Akhirnya mereka berdua sampai juga di depan pintu rumahnya Ray.
"ra, elo yakin ?" tanya Sinta yang melihat expresi gugup di wajah sahabatnya.
Chyara menarik nafas dalam - dalam dan menghembuskan perlahan.
"gue gak apa - apa Sin, ayok masuk" Chyara memaksakan senyumnya.
"tunggu...." teriak seseorang saat chyara hendak menekan bel pintu.
"Bella, kamu juga di sini?" tanya Chyara.
"gue yang ngajakin" jawab Sinta.
"kok bisa ?"
"selow keleeeessss, udah yal,, buat yang sama - sama mengejar cinta kita harus berjuang bersama, oke"
ucap Bella penuh semangat.
"wah ini tukang pecel makin gencar jualannya" celutuk Chyara.
"rese, lo !!"
"udah, mending pencet bel nya biar kita masuk ke dalam, jadi lebih cepat kita masuk"
ucap Sinta menengahi mereka berdua.
ting tong
beberapa detik kemudian pintu terbuka, seorang pria dewasa membukakan pintu tersebut
"maaf, mau cari siapa ya ?" tanya nya.
"kami teman sekolahnya Ray, kami ingin bertemu dengan nya" jawab Bella.
"oh teman Ray, masuk lah, saya daddy nya Ray" jawab pria itu
'daddy nya Ray juga ganteng gitu, gimana kak Rikho gak kalah, tapi menurut gue sih tetap ganteng kak Rikho lah' batin Chyara.
"makasih om" ucap mereka bertiga sembari masuk ke dalam rumah besar itu.
"Ray, ada teman - teman kamu nih" teriak nya memanggil anak nya, dan kemudian berlalu pergi meninggalkan mereka bertiga.
Ray turun dari lantai dua dan ikut gabung bersama mereka.
"apa rencana lo kali ini ?" tanya Ray pada Chyara.
"mau belajar masak sama mommy lo, abis itu mau mulai deketin kak Rikho"
"terserah deh, lah terus lo ngapain kesini Bella ?" tanya Ray pada teman sekelasnya.
"gue juga pengen belajar masak Ray" jawab Bella.
"ya udah terserah kalian aja, yang penting jangan usik gue, ayo gue anterin kebelakang ketemu mommy dan aunty Winda, mereka lagi masak di belakang".
Ray, dan ketiga gadis itu berjalan ke arah dapur, di sana terlihat Luna dan seorang wanita cantik yang tadi Ray bilang 'aunty Winda'
"eh, kalian sudah datang, kemarilah" pinta Luna.
"siapa Luna ?" tanya Winda.
"mereka ini teman - temannya Ray, ini Chyara, ini Sinta dan ini...."
"saya Bella tante" ucap Bella saat Luna tidak mengetahui namanya.
"oh gitu, aku Winda, sahabatnya Luna, lebih tepatnya adik iparnya" kata Winda mengenalkan diri sendiri.
Sinta dan Chyara saling pandang, seolah memberi kode kalau dia itu adiknya Rikho.
"kemarilah" ajak Winda.
mereka bertiga menuju ke dapur, dan mulai membantu Luna dan Winda.
beberapa saat kemudian, terdengar bel pintu, dan kemudian muncul laki - laki yang di rindukan Chyara di sana, Rikho. dia datang memakai pakaian santainya, dia terlihat sepuluh kali lipat lebih tampan dari biasanya, Chyara tidak berhenti menatap nya, hingga pandangan mereka bertemu, namun Rikho segera mengalihkan pandangan nya.
"kak, datang sendiri ?" tanya Winda.
"iya, ya udah aku ke depan dulu ya sama Ray" ucapnya.
"kak Rikho mau Luna bikinin minum apa ?" tanya Luna
"kayak biasanya aja Luna" jawabnya.
"oke, tunggu ya"
"emmm" jawab Rikho. senyumannya begitu manis, Chyara hanya merasa sedikit tidak nyaman saat Rikho tersenyum begitu manis pada Luna.
Rikho menuju ruang keluarga, di sana ada Ray, Dio adik Ray, dan Dinda anaknya Winda.
