Hari-hari Chloe belakangan ini terasa lebih penuh warna, tetapi juga lebih berat dari biasanya. Setelah pertemuan tak terduga dengan Gavin, perasaannya menjadi campur aduk. Ada rasa senang yang hangat di hati, seperti sinar matahari lembut yang menembus pagi, namun di sisi lain, ada kegelisahan yang muncul tanpa alasan jelas. Ia sadar, pertemuan itu membangkitkan sesuatu yang dulu tersembunyi, sesuatu yang tidak bisa ia abaikan meski ia mencoba.
Chloe duduk di balkon kamar asramanya, menatap langit senja yang perlahan memerah. Angin menyapu rambutnya, dan aroma hujan yang belum datang menyelinap lewat celah jendela. Ia menulis di jurnalnya: “Aku merasa aneh. Senang melihatnya, tetapi juga takut perasaan ini akan kembali. Aku tidak ingin tergantung pada siapa pun. Aku ingin dewasa, tapi ha