sebut nama Nyonya kami seperti itu..."
“Nyonya itu sudah sangat baik kepada kami!"
"Kami bersedia melakukan apa saja untuknya, bahkan nyawapun akan kami berikan."
Para pria ini adalah pembunuh bayaran yang mempunyai kehidupan yang tidak jelas, dan sepertinya Xu Ruyun telah memberikan mereka identitas resmi, sehingga mereka dengan senang hati mengabdi untuk menjadikan Xu Ruyu sebagai majikan mereka.
“Ngomong-ngomong, kamu akan segera mati sebentar lagi, jadi aku akan memberitahumu rahasia lain untuk membuatmu mengerti kenapa situasi seperti ini sampai bisa terjadi!” ucap salah satu preman itu.
“Kau ingat, kecelakaan mobil lima tahun lalu."
"Itu juga adalah bagian dari rencana kami, dan kami yang sudah menjebakmu sebagai pelakunya!”
“He he he, bagaimana? sungguh mengejutkan bukan?”
“Bahkan tadi juga lucu sekali saat gadis bernama Jin Xu Yi mendatangimu.. dia begitu kesal saat melihatmu keluar dari penjara dan benar benar ingin membunuhmu saat itu juga."
"Padahal, sebenarnya akulah orang yang telah membuat Ibunya mati dan celaka waktu itu."
"Ha ha ha… sungguh Gadis yang malang.”
Kelompok itu tertawa bangga, ingin melihat reaksi Ye Feng ketika mengetahui kebenaran yang menyakitkan.
“Jika kalian tidak mengatakannya, aku juga akan menyelidiki apa yang terjadi di masa lalu.”
Ye Feng tampak tenang, menghadapi situasi ini dengan sikap yang tenang dan tak tergoyahkan.
“Namun… karena dari tadi kalian sudah banyak bacot dan mengakui sendiri kesalahan kalian, maka aku pun tidak perlu bersikap sopan lagi.”
Menghadapi tekanan yang semakin mendekat dari kelompok itu, Ye Feng dengan tenang mengeluarkan sebuah belati kuno yang berpola indah.
“Master Jiu/Master Kesembilan pernah berkata, belatinya ini harus sering di olesi dengan darah, jika tidak... ketajaman nya akan berkurang dan dia akan berkarat.” Ye Feng berucap sambil mengayunkan belati di tangannya.
“Dan hari ini, akan akan kumulai dengan darah dari kalian semua!”
Belum sempat suaranya mereda, belati itu telah meluncur dengan cepat.
"Sraat.. Sraat..!!" "Sraat.. Sraat..!!"
"Sraat.. Sraat..!!"
Melihat ke arah para preman itu, mereka semua menutup tenggorokan masing masing, wajah mereka dipenuhi ketakutan, kemudian terjatuh berurutan.
Hingga akhirnya mereka mati, mereka bahkan tidak sempat menyadari apa yang baru saja terjadi.
Setelah dengan mudah mengatasi mereka, Ye Feng memasukkan tubuh mereka ke dalam mobil, kemudian menendang mobil tersebut untuk menjatuhkannya dari tepi tebing ke dalam jurang.
Setelah itu, dengan santuy ia berbalik dan turun dari tebing.
.....
.....
Selang waktu berlalu, beberapa mobil jeep militer melintasi pegunungan dan tiba di lokasi kejadian. Mereka pun melihat kendaraan yang membawa Ye Feng ada di dalam jurang.
“Bukankah itu mobil yang menjemput Ye Feng tadi??" ucap Jin Xu Yi
"Cepat, lihat kebawah dan informasikan bagaimana situasi dan kondisinya.."
Setelah beberapa anggota tiba di dekat mobil..
"Sepertinya semua orang di dalamnya telah tewas!” ucap seorang asisten.
Salah satu anggota mencoba membuka pintu mobil dan menghitung mayat-mayat yang ada di dalamnya.
“Benar benar tekhnik yang sangat hebat, ini adalah keterampilan satu serangan langsung yang mematikan!”
Jin Xu Yi melihat sepintas kondisi di dalam mobil, dia sungguh terkejut dan sedikit gemetar setelah melihat apa yang terjadi pada orang orang itu.
Dan dia pun berfikir keras di dalam benaknya... "Entah sejak kapan di sekitar wilayah Yan Jing muncul seorang ahli misterius yang begitu terampil dalam skill membunuh?"
Apakah orang ini diperintahkan seseorang, atau dia balas dendam atas keinginannya sendiri?
Motif ini masih membingungkan bagi Jin Xu Yi..
“Sayang sekali, di sini tidak ada mayat Ye Feng, sepertinya dia berhasil melarikan diri!”
Asisten mencoba membayangkan kronologi kejadiannya, menganggap bahwa semua orang-orang ini tewas karena melindungi Ye Feng dari pembunuh ahli tersebut dan memberikan kesempatan baginya untuk melarikan diri.
“Tapi untungnya dia masih hidup dan selamat!” Jin Xu Yi mendengus.
“Dendam atas kematian ibuku, tidak bisa dimaafkan!"
"Nyawa si Ye Feng itu, harus aku ambil sendiri dengan tanganku!”
Melihat kemarahan pimpinan yang kembali memuncak, asisten segera mengalihkan topik pembicaraan dengan tersenyum, “Sepertinya, para pembela keadilan di masyarakat juga mulai bergerak!”
“Aku percaya, dalam waktu dekat, baik itu dari pembela keadilan di kalangan masyarakat.. maupun dari pihak kita yang akan menegakkan keadilan, pasti akan bisa menghukum Ye Feng dengan pantas!”
“Satu bulan!”
Jin Xu Yi menggigit giginya, “Aku pasti akan berhasil menangkapnya..!"