"em, kak Luna, biar Chyara aja yang bikin minum nya boleh ?" tanya Chyara, membuat Sinta dan Bella menganga di buatnya.
"boleh, ya sudah bikin es jeruk campur sedikit madu ya, satu sendok makan saja cukup" ucap Luna pada Chyara.
"oh ya, jangan pakai gula, kak Rikho gak suka manis" tambahnya.
"oke kak"
Chyara segera membuat minuman sesuai instruksi dari Luna, dan membawanya ke ruang keluarga saat sudah siap
"kak Rikho, ini minuman nya"
Chyara meletakkan minuman nya di depan Rikho.
"kamu yang bikin ?" tanya Rikho meragukan minuman buatan Chyara.
"iya, dijamin enak, soalnya bikinnya pakai cinta" ucap Chyara dengan mengedipkan sebelah matanya.
membuat Rikho menatap tajam ke arahnya.
"biasa aja kali sayang, lihat kekasih mu ini, gak bakalan pergi kok, aku mau di sini aja nemenin kamu" tambahnya lagi
Ray menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kakak kelasnya itu, sedangkan Rikho merasa kesal kepadanya
"Ray, bentar lagi elo panggil gue mami ya" kata Chyara membuat Ray tertawa terbahak - bahak dan membuat Rikho memijit pelipisnya.
"kamu bisa apa gak sih jangan ngomong yang v****r begitu" ucap Rikho kesal.
"bisa kok, asal kak Rikho mau jadi pacar ku"
"ya ampun, susah ya ngomong sama anak kecil"
"aku gak kecil kak Rikho sayang, kalau anak kecil itu kayak Dinda, nih lihat d**a aku juga udah gede gini 34 D loh kak ukurannya"
ucapan Chyara sukses membuat Rikho melotot horor kearahnya, namun Chyara malah tertawa melihat ekspresi wajah Rikho.
"tenang aja kak Rikho, cuma buat kak Rikho aja kok" ucap Chyara lagi.
membuat Ray tertawa terbahak - bahak, Rikho yang kesal dengan tingkah Chyara lebih memilih diam dan meminum minuman yang Chyara buat tadi.
Rikho berhenti sejenak dan kemudian meminum lagi.
'tidak buruk' batinya.
Chyara yang melihat itu tersenyum senang.
"jadi kak Rikho, kita beneran jadian kan ?"
uhuk uhuk uhuk
Rikho tersedak saat mendengar pertanyaan Chyara.
"bisa gak sih kamu jangan bahas masalah kayak gitu di sini !!"
"jadi, kita bahas di mana ?" tanya Chyara dengan polosnya.
"papi, mending kelarin dulu deh urusannya sama calon mami" goda Ray
"siapa calon mami kak ?" tanya Dio
"tuhh" Ray mengangkat dagunya ke arah Chyara.
"kamu pacarnya om Rikho ?" tanya Dio.
'kok Dio panggilnya om bukan papi kayak Ray' pikir Chyara.
"iya, calon istri" jawab Chyara.
sedangkan Rikho hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat pengakuan dari Chyara.
acara masak memasak selesai, sekarang mereka semua sedang makan bersama, Luna bersampingan dengan Danu, Winda dengan Dinda anaknya, sedangkan Rikho bersebelahan dengan Ray, Dio dengan Bella, dan Chyara dengan Sinta.
acara makan bersama kali ini sangat membahagiakan bagi semuanya, namun tidak dengan Chyara, dia melihat kesedihan disana.
Rikho terus saja melihat ke arah Luna dan Danu yang sangat mesra saling suap menyuapi, hati Chyara terasa begitu sakit.
'gue yakin kak Rikho merasakan sakit yang teramat besar melihat orang yang dia cintai mencintai orang lain bahkan bermesraan di depan matanya, bahkan rasa sakit yang aku rasakan saat tahu dia mencintai Luna setengah mati tidak ada apa - apanya jika di bandingkan rasa sakit yang dia tahan selama ini' batin Chyara.
"kak Rikho, bisa kita bicara berdua sebentar" pinta Chyara saat mereka semua sudah selesai makan bersama, sekarang mereka berdua berada di taman belakang.
