Matahari bersinar dengan cerahnya burung-burung berkicauan saling bergantian sehingga menimbulkan irama yang syahdu, sesyahdu Hati seorang gadis berumur 20 tahun dengan paras yang cantik dan hidung mancung kulit putih bersih, yah dia adalah Mutiara Saraswati putri tunggal dari keluarga Hendro Atmojo dan Sri Sarawati pengusaha Furniture terkenal dikotanya, meski begitu Mutiara tidak sombong dan manja justru dia gadis ya pintar, ramah dan baik tentunya juga rajin, meskipun dia notabennya adalah anak orang kaya dan punya asisten rumah tangga tapi mutiara sudah mandiri sejak lulus kuliahnya itu terbukti dari usahanya membuka toko kue kecil-kecilan dengan hasil tabungannya sendiri. Mutiara memang pandai dalam membuat kue apa saja dan tentu dengan rasa super lezat, seperti pagi ini Mutiara sibuk membuat kue didapurnya buat papah tercintanya.
"hmmmm, yumie dari baunya saja udah menggoda selera apalagi rasanya, puji papa tiara.
"Pagi pah, mah pagi ini Tiara bikin sesuatu yang special buat kalian tunggu di dimeja makan dan duduk yang manis oke, perintah tiara yang melihat papah mamanya baru turun dari tangga.
"Wah ngga sabar nunggunya pah,perut suda ngajak danngdutan dari tadi, celetuk mamah tiara sambil terkekeh
"Taraaaaaa, Bolpon keju ala shef Mutiara Atmaja siap dinikmati, celoteh Tiara sambil menyajikan hasil kreasi barunya dihadapan mamah papahnya.
"Hmmmm wangi dan gurih baunya pah mamah coba yah.
"Gimana mah enak nggak, apa jangan-jangan ada yang kurang, tanya Tiara yang sedikit ragu-ragu melihat mamahnya makan sambil merem.
"Mah gimana ko malah tidur makannya, tanya papah sambil nepuk pipi mamah nggak sabar.
" iiss papah siapa yang tidur lagi mamah tu lagi meresapi kue ini parah banget ini mah ngga enak lagi super enak ra perpaduan kue tradisional sama kue internasional ini mah, puji mamah sambil melahap kuenya.
"Huh syukurlah kalo enak mah berarti hasil imajinasi tiara berhasil dunk, ucap Tiara sambil tersenyum.
" Apa sih yang nggak enak kue bikinan anak papah semuanya pasti enak-enak. puji papah lagi.
"Trimaksih pah mah tpTiara sayang kalian.ucap Tiara sambil memeluk mereka berdua.
"iya sama kami juga sayang dan bangga sama kamu ra, yang bakal jadi suami mu nanti bakal seneng punya istri kaya anak mamah ini, goda mamah tiara
" Ah mama bisa aja, tiara tersipu malu teringat Tian pacarnya.
"Oh ya ngomong-ngomong nanti ada temen papah yang mau dateng dari kota M kamu nggak ketoko kan hari ini ra? tanya papah
"Mmm ngga sih pah sudah aq serahkan sama Weni urusan toko cuma nanti Tiara ada urusan sebentar sama temen, emangnya ada apa.selidik Tiara
"Ngga papa cuma nanti minta dibikin bolpon lagi buat hidangannya, tapi ya sudah kalo kamu jalan.
"Oh jangan kuatir pah Tiara bikin lebih koh, suruh bawa pulang juga boleh, ya udah Tiara ke atas dulu yah mah pah mau mandi dah gerah,pamit Tiara sambil menaiki tangga menuju kamarnya.
Mah kira-kira tpTiara mau ketemuan sama temen yang mana apa jangan-jangan mau nemuin pacarnya yang tidak jelas itu, ucap kesal ayah Tiara.
"Sudah lah pah Tiara sudah dewasa biarkan dia menentukan pilihannya sendiri yang penting kita sebagai orang tuanya wajib mendoakan yang terbaik buat anak kita, sedikit ceramah mamah.
