“Aku mau cerai !” Ucap wanita yang sedang mengandung itu sambil menggandeng anak perempuan dan menggendong anak perempuan lainnya.
“Kamu berani ngomong begitu ? Mau jadi gelandangan kamu ?” Ucap lelaki didepannya dengan santai.
“Mama” kedua anak perempuan itu menangis melihat pertengkaran orang tua mereka.
Pertengkaran itu terus berlangsung sampai anak mereka dewasa. Ya anak itu adalah kania dan vania, orang tua mereka memang tidak harmonis sejak kecil.
Masalahnya ada di ayah kania yang suka berselingkuh sampai jatuh bangkrut karena bermain wanita. Sejak kecil mereka sudah melihat pemandangan seperti itu dan membuat rasa trauma tersendiri untuk kania.
Bahkan kania pernah melihat ibunya pingsan saat bertengkar dengan ayahnya yang akan menikah lagi, dan saat ayahnya bangkrut kekasih ayahnya pergi meninggalkan dan hanya tersisa kania dan keluarganya yang menanggung semua hutang.
Saat kania menginjak bangku SMA kania menyarankan ibunya untuk bercerai dengan ayahnya.
“Cerai aja ma” Ucap kania acuh
“Kasian adikmu, pokoknya kamu nanti jadi wanita jangan seperti mama tidak punya penghasil jadi tidak ada kekuatan jika diperlakukan kurang baik oleh suami” Ucap ibu kania.
Ayah kania sendiri bukanlah sosok ayah yang jahat, ayahnya sangat sayang kania dan adik adiknya namun perilaku buruk ayahnya yang suka bermain wanita membuat kania sedih. Kania tidak membenci ayah dan ibunya hanya saja dia meresa jika tinggal bersama mereka membuat mentalnya tidak sehat, maka dari itu kania memilih kuliah di luar kota.
Sejak kecil sampai remaja banyak sekali yang dialami kania dari banyaknya masalah keluarga mulai dengan ayahnya yang selalu berselingkuh, ayahnya bangkrut dan menyebabkan mereka sekeluarga harus mencari uang tambahan dan membayar hutang, masalah percintaan remaja yang dialaminya dan membuatnya semakin berpikir mempunyai pasangan dan menikah merupakan hal yang menyulitkan dan menyusahkan hidupnya. Dia bertekad untuk menyenangkan adik-adiknya, dia tidak ingin adik adiknya merasa sedih karena adanya permasalahan ini.
Permasalahan ini membuat kania tumbuh sebagai gadis yang kuat, terlihat acuh namun sangat perhatian, pemikirannya pun lebih dewasa dibandingkan umurnya, bahkan terkadang dia sering overthinking.
Saat memasukin kuliah, kania merasa lebih tenang, walaupun pikirannya sering terbagi kepada adik adiknya yang masih dirumah. Namun ketenangan itu hanya sesaat disaat kania kuliah dan memiliki banyak tugas ibunya kania sering mengadu apa yang dilakukan ayahnya saat dia di luar kota. Hal itu membuat kania sedih bahkan terkadang dia memilih untuk tidak mengangkat telfon, yang diinginkan kania adalah orang tuanya bertanya tentang keadaannya, bagaimana kuliahnya, bagaimana kabarnya bukan hanya membuat dirinya banyak pikiran tentang permasalahan dirumah.
Namun dia sadar yang dimiliki ibunya hanya dia, hanya dia yang lebih dewasa dan bisa diandalkan untuk berbagi keluh kesah, dia sadar betul jika ibunya butuh teman cerita.
Hal itu makin membuatnya takut akan pernikahan, dia merasa saat sendiri lebih tenang dan bahagia, sempat berpikir untuk tidak tinggal dengan keluarganya namun rasa sayang yang dimilikinya untuk keluarga terutama adik adiknya lebih kuat.
Sampai ibunya meninggal tak lama sebelum dia kelulusan, ibunya meninggal karena kecelakaan saat mengendarai mobil, itu membuat kania sangat sedih namun tak lama kemudian ayahnya membawa berita jika akan menikah lagi, kania dan adiknya tidak berniat untuk tidak mengizinkan ayahnya menikah, mereka sadar bahwa ayahnya masih butuh pendamping untuk mengurus dirinya. Namun yang membuatnya tak habis pikir adalah ayahnya menikah dengan wanita yang bahkan umurnya tidak jauh beda dengan kania. Namun kania seakan tak peduli dan memilih untuk melanjutkan kerjaan di luar kota dengan diikuti kedua adiknya.
vania, adik kania dia lebih cantik dari kanian fisiknya bagai boneka sehingga banyak sekali lelaki yang ingin bersamanya, namun nasib naas dideritanya, suaminya pencandu narkoba dan suka menganiaya dirinya. Lebih parahnya suaminya di pecat dari pekerjaan dan kania dijadikan seperti pembantu di keluarga suaminya. Awalnya semua orang berfikir hidup vania akan baik baik saja, menikah dengan pemuda kaya, dan memiliki mertua yang kaya raya, namun nasib berkata lain.
Akhirnya kania dan adiknya tinggal bersama di ibu kota, kania bekerja disalah satu perusahaan besar di indonesia, vania yang mempunya anak balita memiliki usaha jual pakaian online, dan adik bungsunya daniel masih SMA. Mereka tinggal bersama dengan kania sebagai kepala keluarga. Namun ayahnya masih suka mengunjungi mereka dan memberi uang jajan untuk daniel dan vania. Ya ayahnya memang sayang dengan mereka, dan sebenarnya sangat sedih karena ditinggal mereka namun ayahnya merasa ini adalah hal yang harus dibayar untuk semua yang pernah dia lakukan selama ini.