"mau ngomongin apa sih ?" jawab Rikho cuek.
"ngomongin tentang kita lah...."
"kita ?"
"iya kita"
"emang ada apa di antara kita ?"
"ada cinta kak Rikho"
Rikho memegang dahi Chyara dengan tangannya.
deg
jantung Chyara seolah berhenti berdetak, wajahnya merona kakinya terasa lemas.
'ya ampun baru juga di pegang dahi gue pake tangan nya, tapi body gue udah h***y gini, bagaimana kalau yang lain yang di pegang, ah....pengen' teriak Chyara dalam hati nya.
"gak panas kok, tapi kenapa halu" ucap Rikho
"jangan pegang - pegang kak, aku jadi pengen loh"
"pengen"
"iya, pengen itu"
Rikho segera menarik tangan nya dari dahi Chyara, dan menatap tajam ke arah Chyara.
"kamu bisa gak sih, jangan ngomong v****r kayak gitu, kamu itu masih sekolah" jelas Rikho
"justru itu, Chyara lagi belajar, biar nanti pas kita nikah Chyara udah banyak belajar hal - hal kayak gitu, jadi udah profesional, iya kan, makanya kak Rikho ajarin Chyara ya ?" pinta Chyara sembari memeluk lengan Rikho.
"minggir deh" perintah Chyara.
"gak mau, sebelum kak Rikho bilang mau jadi pacarku"
"gak akan" jawab Rikho.
Chyara memeluk tubuh Rikho dengan erat, membuat Rikho semakin terkejut.
"hei !! apa yang kamu lakukan ?!!" teriaknya.
"katakan kalau kamu menerima ku menjadi pacar mu"
"tidak akan"
Chyara mencium pipi Rikho, mengeratkan pelukannya di leher Rikho agar lebih mengena ciumannya dengan Rikho, Rikho tertegun dengan apa yang Chyara lakukan, dia bahkan mematung tanpa bisa berpikir apapun.
'sialan nih bocah, dia gak tahu betapa bahaya nya dengan apa yang sedang dia lakukan, dan sialnya lagi, gue 'tegang' shittt!!' umpat Rikho dalam hati.
Rikho segera mendorong tubuh Chyara, namun Chyara masih belum mau melepaskan pelukannya pada leher Rikho.
"jangan lakukan lagi, atau kamu akan menerima akibatnya" ucap Rikho, nafasnya masih memburu.
"kenapa ? baru saja kita menikmatinya bukan ?" tanya Chyara.
"justru karena itu, aku tidak mau merusak mu" ucap Rikho, mata nya menatap bola mata Chyara yang indah.
"aku tidak peduli, aku menginginkan mu"
"ada saat nya, tapi tidak sekarang" jelas Rikho.
"jadi apa kamu menerima ku menjadi pacarmu ?" tanya Chyara.
Rikho tidak menjawabnya, dia hanya tersenyum pada Chyara.
"ku anggap itu sebagai 'iya"' ucap Chyara.
"terserah"
Chyara kembali berjinjit dan mencium pipi Rikho sekilas.
cup
"kamu !!"
"sebagai tanda kalau kita jadian, kalau kamu menginginkan lebih, kita bisa cari hotel di dekat sini" goda Chyara, yang sukses membuat Rikho mendorongnya dan meninggalkannya.
"cie pacar ternyata pemalu, tunggu pacar...." teriak Chyara dan berlari mengejar Rikho yang masuk ke dalam rumah Luna dan Danu, dengan senyuman mengambang di wajahnya.
"berhasil juga itu anak" ucap Sinta yang dari tadi bersembunyi di balik tiang bersama Bella.
"iya, berani banget dia" ucap Bella.
"elo kapan kayak dia ? buruan keburu di ambil orang baru nyesel"
"gue gak seberani Chyara Sin" lirih Bella.
"ciiiih.... cari cara lain dong, usaha !!!!"
"iya gue tahu, elo bantuin gue ya"
"siip, gue usahain"
"thanks ya"
Sinta mengangguki ucapan Bella, dan segera keluar dari persembunyiannya mereka dan berjalan menyusul Chyara masuk ke dalam rumah.