Arjuna POV
Pagi ini, aku masih duduk di taman, dekat kolam. Aku baru saja selesai berenang, rasanya berenang bisa menghilangkan beban pikiranku. Melihat Karina tadi malam, memunculkan rasa rindu teramat, dan kenangan bersamanya muncul lagi. Sam sukses membuatku galau, dan membuatku malas ke kantor. Untung saja hari ini, tidak ada kerjaan yang berat, dan aku bebas dari pertemuan dengan klien.
“ Ar gak ke kantor?” tanya mama, yang duduk di bangku taman, setelah memberikan jus jeruk.
“ gak ma, Ar lagi gak semangat ke kantor.” Jawab Arjuna.
“ kalau begitu, kamu ke pertandingan Sam saja.” Ide mama, yang baru ingat kalau hari ini ada pertandingan.
“ pertandingan?” bingung Arjuna.
“ Sam kemarin jelaskan ke mama, alasan dia terlambat karena dia ada ikut pertandingan Tae kwon do. Pertandingannya kemarin, hari ini, dan besok dia masih bertanding..
“ kamu gak tahu, Ar?” tanya mama.
“ iya Ar gak tahu ma.” Jawab Arjuna, memang kemarin dia tidak tanya ke Sam darimana, itu semua karena Karina, perhatiannya jadi hilang.
“ waduh..
“ tunangan bagaimana kamu ini? Tunangan ada bertanding, kamu gak tahu..” kata mama, tidak habis pikir.
“ ya sudah Ar kesana dulu ya ma!” teriak Arjuna, yang sudah berlari masuk.
Suasana di luar gedung olahraga sangat ramai, apalagi di dalama gedung olahraga, di arena pertandingan Tae kwon do, sangat ramai. Walaupun pertandingan belum di berlangsung, suasana tetap ramai, masing-masing pendukung setiap tim, sudah menepati tribun. Semua masing-masing tim, masih persiapan di ruang ganti. Terlihat Sam masih diluar gedung olahraga, dia sedang ngobrol dengan beberapa orang.
“ Sam!” panggil Arjuna.
“ Arjuna, lo disini juga..” kaget Josh.
Ternyata Sam sedang ngobrol dengan Ken, Josh dan Karina..
“ kalian disini?” tanya Arjuna.
“ iya, kemarin Sam cerita kalau dia bertanding Tae kwon do, makanya gw datang.” Kata Josh, yang masih pake pakaian kantor. Ya walaupun lengan kemejanya sudah di gulung..
“ lalu lo Kar kenapa ada disini?” tanya Arjuna,
“ bukannya lo gak suka olahraga beladiri?” tanya Arjuna, lagi.
“ iya sih memang gw gak suka, cuma apa salahnya nonton kalau Sam yang bertanding.” Jawab Karina semangat.
“ s**t!!” umpat Arjuna dalam hati,
“ gw tunangannya, tapi baru tahu sekarang.” Bathin Arjuna, kesal sama dirinya sendiri.
“ sorry Sam, karena gw justru orang terakhir yang tahu lo bertanding.” Kata Arjuna, menyesal.
“ harusnya gw kemarin tanya sama lo, kenapa lo datang terlambat..
“ gak papa kak!” kata Sam.
Tristan keluar, mencari Sam…
“ Sam, ayo kita masuk!” ajak Tristan, saat dia sudah melihat Sam.
“ oke!” jawab Sam.
“kak Ken nanti duduk aja paling depan.” Kata Sam.
“ oke!” jawab Ken.
Kemudian Sam masuk bersama Tristan, Arjuna memperhatikan jari Sam. Betul Sam tidak memakai cincin tunangannya, tiba-tiba timbul rasa kecewa di hati Arjuna.
“ Sam tidak pake cincin tunangan!!”
“ ternyata sampai sekarang dia belum bisa terima gw, walaupun sudah tunangan.” Bathin Arjuna.
“ Ar, kita masuk yuk!” ajak Karina.
“ oke!” jawab Arjuna datar.
“ Ar, lo kenapa?” tanya Karina.
“ Kar, gw mau tanya kemarin waktu acara pertunangan ..
“ Sam mengatakan sesuatu? Yang sampai lo datang..” tanya Arjuna.
“ Sam cuma bilang, dia mengundang gw ke acara pertunangannya.” Jawab Karina.
“ memangnya kenapa?” tanya Karina lagi.
“ gak papa!” jawab Arjuna, datar.
“ jangan berpikir jelek tentang Sam, dia anak yang baik.” Kata Karina.
“ jujur saja Ar, gw muncul itu karena Sam yang meminta. Gw sama sekali gak ada pikiran untuk balik sama lo, atau ganggu hubungan lo. Gw ikut senang lo tunangan dengan Sam.” Kata Karina, lalu masuk bersama Ken dan Josh.
______________________________
Sam sedang mendampingi dua temannya bersiap untuk maju ke arena. Tiba-tiba ponsel Sam berbunyi…
“ ya kak Ken..
“ ada apa?” tanya Sam.
“ Sam, Karina pingsan.” Jawab Ken.
“ ah!!!
“ lalu kak..
“ kita sudah membawa Karina ke rumah sakit, dan sekarang kita ada di rumah sakit.” Kata Ken tenang.