"Mulai deh ceramah mamah Deden keluar,celetuk papa Tiara.
Ih papah bukan mamah Deden tapi mamah Tiara tau, rajuk mama Tiara.
Papah Tiara cuman bisa menggelengkan kepalanya melihat istrinya cemberut.
****************
Tepat pukul sepuluh pagi ketika papah Tiara dan mamahnya lagi asik nonton Tv diruang keluarga secara itu hari minggu jadi papah tiara bisa bersantai ria, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
Tok.Tok.Tok.......
Bi Nah buka pintu ada yang dateng, panggil mama Tiara pada asisten rumah tangganya.
Wanita paruh baya pun bergegas untuk membuka pintunya.
"Selamat pagi apa tuan Hendronya ada, sayaJoko temannya dari kota M, jelas pria yang didepan pintu.
Ada Tuan, nanti Bibi beritahu Tuan Tendro dulu. ucap Bi Nah
"Trimakasih Bi. ucap Tuan Joko
" Maaf Tuan diluar ada dua orang pria katanya teman Tuan dari kota M, Tuan Joko namanya.jelas Bi Nah
" Suruh masuk aja Bi nanti jangan lupa bikinin minum sama kuenya .perintah Tuan
baik Tuan ucap Bi Nah kemudian berlalu kedepan.
"Pah kata Bi Nah ada dua orang siapa yang satunya, tanya mama penasaran.
"Mungkin asistennya kali mah,sudah ayok kita temuin nggak enak nunggu lama-lama. ajak papah keluar.
" Wah mimpi apa semalem saya, tiba-tiba kedatangan tamu agung, ucap Tuan Hendro sambil berpelukan sama sahabat lamanya Tuan Joko.
"Ah kamu bisa saja Ndro seraya menerima pelukan sahabatnya itu.
hmmmm" lama bener pelukannya pah ntar nyaman lagi, goda mama Tiara
"Ah maaf-maaf sampe lupa kita ya jok , ada wanita cantik dan pria tampan disini juga, ucap Tuan Joko sambil terkekeh.
"Oh iya mba sri gimana kabarny lama ngga jumpa , ucap Joko sambil mengulurkan tangannya.
Alhamdulillah baik Mas Joko, ngomong-ngomong siapa pria tampan yang satu ini. celetuk mamah Tiara seraya memandang pria yang ada disamping Joko.
"Kenalkan Mas , Mbak ini Enggar salah satu putraku. ucap Joko memperkenalkan putranya.
"Siang om,tante saya Enggar.
Wah rupanya kamu sudah besar ganteng lagi puji mama tpTiara, tentunya banyak yang antri nih untuk jadi pacaranya goda mama Tiara lagi.
Seamentara yang digoda hanya tersipu malu.
"Udah mah kapan duduknya kalo diajak ngobrol terus, bisa-bisa asam urat kita bisa kambuh nih Jok, gurau papah Tiara.
Mereka pun tergelak tertawa bersama.
"Maaf nyonyah ini minumnya, silahkan dinikmati, jelas Bi Nah.
Trimaksih ya Bi,ucap mamah Tiara, silahkan mas, Enggar diminum tehnya dan dicicipi kue nya ini buatan Tiara loh mas.
Tuan Joko dan Enggar pun mencicipi kuenya dengan ekspresi yang tak disangka-sangka.
"Wah ini enak banget mas, mbak saya baru ngersain kue seenak ini perpaduan kue Tradisional dengan kue Internasional ini mah, puji Joko.
" Enak dan manis, bakal nagih nih ucap batin Enggar .
Iya itu hasil kreasi Tiara hari ini dan ternyata berhasil dan sempurna, ucap mama Tiara bangga.
Papa Tiara cuma bisa menggeleng-gelengkan kepala, melihat istrinya pamer.
