Tik.tok.tik.tok Waktu menunjukan setengah sebelah malam, kulihat langit-langit kamarku, masih terlihat jelas di ingatanku tentang pembicaraan ku dengan Ayah tadi selepas makan malam, bukan pembicaraan menurut ku itu hanya kekasalan Ayah ku saja yang melihat Anak semata wayang nya yang terus-terusan mengelak tentang Pernikahan. Entahlah, Menyinggung tentang pernikahan membuatku mual,
Memang dasar aku yang keras kepala atau entah Ayahku yang sudah terlanjur banyak menanggung malu, masih jelas terlihat kemarahan disana dan kata-katanya akhirnya sudah berhasil membuat pertahananku runtuh,
Revanna izzatunisa, aku menatap Ayahku untuk saat ini, 'Ya. kataku, kamu pasti sudah bisa menebak kan apa yang akan Ayah bicarakan, ya mari kita langsung ke intinya saja' katanya,
Sambil menghembuskan nafas kasar aku menjawab, ya Ayah..
Ini sudah yang terakhir kali nya Ayah minta sama kamu Ayah mohon sama kamu sudahi petualangan mu mencari penghargaan bukan Ayah tidak bangga, bukan Ayah tidak Bahagia sudah cukup na, mau sampai kapan kamu hidup seperti itu terus, kamu mau liat Ayah cepet mati mendengar gunjingan semua orang kalau Ayah punya anak satu-satunya yang prawan tua hanya mengurusi prestasi katanya,
Tapi Ayah, kataku sambil terisak pelan.. Ayah udah cukup sabar na.. kamu kuliah jurusan kesenian budaya oke Ayah turuti, kamu keluar masuk luar negeri ikut berbagai lomba Ayah dukung na, setelah lulus s1 kamu masih punya keinginan melanjutkan s2 oke Ayah masih mendukung karna fikir Ayah kamu suatu saat pasti menemukan titik jenuhmu tapi sampai kapan na s2 mu hampir selesai tapi kamu masih sendiri, sampai kapan na?? Katanya
Kurasakan elusan dipunggungku dan genggaman ditangan ku lihat Mama sedang berusaha menengkan ku agar jangan mulai menjawab omongan Ayah.. aku hanya terdiam sambil teriksak pelan,
Minggu ini ketemu dengan anak temen kerja Ayah, Kalau memang kamu sudah tidak bisa memenuhi keinginan Ayah sudah anggap saja kita sudah tidak punya 'Anak, Mah katanya lagi,,
Yah jangan keterlaluan, kata Mama sambil meloloskan air matanya, Ini yang terakhir na, Mah buat acara syukuran seperti biasa, tidak usah undang saudara ke rumah cukup bagi- bagi makanan saja kata Ayah sambil berlalu,
Mah, bagaimana ini kataku.. sudah na ikutin saja apa kata Ayahmu, mama juga nggak bisa banyak membantu, pasrah yah itulah yang ada difkiranku saat ini..
Arrghh.. mending aku tidur,
Pagi menjelang masih ingat jelas kata-kata Ayah entah jam berapa aku terlelap, aku hanya keluar mandi mengambil masuk kamarku kembali, entahlah aku sedang tidak mood bertemu banyak orang, mungkin aku akan mulai membereskan sedikit banyak barang-barangku yang ada di pojok dekat jendela kamarku, barang yang tak pernah ku sentuh lagi semenjak aku melanjutkan s2 ku, 'Oh kenapa banyak sekali debu di sini kataku kuambil telponku ku putar lagu favorite ku apa lagi kalau bukan 'westlife Angel, entah kenapa aku suka lirik nya seperti mengerti keadaan hatiku, 'baik aku akan mulai menata ini, 'oh kataku lagi, saat aku liat bingkain foto teman-teman satu jurusanku memakai jaket almamater dan berfoto ceria disana, Aku bolak balik lagi mencari yang lain. akh ketemu,, kataku Album foto yang aku kumpulkan selama aku kuliah saat itu karna ku pikir itu hilang saat aku pertama kali ikut lomba di sangapure kala itu, 'Jadi rindu kataku tak sengaja,, ku liat satu persatu tiap momen kuliah ku kala itu ada rasa gugup tapi penasaran 'Masih ada nggak ya kataku lirik,
Ternyata udah nggak ada kataku lagi, saat aku buka lembar terakhir baru aku berbinar melihat nya, 'Padahal hanya selembar foto kenapa membuatku gugup.