Sesampainya di rumah yang tampak kosong itu, Gavin langsung masuk kedalam kamarnya dan tertidur.
"Uncle Gave udah pulang, Uncle bangun Uncle" Ucap Valen sambil menggoyang goyangkan tubuh atletis milik Gavin.
Gavin langsung bangun dan memeluk tubuh mungil Valen.
"Uncle mana oleh oleh untuk ku?" Tanya Valen sambil mengedip ngedipkan matanya, membuat Gavin tertawa senang.
"Nanti ya sayang, Uncle mau mandi dulu" Ucap Gavin.
"Siappp" Ucap Valen langsung berlari keluar.
Setelah Gavin selesai dari bertapa, dia langsung turun untuk berkumpul dengan keluarga tercinta.
Valen langsung berlari menuju Gavin, Gavin langsung membuka kedua tangannya ingin di peluk.
Namun, gadis kecil itu malah menarik Paper Bag yang ada ditangannya lalu berjalan melengos begitu saja. Gavin hanya terdiam, lalu mengelus dadanya saja.
"Dasar bocah matre" Umpat Gavin.
Valen yang mendengar ucapan Unclenya itu hanya membalas dengan menujulurkan lidahnya.
"Uncle ini sisa dua pasang untuk siapa?" Tanya Valen menujuk Paper Bag itu.
"Untuk temen" Ucap Gavin sambil memainkan ponselnya.
"Uncle Valen mau maen Ice Skating" Ucap Valen yang tiba tiba sudah dihadapannya dengan wajah imutnya.
"Besok aja ya?" Tanya Gavin.
"Right Now Uncle" Ucap Valen sambil melipat kedua tangannya di d**a pertanda dia marah.
"Oke princess, anything for you" Ucap Gavin langsung bangkit dari duduknya untuk bersiap siap.
Sedangkan Valen bersorak sorak gembira dan menemui Aaliyah untuk ikut bersamanya.
___________
Alessa memutar mutarkan badannya didepan kaca, sungguh malas sekali untuk keluar rumah disaat sore sore begini. Demi membeli kado untuk Ratjendra, Alessa rela mengumpulkan niatnya.
Etsss.. Jadi gini ceritanya.
"Guys, pokoknya semua karyawan besok wajib bawa kado untuk Pak Ratjendra dalam bentuk apa pun dan dikasih nama ya, kalo gak bawa harus traktir satu kantor" Ucap salah satu karyawan.
Begitu lah yang Alessa ingat dari pada buang buang uang untuk traktir mending beli kado, Alessa mengemudikan mobilnya dengan kecepatan standar. Mobil Mini Cooper itu memasuki kawasan mobil yang terlihat ramai pengunjung, saat dirasa mobilnya sudah pas pada tempatnya. Alessa berjalan masuk, jalan sendirian adalah hal yang biasa bagi Alessa. Jadi dia tidak butuh teman untuk jalan.
Alessa masuk kedalam toko formal yang berisi Jas, kemeja dan antek anteknya. Alessa langsung menggeleng dan keluar.
Masuk kedalam toko merk ternama yang menjual beberapa pakaian olahraga, sepatu dan lain lainnya, lagi lagi Alessa pergi.
Sudah sejam lebih Alessa berkeliling tak jelas, hingga akhirnya sebuah ide tercipta dari otak leletnya ketika melihat ponselnya.
Alessa langsung berlari menuju salah satu toko disana, dan membeli beberapa barang yang diperlukannya.
Setelah selesai Alessa memilih untuk makan.
"Alessa" Panggil Gavin yang melihat Alessa keluar dari Restoran.
Alessa yang melihat Gavin, langsung mengambil ancang ancang untuk kabur jika dia macam macam.
Gavin berjalan mendekat sambil menggendong Valen.
"Dad" Panggil Valen.
Gavin menoleh pada Valen.
Alessa memasang wajah cengonya.
"Kamu punya istri Gave?" Tanya Alessa.
Gavin hanya diam tanpa ada niatan menjawab.
"Cih, udah punya anak masih kegatelan sama orang" Cibir Alessa sambil melirik Gavin sinis.
"Jangan pernah deketin aku lagi, anggep aja kita gak pernah kenal. Sorry aku bukan pelakor" Ucap Alessa langsung pergi dari hadapan Gavin.
Gavin memasang wajah cengonya, masih segel abang ini dek.
"Valennn kamu kok manggil Uncle pake Dad sih" Ucap Gavin pada Valen.