Ngomong-ngomong Tiara sekarang dimana tentunya udah gede dong mas dan manis seperti kuenya ini, puji jpjoko juga.
"Secantik apa sih sehingga papah ngebet mau ngenalin aq sama dia, batin Enggar bertanya ria.
Ada ko lah itu oranganya, ucap papah Tiara yang melihat anak semata wayangnya turun dari tangga.
"Tiara sini dulu nak ini ada temennya papah, pinta mamah.
Tiara pun menghampiri mereka semua dan memberi salam pada om Joko.
"Siang om saya Tiara, ucap Tiara dengan ramah.
Wah benar nak kamu sudah gede dan cantik lagi, puji Joko lagi.
Ah om Joko bisa aja, namanya perempuan ya cantik masa ganteng sih, canda Tiara yang mengundang tawa mereka kecuali satu Enggar selalu datar mukanya.
Oh iya nak kenalkan ini Enggar anak om, ganteng kan belum punya pacar lagi. jelas om Joko
"Cantik, batin Enggar yang mencuri pandang kepada Tiara.
"Hai aku Tiara, semoga kita bisa jadi sahabat baik seperti orang tua kita.
"Eh iya aku Enggar, seneng bisa kenalan denganmu apalagi jadi sahabat Specialmu, ucap enggar langsung seraya menjabat tangan Tiara erat.
Yang punya tangan hanya bisa mendesah kesal.
"Ni orang pake lem kali yah lengket banget tangannya, gumam Tiara dalam hati.
Oh ya maaf saya permisi dulu ada urusan, sambil menarik tangannya membuyarkan pandangan enggar. Dan Enggar pun melepaskan tangan Tiara dengan sedikit kecewa.
"Jangan kesorean pulangnya nak , pinta mamah Tiara.
Oke mah, pah om dan Enggar tpTiara pamit dulu.
Assalamu'alaikum, salam Tiara.
Waalaikum'salam jawab mereka serempak kecuali Enggar yang masih memandangi punggung Tiara.
Mamah juga pamit kebelakang dulu ya pah, mari mas Joko dan Enggar saya pamit kebelakang dulu.
Mereka bertiga pun menganggukan kepala.
Mas ngomong-ngomong Tiara sudah punya pacar belum, tanya Joko
Belum lah jok Tiara masih ingin mengejar cita-citanya.
Memang apa cita-citanya, tanya Joko lagi.
Dia pengin punya toko kue sendiri jadi pengusaha bakery terkenal.
Oh itu si gampang mas kalo dia udah nikah juga bisa mengembangkan cita-citanya dan tentunya dibantu suaminya nanti, bujuk Joko.
"Itu lah bedanya tpTiara dengan yang lain, yang lain pada mengandalkan uang orang tuanya untuk bisnisnya tapi tidak dengan Tiara, anak itu mandiri dan keras kepala Jok.
"Gadis yang menarik jadi dia tidak akan menuntut macam-macam kelak ia menikah nantinya,senyum devil Enggar.
Setelah obrolan itu Joko dan Enggar pun pamit pulang.
Mas kami pamit dulu nanti kapan-kapan kami datang lagi, mas Hendro ngga keberatan kan .
Oh tentu tidak Jok kami malah senang persahabatan kita tetap terjalin dengan baik.
Tiba-tiba mama Tiara keluar sambil membawa paper bag yang berisi kue buatan Tiara.
"Mas ini ada sedikit oleh-oleh kue buatan Tiara semoga keluarga mas suka dan titip salam buat jeng Marni dan Anak-anak dirumah.ucap mamah Tiara
Wah mbak Sri pake repot-repot segala, tapi Trimakasih pasti Istriku dan Anak-anak suka. senyum sumringah Joko, ayo Enggar kita pamit dulu.
Om, tante Enggar pamit dulu.
Assalamua'alaikum , salam Enggar.
Waalaikum'salam, jawab serempak papa dan mama Tiara.