beberapa hari kemudian setelah kelulusan Tejo dari sekolah,,, Tejo dan orangtuanya mulai mengurus semua berkas berkas yg diperlukan utk masuk anggota polri dan mereka memberikan sejumlah uang ke pemerintah setempat dan beberapa orang yg ikut serta membantu mengurus berkas berkas Tejo,,,dan dgn gampangnya mereka mendapatkan berkas berkas itu apalagi pada waktu itu kepengurusan kepemerintahan blm online,, itulah rupanya salah satu mengapa akad nikahnya di adakan di KUA yg agak lumayan jauh dari kampung orang itu,,supaya tdk terpantau oleh orang orang dan supaya tdk kebocoran kebohongan kebohongan yg mereka lakukan di kemudian hari,, apalagi orangtua Tejo ini bisa di bilang orang yg di seganin di kampung itu dan tidak ada yg mau melawan dia,, orangnya juga sangat licik,,klu ngomong sangat tinggi dan sombong,,sampai sampai ibu nya Tejo juga tidak berani membantah perkataan perkataan ayah nya Tejo....
Dan setelah selesai mengurus semua berkas berkas persyaratan tersebut barulah Tejo dan ayah nya dan didampingi abang nya berangkat ke kota dan mengurus kemasukan dia jadi anggota polri dan dikota mereka menjumpai seseorang disana yg bisa mengurus Tejo masuk jadi anggota polri dan disana juga mereka memberikan sejumlah uang disana,,,mereka sampai beberapa hari di kota mengurus semua keperluannya sedangkan Surti tinggal bersama orang tua nya sambil nunggu beberapa minggu lagi akan melahirkan,,Surti memang wanita yg kuat dan sangat rajin sampai sampai diusia kandungannya yg sdh tua dia tetap mengerjakan semua yg bisa menghasilkan uang soalnya dia sadar bahwa suaminya belum kerja dan masih sibuk ngurus urusannya utk masuk anggota polri jadi Surti harus banting tulang sambil bantu orangtua nya,,untung saja sesudah menikah dia tinggal sama orangtuanya jadi bisa terbantu kehidupannya,,,sesudah beberapa hari Tejo dan orangtuanya pulang dari kota dan Tejo balik kerumah dan ngobrol ngobrol sama Surti dan orangtua Surti dan habis itu Tejo keluar lagi entah kemana,,Tejo memang orangnya tdk betah dirumah,,entah apa yg dikerjakan di luar,, bukan nya membantu istrinya malah banyakan diluaran tidak jelas apa yg di kerjakan,,Kadang nnti pulang cari cari masalah dirumah dan ahirnya ribut,,gitupun Surti sangat sabar dan selalu berdoa supaya suaminya berobah dan selalu mendoakan suaminya supaya mendapatkan cita citanya ingin jadi anggota polri mungkin mulai darisitulah dia berobah,,,,,,
Beberapa minggu kemudian pada sore hari,,Surti mulai merasakan perutnya mules mules mungkin sdh waktu nya lahiran dan Tejo pun memanggil orangtuanya supaya datang ke rumahnya orangtua Surti,, dengar berita itu ayahnya Tejo bukan nya senang malah sebaliknya ingin melenyapkan anak mereka dan klu bisa Surti juga mau di lenyapkan,, dan sesampainya di rumah Surti dia langsung permisi ke orangtuanya Surti agar Surtinya diabawa ke sebuah desa yg alasannya di desa itu ada dukun beranak yg sangat bagus,,,akan tetapi orang tuanya Surti tdk mengijinkan,,mereka curiga kenapa harus ke dukun beranak dan di desa lain pula sedangkan di kampung itu ada bidan desa yg biasa menolong orang melahirkan dan selama waktu hamilnya Surtipun orangtuanya Tejo selalu menjelek jelekkan Surti kepada Tejo sehingga menimbulkan keributan,,ini malah mau membawa Surti ke dukun beranak di sebuah desa,,dari situ orangtua Surti langsung melarang utk dia bawa,,dan tetapi orangtua Tejo terus membujuk agar Surti di bawa dia dan Tejo........BERSAMBUNG......apakah Surti jadi di bawa orang itu kedukun beranak??? ikutin terus....