Tania sudah meminta suaminya untuk bicara tentang hubungan putri mereka dengan Malik Al Hakim. Bagi Tania Malik sudah dapat menunjukkan bahwa dia pantas untuk mendampingi Anin, putri satu-satunya. Jadi, tidak perlu menunda dan membuang waktu lama. Mengingat usia Anin pun memang sudah cukup pantas untuk menikah.
Makan malam pun dilakukan khusus untuk menjamu Malik demi membicarakan hubungannya dengan Anin. Tania dan Abraham meminta agar Malik tidak berlama-lama dalam menentukan keputusan dan segera membawa keluarganya untuk melamar Anin secepatnya.
Tentu saja, malam itu adalah malam paling indah bagi Anin dan Malik yang telah diberikan restu untuk menikah oleh kedua orang tua Anin terutama Mama-nya yang sempat tidak memberi restu.
Pada malam berikutnya, Malik pun membawa Anin untuk ma