"Zoya...!" teriak Dirga.
Zoya mundur dengan cepat ketika ia berhasil merebut pistol di tangan Dirga. Dengan segenap keberanian dan kemampuannya yang tidak pernah menyentuh benda itu sebelumnya, Zoya menodongkan pistol itu kepada Dirga. Tangan Zoya gemetar, Dirga sepertinya tidak merasa takut sedikit pun juga.
"Buka pintunya Dirga!" perintah Zoya dengan mengarahkan pistol ke kepala Dirga yang berada tiga langkah di depannya.
"Oh, kau ingin kunci rupanya?" Dirga mengambil kunci pintu kamar kosong yang ia tempati untuk menahan Zoya itu di dalam saku celananya. Tanpa diduga Dirga justru membuang kunci itu ke sudut ruang. "Ayo ambil!" perintahnya, tanpa sedikit pun rasa takut meski Zoya sedang menodongkan pistol ke arahnya.
"Berikan kepada aku, Dirga."
"Kau ambil saja sendiri," balas D