Kekuatan Penjelajah Dimensi
Kekuatan penjelajah dimensi ialah kekuatan yang paling di inginkan oleh para mc di berbagai dimensi.
Hanya dengan berpikir, ataupun membelah ruang maka kamu bisa menjalani dimensi lain baik itu dunia mu atau planet lain.
Di bumi ada 2 dimensi berbeda, dimensi para setan, jin, dan hantu, dan untuk dimensi makhluk hidup manusia, hewan, dan serangga.
Dengan menjadi roh barulah manusia bisa melihat alam lain di bumi, roh yang lemah rentan terhadap serangan roh yang kuat.
Inilah perjalanan Zeyric Valen untuk mencari kebenaran tentang dunia ini dengan kekuatan penjelajah roh yang di miliki nya.
Ada 2 keadaan untuk roh Zeyric Valen bisa keluar, 1 tidur, dan 2 meditasi mendalam.
Karena sudah tidur dengan sangat-lah lama, tubuh nya menjadi lemah begitu juga jiwa nya. Orang-orang berpikir jika tubuh lemah maka rohani ikut melemah, itu semua kebenarannya. Jadi, Zeyric Valen lanjut tidur dengan fokus yang mendalam.
Memfokuskan diri ke satu titik adalah hal yang paling susah, namun itu semua adalah usaha yang tidak mengkhianati hasil. Tubuh dan roh nya akhirnya terpisah, dengan pikiran dia bisa melintasi dimensi, dengan terbang dia bisa melintasi langit.
Perjalanan Zeyric Valen.
Roh nya terlepas dari tubuhnya setelah tidur dengan fokus yang mendalam, dia bisa bergerak bebas namun kecepatan nya hampir sama dengan burung elang.
Di luar rumah. Alam manusia membuat Zeyric Valen terkejut, dia melihat sesuatu yang memukau, pasalnya ternyata selama ini para manusia hidup berdampingan dengan para setan, jin, dan hantu.
Sesungguhnya baik itu setan, jin, dan hantu itu adalah makhluk yang tidak di Terima oleh neraka maupun surga. Jadi, di setiap tempat di alam para dunia bawah, ada tempat khusus penampungan bagi mereka yang tidak di Terima oleh surga dan neraka.
Itu yang ku tahu setelah menjalani tempat di luar rumah ku, aku hanya bisa keluar dari tubuh ku sebentar saja, karena jika terlalu lama tubuh ku bisa di masukin oleh para hantu, dan itu akan membuat ku kehilangan tubuh ku.
Di Atas Langit.
Sebuah retakan muncul, bukan hanya di dekat rumah ku tapi ternyata di seluruh negara retakan muncul. Ini tidak bisa di lihat oleh manusia, karena ini adalah retakan yang akan terbuka menjadi portal untuk mengirim jiwa para orang mati, aku mengambil kesempatan itu untuk keluar dari bumi.
Bukan nya neraka ataupun surga, aku malah nyasar ke dunia lain! dunia yang hampir mirip seperti bumi, dengan budaya yang sama.
Aku panik, bagaimana aku bisa balik ke tubuh ku? pikir ku, namun ternyata di sini juga ada retakan di langit-langit dunia mereka. Jadi, aku mencoba masuk kembali ke retakan di langit-langit tersebut.
Yang benar saja! aku berhasil kembali ke bumi!
Tapi aku masih berpikir dengan keras, bagaimana bisa? bukankah di balik retakan itu adalah dunia bawah? kenapa aku malah melintasi ke dunia lain?
Setelah berpikir dengan cukup keras, aku mendapatkan satu jawaban.
'Apa mungkin karena aku masih hidup?'. pikir ku.
Ini adalah jawaban yang paling masuk akal!
Jadi aku mengambil keuntungan ini, untuk kembali ke dunia lain itu. Ternyata di setiap retakan yang muncul secara berbeda-beda letaknya, maka dunia di baliknya juga akan berbeda, tetapi bagi orang yang sudah mati di balik retakan itu hanyalah dunia bawah, walaupun melewati retakan yang berbeda, hasilnya akan tetap dunia bawah! (sama).
Namun, jika kamu sudah ke dunia lain, kamu harus ingat retakan mana yang telah kamu lalui untuk sampai ke sini, jika tidak kamu akan nyasar ke dunia lain.
Retakan itu seperti kaca, hanya bisa masuk dan keluar di tempat yang sama.
Karena aku sudah pernah nyasar ke dunia lain dari dunia lain.
Kala itu, otak ku hampir meleleh hanya untuk memahaminya. Sekarang eksperimen yang ke-3 kalinya. Aku keluar masuk dengan cepat, karena waktu ku mepet.
Ada sesuatu yang tak terduga terjadi, ketika aku ingin kembali ke bumi. Guntur kuat menyambar rumah sakit tempat ku berada, apakah aku ketahuan karena menyelinap? pikir ku.
Daripada planga-plongo lebih baik, aku melihat keadaan tubuh ku.
"Fyuh~ untung di rumah sakit ini ada alat yang bisa meredam listrik." Walaupun begitu, tubuh ku luka-luka. Apakah ini peringatan surgawi? yang terkenal di novel itu?
"Ishhh... aku tidak percaya!" Aku menentang keputusan langit.
Di saat kembali masuk ke dalam tubuh ku, langit menjadi mendung. Suara bisikan terdengar di mana-mana dan hanya akulah yang bisa mendengar nya.
Dengan mata ku, aku melihat dari atas atap yang meleleh muncul lobang, di balik itu ada banyak nya jarum yang melayang menuju ke arah ku, aku mencoba melarikan diri namun jarum-jarum itu mengikuti setiap gerak-gerik ku dan akhirnya aku tidak bisa lagi mengelak lalu tubuh ku tertusuk banyak-nya jarum.