"Valen liat Daddy disitu" Ucap Valen sambil menunjuk arah salah satu Restoran disana.
"Daddy kan di luar kota Valen" Ucap Gavin yang gemas dengan keponakannya itu, kalau tau bakal ketemu Alessa mending Valen ikut Aaliyah belanja aja.
Gavin memilih masuk kedalam Restoran yang Valen tunjuk tadi.
"Daddy" Teriak Valen langsung memeluk lengan Jordan.
Jordan sedikit terkejut melihat keberadaan gadis kecilnya itu yang sedang bersama adik iparnya.
"Daddy tante itu siapa?" Tanya Valen mendekat ke arah wanita yang ada dihadapan Jordan.
"Hallo Tante, kenalin aku Valen. Anaknya Daddy Jordan, oh ya tante maen dong kerumah aku. Nanti Valen kenalin sama Mommy aku yang cantik kaya barbie" Ucap Valen sambil berceloteh disamping wanita itu, bisa Gavin lihat dia terlihat sangat kikuk.
"Wah Bro, ternyata luar kotanya di sini ya?" Tanya Gavin dengan nada sinisnya.
Jordan hanya diam.
"Lupa sama istri lo?" Tanya Gavin.
"Bukan Gav, lo salah paham" Ucap Jordan.
"Coba jelasin dimana salah pahamnya? Jelas gua liat dengan mata kepala gua sendiri kalo lo pegang pegang tangan tuh cewek" Cibir Gavin.
"Uncle jangan marah marah, Valen takut. Kita pulang aja" Ucap Valen sambil menggoyang goyangkan tangan Gavin.
Gavin hanya mengangguk, lalu menggendong Valen untuk pulang.
"Aaliyah" Panggil Gavin dengan nada yang mengejutkan.
Aaliyah sedikit terlonjak kaget, lalu berjalan mendekati kakaknya itu.
"Kenapa Bang?" Tanya Aaliyah bingung, melihat Gavin yang terlihat sedang mehanan amarah.
"Udah ayo pulang" Ucap Gavin, mau tidak mau Aaliyah menuruti ucapan abangnya itu.
Sesampainya dirumah Gavin langsung masuk kedalam kamarnya, Belvi yang melihat anaknya itu tersenyum sumringah langsung bertanya bagaimana keseruan mereka tadi.
"Valen sayang" Panggil Belvi.
"Mommy, Valen mau kasih tau deh. Sini sini" Ucap Valen sambil mengajak Belvi duduk di Sofa dan diikuti oleh Aaliyah yang kepo.
"Kenapa hmm?" Tanya Belvi yang penasaran.
"Tadi Mom, Valen kan ketemu sama cewek. Dia ngatain Uncle menel, katanya gini 'udah punya anak masih aja gatel sama orang laen'" Ucap Valen menirukan ucapan Alessa.
Belvi dan Aaliyah tertawa terbahak bahak.
"Kok bisa kamu dikira anaknya Uncle?" Tanya Belvi.
"Kan Valen manggil Dad, terus Unclenya liatin aku. Eh kakak itu kiranya aku anak Uncle" Ucap Valen sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ngapain Valen panggil Dad?" Tanya Aaliyah.
"Iya Valen liat Dad, makanya panggil Dad" Ucap Valen polos.
"Aneh aneh aja kamu mah, mungkin mirip sama Daddy" Ucap Belvi.
Valen hanya mengerucutkan bibirnya.
"Terus apa lagi?" Tanya Belvi.
"Terus Valen masuk ke Restoran, abis itu" Ucapan Valen terpotong dengan Aaliyah.
"Tuh kan curang ke Restoran gak ajak kakak" Ucap Aaliyah.
"Kakak diem dulu, nanti Valen lupa" Ucap Valen sambil menunjukkan jari telunjuknya ke wajah Aaliyah.
Aaliyah hanya mengangguk, dan Valen menalanjutkan ceritanya.
Saat ingin membuka suaranya, tiba tiba Gavin datang dan berdiri dihadapan mereka dengan pakaian rapi serta kunci mobil ditangannya.
"Valen cari Waffle yuk" Ucap Gavin.
"Ayo Uncle, kita Lets Go" Ucap Valen langsung berlari mengamit tangan Gavin.
Setelah mereka pergi, meninggalkan Aaliyah dan Belvi yang kepo setengah mati.
"Gaaaviiiiinn nyebelin" Ucap Belvi kesal.
Gavin hanya tertawa kencang mendengar omelan kakak dan adik nya itu.