“ ya sudah..
“ selesai pertandingan, Sam langsung ke rumah sakit.” Kata Sam.
“ oke, lo gak perlu pikirkan keadaan Karina, dia sudah ditangani.” Kata Ken.
“ iya kak, siap!” kata Sam.
Lalu telpon dimatikan…
“ menderita kanker otak stadium akhir..” itu catatan medis, yang aku dapat selain alamat rumah, dan alamat kantor kak Karina..” bathin Sam, yang mengingat email yang dikirim teman heckernya.
Sore itu, selesai pertandingan. Sam segera ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit, Sam segera berjalan ke kamar rawat Karina. Di depan pintu kamar rawat Karina, Sam segera masuk ke dalam kamar. Arjuna terlihat kacau, dia sama sekali tidak peduli dengan kedatangan Sam. Arjuna hanya duduk, dan memegang tangan Karina yang belum sadar. Sedangkan Ken dan Josh, memandang Sam.
“ kak, bagaimana keadaan kak Karina?” tanya Sam.
“ dia harus banyak istirahat, dia tidak boleh melakukan aktivitas apapun.” Jawab Ken.
“ Sam, Karina mengidap penyakit kanker otak stadium akhir.” Kata Josh, Sam tidak terlihat kaget dengan berita itu. Karena dia memang sudah mengetahui penyakit Karina.
Dan ternyata Arjuna memperhatikan Sam…
“ Sam, sepertinya lo gak kaget mendengar penyakit Karina..
“ apa lo sebenarnya sudah tahu tentang penyakit Karina?” tanya Arjuna dingin.
Sam memilih diam, dia tidak ingin bicara apapun. Karena percuma saja bicara, Arjuna sedang emosi. Dia malas menanggapi perkataan Arjuna..
“ seperti yang kakak mau..
“ dia sudah disini, menemani kakak..
“ kakak gak akan sendiri lagi..” bathin Sam, saat menatap Karina.
Sam mendekati ranjang Karina, lalu memegang tangan Karina yang dipasang infuse. Karena tangan Karina yang satunya, sudah digengam oleh Arjuna.
“ Sam, gw bertanya sama lo!” kata Arjuna, dingin.
“ apa lo gak pernah menghargai orang lain?!” teriak Arjuna..
Ken dan Josh kaget, tapi untung saja Karina tidak bangun karena suara teriakan Arjuna yang marah, karena tidak ditanggapi oleh Sam.
“ kak Arjuna jaga kak Karina baik-baik!” kata Sam, datar.
Sam memandang cincin tunangannya yang terletak nyaman di jari manisnya tangan kirinya, Sam melepaskan cincin tunangan itu, lalu meletakkan diatas nakas, samping ranjang Karina. Lalu berjalan pergi, keluar dari kamar rawat Karina.
“ tunggu Sam!” teriak Arjuna, yang butuh penjelasan dari Sam.
“ Ar, cukup oke!” hardik Ken, lalu ikut pergi keluar dari kamar.
“ Ar, gw kira lo gak perlu sekasar itu sama Sam!” kata Josh.
“ dia sudah tahu keadaan Karina, tapi dia tetap diam, merahasiakan dari gw.” Kata Arjuna dingin, yang masih emosi.
“ seharusnya dia bilang ke gw..” kata Arjuna, lagi.
“ ternyata betul dugaan gw lo masih sayang dan cinta sama Karina.” Kata Josh, kecewa.
“ masalah ini gak ada hubungannya dengan ada atau tidaknya perasaan gw.” Kata Arjuna, dingin.
“ Ada Ar, kalau lo gak ada perasaan ke Karina lo gak perlu semarah itu sama Sam, Cuma karena dia gak bilang keadaan Karina..
“ sikap lo tadi, sudah menunjukkan kalau lo masih cinta dan perhatian sama dia. Jadi seakan-akan lo marah, karena dia merahasiakan sesuatu, yang seharusnya lo tahu.” Kata Josh.
“ Josh, lo terlalu berlebihan!” kata Arjuna,
“ dia saja tidak pernah mengakui gw sebagai tunangan dia, lo lihat sendiri kan! Dia tidak menjawab gw, bahkan dia meletakkan cincin tunangannya dia atas nakas.” Kata Arjuna,
“ sikapnya selalu begitu, dingin, datar dan tanpa senyum! Mau sampai kapan gw bertahan dengan sikap perempuan yang seperti mayat hidup.” Kata Arjuna, marah.
“ Ar, kenapa lo baru mengeluh sekarang?”
“ bukannya dari awal, Ken sudah mengatakan sifat adiknya yang seperti itu.” Kata Josh, yang jadi bingung.
“ gw menyesal..
“ Ar, lo menyesal apa karena sekarang sudah ada Karina disisi lo?” tanya Josh.
“ bukan, tapi karena perempuan patung es itu.” Jawab Arjuna.
“ oke kalau begitu!”
“ gw harus balik ke kantor..” kata Josh.
Lalu Josh pergi keluar dari kamar rawat Karina, sebenarnya Josh sudah kesal dengan sikap Arjuna yang plin plan. Dia sendiri yang bilang, kalau dia menyukai Sam karena itu dia yakin tunangan dengan Sam, tapi sekarang berbeda.