Aku berteriak-teriak kesakitan, para perawat mendengar itu terkejut aku bangun dari koma dengan berteriak-teriak dan mereka mengira aku gila, mereka tidak bisa melihat jarum-jarum ini bahkan ketika aku menyangkal aku tidak gila dan berbicara mengenai apakah mereka melihat jarum? mereka menganggap ku gila!, jadi aku di bawa ke rumah sakit jiwa. Tubuh ku melepuh satu-demi satu, ini sangat-amat lah menyakitkan!
Bangsal Psikiatri.
Dokter yang memeriksa ku melongo terkejut dengan apa yang di lihat nya di depan mata dia.
"Baru kali ini aku melihat pasien sakit jiwa dengan tubuh melepuh seperti habis terkena air yang sangat-lah panas!" Kata dokter itu, matanya menatap tak percaya dengan apa yang dia lihat.
Aku mendengar kata 'pasien sakit jiwa' membuat ku memberontak! "Pasien sakit jiwa pala bapak kau!" ejek ku sembari mencoba mengacungkan jari tengah ke arah dokter itu.
Dia melihat ku dengan tatapan iba, "Kasian! padahal masih kecil sudah gila...!" Aku mendengar kalimat 'Gila' itu lagi.
Karena sudah tidak tahan dengan ejekan itu, aku menggeram menggetarkan gigi ku dengan kuat, mencoba melepaskan sabuk yang mengikat ku, namun semua itu tidak ada hasilnya.
"BAJING*N! BRENGS*K! AKAN! KU! BUNUH! KAU!!! AKU! TIDAK! GILA! DASAR! KEPALA! BOTAK! i***t!!!BRENGS*K!!!!!!" Suara teriakan ku terdengar ke segala arah.
Gema suara yang sangat-lah kuat, membuat para dokter menutup telinga mereka.
Di saat mereka lengah, aku mencoba melarikan diri, namun dokter satunya yang memakai headset menyuntik ku dengan obat bius melalui jarum yang di suntikan ke lengan ku.
Aku berteriak putus asa!
Tubuh ku perlahan-lahan melemah...
Penglihatan ku memudar...
Akhirnya aku pingsan...
Ini sangat-lah gelap...
Bisikan Di Dalam Kegelapan
Tubuh Zeyric semakin melemah, dan penglihatannya mulai memudar. Kegelapan yang begitu pekat menyelubungi dirinya, membuatnya merasa seperti tenggelam dalam lubang tanpa ujung. Setiap detik terasa begitu lama, namun tubuhnya semakin kosong, seperti terjatuh ke dalam kehampaan yang tak terlihat.
Di dalam kegelapan itu, hanya ada detak jantungnya yang semakin melemah. Ruang sekelilingnya terasa semakin sempit, menelannya dalam kesunyian yang mendalam, seolah-olah ia telah memasuki dimensi yang tak terjangkau oleh pikiran manusia. Semua yang ia alami di dunia nyata terasa begitu jauh, kabur, seperti kenangan yang perlahan terhapus.
"Apakah ini akhir dari perjalanan?" pikirnya. "Ataukah aku terperangkap dalam ruang tanpa akhir?"
Kegelapan itu menelan segalanya—pikiran, perasaan, bahkan waktu. Zeyric merasakan dirinya terperangkap dalam sesuatu yang lebih besar dan lebih gelap daripada yang pernah ia bayangkan. Tak ada rasa takut, hanya keputusasaan yang membelenggunya.
Namun, dalam keheningan itu, sebuah suara tiba-tiba terdengar. Lembut, namun tajam, bisikan itu menggema di telinganya. "Zeyric..." Suara itu datang dari segala arah, seperti angin yang berbisik di kegelapan yang tak terlihat. "Zeyric... kamu masih bisa melawan."
Namun, entah bagaimana, bisikan itu semakin kuat. Suaranya menjadi tak terstruktur, seperti suara yang berasal dari tempat yang tak bisa dijangkau oleh akal manusia, bergema dalam ruang yang tak berbentuk. "Zeyric..." Suara itu datang dari segala arah, tak bisa dipahami dengan kata-kata, bergetar seperti energi yang bergerak melewati dimensi yang tak terlihat. "Zeyric... kamu... masih... ada."
Zeyric mencoba mencari sumber suara itu, tetapi hanya ada keheningan yang semakin mendalam. "Siapa... siapa yang berbicara?" gumamnya, suara seraknya hilang dalam kekosongan. Namun, bisikan itu terus berlanjut, semakin kuat dan semakin mendalam, seperti gema yang bergetar di antara ruang yang tak pernah terjamah manusia.
"Kamu... melawan... bangkit... tiada akhir... tiada... waktu..."
Suaranya datang tak beraturan, seperti gerakan gelombang yang tak terhitung, berputar dalam dimensi yang lebih luas, melintasi batas pikiran dan tubuh.
Perasaan seperti tenggelam di kegelapan, dan bisikan itu perlahan-lahan menghilang sedikit demi sedikit.
Suara panggilan samar terdengar dan nafas dari manusia muncul di kulit Zeyric Valen.
Zeyric membuka matanya, kegelapan dan bisikan yang menyelimuti nya hilang sepenuhnya, pemandangan di sekitar adalah ruangan putih dengan lampu yang menyala dengan terangnya, tubuh Zeyric Valen di rantai dengan kuat, seolah-olah hewan yang sedang di penjara.
Zeyric Valen mengehela nafas panjang...
"Ah....."