"Bulan, " Wanita paruh baya itu menghampiri Bulan yang hendak menaiki bus.
"Ambil ini, hubungi ibu kalau butuh apa-apa. " lanjutnya sambil menyodorkan satu buah handphone n*kia E63.
Bulan hanya mengangguk kemudian memeluk hangat wanita paruh baya di depannya.
"Bulan janji akan belajar dengan giat, akan lulus dengan hasil bagus, kemudian mencari kerja buat kelangsungan anak panti, bu."
Pukul 07.00 pagi bus melaju dari arah Bandung menuju Jakarta. Sepanjang perjalanan Bulan hanya melamun sambil menatap keluar jendela. Ini pertama kalinya dia merantau seorang diri. Walaupun sudah terbiasa hidup mandiri, rasanya tinggal di ibu kota akan sangat berat bagi kelas bawah seperti dirinya.
Pukul 10.00 pagi akhirnya Bulan sampai di Jakarta. Sesampainya di terminal sudah ada Regan yang menunggu Bulan.
Ya,
Regan Atmajaya dulunya anak panti asuhan Cinta Damai yang selama ini Bulan tempati. Kemudian dia di adopsi salah satu crazy rich jakarta pada umur 10 tahun, meski begitu Regan selalu menyempatkan mengunjungi panti untuk melihat anak anak.
"Hallo my little moon, " sapa Regan
"Kak Regan udah lama nunggu? "
"mmm baru 5 menitan nyampe. "
Setelah itu Regan mengantarkan Bulan menuju kontrakan yang sudah Regan sewa untuk satu bulan kedepan.
Selama perjalanan mereka bersenda gurau sambil sesekali flashback masa masa mereka di panti dulu. Makan bersama, bermain bersama, bahkan untuk sekedar nyuci baju pun Regan selalu menemani Bulan.
"Besok jam 8 kak regan jemput kamu ya, "
"Gapapa kak, Bulan bisa sendiri ko ke kampus. Lagian Kakak juga harus kerja kan. "
"Jakarta itu luas, gimana kalau kamu nanti nyasar apalagi kamu pertama kalinya merantau ke kota. "
Bulan hanya memutar bola matanya pasrah tanda meng iya kan.
Keesokan harinya~~~
Perjalanan menuju kampus hanya ada keheningan. Pasalnya Regan menjemput Bulan di dampingi Pricilla tunangannya. Bukannya Bulan gak suka, hanya saja sejak pertemuan pertama di panti Pricilla menunjukkan ketidak sukaannya terhadap Bulan yang selalu di prioritaskan oleh Regan.
"nanti pulangnya kakak gak jemput kamu ya, Lan. gapapa kan? " Ucap regan memecahkan keheningan. (lebih tepatnya untuk meminimalisir kesalahpahaman tunangannya)
"iya kak, gapapa" jawaban bulan singkat padat dan jelas.
Belum sempat memasuki gerbang sepertinya Bulan sudah di terpa angin insecurity. Bagaimana tidak hampir semua siswa menggunakan kendaran mewah dan barang branded lainnya. Dalam hatinya sempat menggerutu, kenapa Regan memasukan Bulan ke kandang Singa? Tidak adakah universitas yang lebih bersahabat selain ini?
"ingat tujuanmu bulan. belajar, lulus, kemudian kerja. "
Hari pertama kuliah berjalan lancar. Tidak ada gelagat menakutkan seperti di drama drama dimana yang miskin akan di tindas habis habisan oleh si kaya.
Selesai jam kuliah, Bulan menyempatkan ke kantin. Sialnya harga makanan terlalu mahal, bulan pun mengurungkan niatnya untuk makan.
Mahasiswa bersorak gembira saat tim basketnya unggul jauh dari lawan. Bulan sempat mendengar percakapan bahwa hari ini sedang ada turnamen basket. karena penasaran dia pun menyaksikan pertandingan sebelum pulang.
Bulan menyipitkan matanya menelisik lebih jelas salah satu pemain di lapangan. Melihat matanya, senyumnya, lesung pipi, sampai freckles mengingatkan bulan kepada seseorang yang sudah lama ia rindukan.
"awas~~~"
bugh.....
hantaman bola basket menyadarkan lamunan bulan.
Tidak,
bukan hanya menyadarkan tapi bulan merasakan pusing di kepalanya dan tiba-tiba sekelilingnya menjadu gelap.
TBC......